News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 16 Mei 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 90,32 poin atau melemah –1,49% setelah bergerak sideways dalam range 5.980,89 - 6.107,44. Sebanyak 287 saham ditutup melemah, 115 saham menguat dan 128 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Infrastruktur dan Industri Dasar yang masing-masing melemah –2,80% dan –2,46%. Sebelum ditutup melemah, IHSG sempat bergerak positif dan secara intra day sempat menguat hingga 0,60% yang dipengaruhi oleh meredanya sentimen ketegangan perdagangan AS-Tiongkok setelah kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan yang menenangkan pelaku pasar. Namun pergerakan positif IHSG tersebut tidak mampu bertahan dan akhirnya bergerak turun hingga ditutup melemah. Hal tersebut tidak terlepas dari masih maraknya aksi lepas saham oleh investor asing yang kemarin mencapai Rp. 510 miliar dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, sentimen penekan datang dari rilis data neraca perdagangan Indonesia periode April 2019 yang tercatat defisit sebesar US$ 2,5 miliar yang merupakan defisit terbesar sepanjang sejarah.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,45%, Indeks Nasdaq menguat 1,13% dan Indeks S&P menguat 0,58%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh adanya laporan bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan menunda penetapan tarif pada mobil impor dan suku cadangnya. Bloomberg juga melaporkan bahwa pemerintah AS siap untuk menunda keputusan tarif hingga enam bulan untuk menghindari negosiasi berlebihan dengan Uni Eropa dan Jepang. Laporan tersebut mengurangi kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi bahkan sekalipun ketika data ekonomi mengecewakan. Prospek penundaan tarif pada impor pada impor mobil dan suku cadangnya dalam enam bulan ke depan dan pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, yang mengharapkan pembicaraan perdagangan segera dilanjutkan di Tiongkok, disambut baik oleh investor, setelah pasar saham memulai sesi dalam tekanan jual akibat laporan data ekonomi yang mengecewakan. Dilansir Reuters, Departemen Perdagangan AS, merilis data Retail Sales MoM yang tercatat turun 0,2%  dikarenakan konsumen menahan pengeluarannya. Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS, menunjukkan bahwa output industri AS secara tak terduga turun di April 2019 yakni sebesar 0,5%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,17%. Pelemahan tersebut lebih disebabkan oleh pergerakan nilai tukar Yen yang cenderung menguat terhadap US Dollar.  
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan  masih rawan akan tekanan jual investor asing di tengah-tengah meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Di sisi lain pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dibayangi oleh defisit neraca perdagangan dan dinamika politik domestik. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5939/5897 - 6065/6150.

Cermati :
ADRO, ASII, INTP, HMSP, BSDE, BBTN
   

BERITA EMITEN

TOBA : Menyiapkan sejumlah alternative skema penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan ekspasn perseroan mulai dari bidang pertambangan hingga kelistrikan. Perseroan telah mengantongi ijin dari RUPSLB kemarin untuk menggelar aksi korporasi rights issue. Perseroan juga terlebih dahulu akan melakukan pemecahan nilai nominal (stock split) saham dengan rasio 1:4 yang rencananya akan dimulai akhir Mei 20-19.
Rekomendasi : Netral
 
ACES : Membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 15% dan pertumbuhan di toko yang sama sebesar 6% pada tahun ini. Untuk tahun ini, perseroan mempertahankan target moderat dengan membuka 20-25 toko pada tahun ini. Hingga awal Mei 2019 perseroan telah membuka 8 gerai baru. Dalam RUPST, perseroan memutuskan dividend payout ratio sebesar 50% dari laba bersih tahun 2018 atau Rp. 28,25 per saham.
Rekomendasi : Netral
 
TBMS : Di Q1-2019, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar US$ 161,87 juta atau turun 14,02%. Sementara laba tahun berjalan turun 30,11% dari US$ 1,76 juta menjadi US$ 1,23 juta. Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 5%, meningkatkan penetrasi ke segmen otomotif dan menggenjot ekspor. Perseroan juga akan membagikan dividen tahun buku 2018 sebesar US$ 0,0026 per saham.
Rekomendasi : Netral
 
SUPR : Menganggarkan belanja modal sekitar Rp. 400 miliar - Rp. 500 miliar untuk tahun ini. Capex tersebut akan digunakan untuk kolokasi menara dan sebagian akan digunakan untuk memperpanjang kabel serat optic.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Akan membagikan 50% laba  secara konsolidasi untuk tahun buku 2018. Jumlah tersebut setara dengan Rp. 16,17 triliun atau minimal Rp. 131 per saham atau maksimal Rp. 132 per saham.
Rekomendasi : Netral
 
MAYA : Memutuskan tidak membagikan dividen setelah kinerja tahun 2018 mengalami penurunan. Tahun 2018 perseroan mencatatkan penurunan laba sebesar 35,24% menjadi Rp. 437,41 miliar. Laba yang ditahan akan digunakan untuk pencadangan sebesar 2,5% dan sisanya dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
PRDA : Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar – Rp 350 miliar sepanjanga tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai baru dan merenovasi klinik. Dengan demikian sepertiga dari alokasi belanja modal tahun ini sudah terserap untuk ekspansi bisnis tersebut. Perseroan akan membuka 5 hingga 7 gerai baru. Dari proyeksi tersebut sudah terealisasi 3 gerai hingga kuartal I 2019.
Rekomendasi : Netral
 
DEAL : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 50 miliar – Rp 100 miliar pada tahun ini. Dana tersebut untuk membeli dump truck sebanyak 40 unit. Perseroan juga berencana menggelar aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. Jumlah saham yang di terbitkan sebanyak 280 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dana hasil right issue tersebut kan di gunakan untuk mengakuisisi perusahaan pelayaran PT Atlas Dayana Kapital sebesar Rp 16 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BRPT : Perseroan memastikan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) jawa unit 9 san 10 terus berlanjut. Penyelesaian pendanaan atau financial closing atas proyek seniali US$ 3,1 miliar tersebut di targetkan selesai akhir tahun ini.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 31 Mei 201931 May 2019 09:46

IHSG di perdagangan Rabu kemarin sebelum libur nasional ditutup naik 70,96 poin setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.054,57 - 6.112,43. Sebanyak 220 [ ... ]

Read more...
Morning Note 29 Mei 201929 May 2019 08:59

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 65,83 poin atau terkoreksi –1,08% setelah bergerak sideways dalam range 6.033,14 - 6.118,91. Sebanyak 268 saham ditutup melemah, 142 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF