News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 15 Mei 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 64,19 poin atau  terkoreksi –1,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. Bahkan secara intra day IHSG sempat terkoreksi hingga  -1,66%. Sebanyak 249 saham ditutup melemah, 141 saham menguat dan 133 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Keuangan yang masing-masing melemah –1,75% dan –1,38%. Melemahnya IHSG kemarin masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok setelah Tiongkok mengumumkan tindakan balasan terhadap kebijakan tarif impor oleh AS. Tiongkok mengumumkan rencananya untuk menaikkantarif impor terhadap barang dari AS senilai US$ 60 miliar dengan tarif 5%-25% yang mulai diberlakukan pada 1 Juni 2019 mendatang. Sentimen tersebut juga mendorong aksi jual investor asing yang kemarin di pasar reguler mencapai Rp. 1,22 triliun di pasar reguler. Sentimen tersebut juga masih menekan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street tadi malam ditutup menguat setelah mengalami pelemahan signifikan di sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dow ditutup menguat 0,82%, Indeks Nasdaq menguat 1,14% dan Indeks S&P menguat 0,80%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen perubahan ’nada’ dalam retorika perdagangan AS-Tiongkok. Sebelumnya indeks mengalami tekanan signifikan setelah Tiongkok mengumumkan tindakan balasan terhadap kebijakan tarif impor AS. Namun ketegangan tersebut mereda tadi malam setelah Presiden Trump menyebut bahwa tensi perang dagang yang meningkat dengan Tiongkok sebagai ’pertengkaran kecil’ dan menambahkan bahwa dirinya melakukan komunikasi yang baik dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Presiden Trump juga mengatakan bahwa akan berbicara dengan Presiden Xi Jinping pada KTT G20 pada akhir Juni mendatang. Hal tersebut diperkuat setelah seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan kepada wartawan bahwa Tiongkok dan AS telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan dagang yang relevan. Pernyataan dari kedua pihak yang berseteru tersebut kemudian memberikan ketenangan bagi pasar ekuitas. Saham Boeing memimpin penguatan indeks Dow dengan menguat 1,7% serta sektor industri yang rentan terhadap tarif impor mengalami rebound.
 
Dari kawasan regional pagi ini, indeks Nikkei dibuka menguat 0,22% mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street tadi malam setelah Presiden Trump dan pihak Tiongkok memberikan pernyataan yang menurunkan tensi perang dagang. Namun indeks Nikkei masih rawan akan tekanan seiring dengan pergerakan nilai tukar Yen yang menguat terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi rebound mengikuti penguatan pasar ekuitas regional dan global setelah turunnya tensi perang dagang AS-Tiongkok. Namun pelaku pasar di bursa domestik diperkirakan akan mencermati dinamika politik domestik terkait hasil Pemilu yang dilangsungkan pada April yang lalu. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6036/6001 - 6104/6136.

Cermati :
BBCA, EXCL, HMSP, INTP, ITMG, TLKM
  

BERITA EMITEN

PORT : Mengincar peran sebagai operator Pelabuhan Patimban. Saat ini perseroan masih menunggu tender yang akan digelar Kementerian Perhubungan pada tahun ini. Perseroan juga tengah menjajaki kemungkinan untuk menjadi operator terminal di Kalimantan. Perseroan mengalokasikan dana belanja modal sebsar Rp 240 miliar sepanjang tahun ini. Sebanyak 40% berasal dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan. Dana tersebut akan di gunakan untuk kebutuhan investasi, baik di pelabuhan domestik maupun mancanegara, salah satunya alat berat pelabuhan. Perseroan berencana membeli empat alat bongkar muat di tanjung priok dan pemasangan empat alat bongkar muat di Thailand.Rekomendasi : Netral
 
ITMG : Pelemahan harga batubara dan kenaikan biaya akibat nisbah kupas (stripping ratio) menekan profitabilitas perseroan. Untuk Q1-2019, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 19,77% menjadi US$ 453,02 juta. Namun beban pokok pendapatan naik 34,51% dari US$ 267,19 juta menjadi US$ 359,41 juta. Demikian juga beban penjualan tercatat naik 69,53%. Faktor tersebut mendorong laba bersih perseron turun 31,64% darii US$ 58,13 juta menjadi US$ 39,74 juta.
Rekomendasi : Netral
 
PBID : Di Q1-2019 membukukan kenaikan penjualan sebesar 22,26% menjadi Rp. 1,21 triliun. Namun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 18,59% menjadi Rp. 63,62 miliar. Untuk memperbaiki kinerja, perseroan akan memperluas pangsa pasar dan jangkauan distribusi serta melakukan efisiensi. Saat ini perseroan juga tengah meningkatkan kapasitas produksi dari 91.000 ton menjadi 122.000 ton per tahun.
Rekomendasi : Netral
 
MAPB : Menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 275 miliar - Rp. 300 miliar pada tahun ini. Anggaran tersebut bakal diserap untuk membuka 60-70 gerai food & beverage.  Perseroan menargetkan penambahan 21 gerai baru selama periode april – juni 2019 atau kuartal II. Jumalh penambahan gerai itu lebih banyak ketimbang realisasi gerai baru pada kuartal I yang mencapai 14 gerai. Perseroan berencana membidik non kota besar dan juga akan merambah ke wilayah luar jawa. Seiring dengan adanya pembukaan gerai-gerai baru, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% sepanjang tahun ini. Sebanyak 12% pertumbuhan dipengaruhi oleh gerai baru dan 7% dipengaruhi oleh gerai yang sudah ada.
Rekomendasi : Netral
 
RMBA : Akan mengubah kegiatan usaha utama dari produsen dan perdagangan rokok ke aktivitas konsultasi manajemen. Perubahan kegiatan usaha akan dilaksanakan setelah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
Rekomendasi : Netral
 
TBIG – Perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar. Obligasi tersebut akan digunakan untuk refinancing utang anak usaha, PT Solu Sindo Kreasi Pratama. Anak usaha tersebut telah mencairkan sebagian pinjaman masaing masing setara Rp 699,1 miliar dan Rp 143 miliar. Perseroan akan menggunakan dana hasil obligasi sebesar Rp 750 miliar untuk membayar sebagian saldo utang tersebut sehingga saldo terutang anak usaha tersebut akan berkurang masing masing menjadi Rp 73 miliar dan Rp 12,6 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 31 Mei 201931 May 2019 09:46

IHSG di perdagangan Rabu kemarin sebelum libur nasional ditutup naik 70,96 poin setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.054,57 - 6.112,43. Sebanyak 220 [ ... ]

Read more...
Morning Note 29 Mei 201929 May 2019 08:59

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 65,83 poin atau terkoreksi –1,08% setelah bergerak sideways dalam range 6.033,14 - 6.118,91. Sebanyak 268 saham ditutup melemah, 142 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF