News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 17 Mei 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari keempat secara beruntun. IHSG ditutup turun 85,15 poin atau melemah –1,42% setelah bergerak dalam range 5.889,56 - 6.009,63. Seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup terkoreksi dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Aneka Industri dan Properti yang masing-masing melemah –2,48% dan –2,11%. Sebanyak 323 saham ditutup melemah, 94 saham menguat dan 117 saham stagnan. Melemahnya IHSG kemarin masih dipengaruhi oleh aksi jual investor asing yang kali ini mencapai Rp. 828 miliar yang sudah merupakan hari ke 10 secara beruntun mencatatkan aksi jual bersih. Di sisi lain, sentimen penekan juga datang dari domestik terkait defisit neraca perdagangan dan sikap Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuaanya di level 6% untuk bulan ke 7 secara beruntun. Selain itu, Bank Indonesia juga memproyeksikan defisit transaksi berjalan Indonesia akan semakin melebar di kisaran 2,5%-3% dari Produk Domestik Bruto, dimana sebelumnya BI memperkirakan hanya di level 2,5%.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 0,84%, Indeks Nasdaq menguat 0,97% dan Indeks S&P menguat 0,89%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh optimisme terhadap laporan pendapatan emiten dan kuatnya data ekonomi terbaru AS. Saham Walmart naik 1,43% dan Cisco Systems naik 6,7% setelah melaporkan kinerja kuartalannya yang lebih baik dari perkiraan. Dari sisi data ekonomi, Departemen Perdagangan AS merlis data perumahan terbaru periode April 2019 tadi malam. Data tersebut yakni Building Permits MoM tercatat naik 0,6% dan Housing Starts MoM tercatat naik 5,7% yang dikarenakan dukungan dari penurunan suku bunga. Positifnya data tersebut mendorong saham sektor perumahan naik 1,2% tadi malam. Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS, melaporkan klaim pengangguran tercatat sebesar 212.000, turun 16.000 dibanding periode sebelumnya yang sebesar 228.000. Sementara dari sisi perang dagang, AS kemarin menempatkan Huawei Technologies Co dalam daftar perusahaan yang dilarang memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan sebelumnya. Saham pemasok Huawei seperti Qorvo, Skyworks Solutions, Qualcom, Xilinx dan Micron Technology seluruhnya melemah. Sedangkan indeks Philadelphia SE Semiconductor ditutup melemah –1,7%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,87% yang didukung oleh reli di bursa Wall Street serta berkurangnya kekhawatiran terhadap perang dagang AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan berpeluang untuk rebound setelah pelemahan selama empat hari perdagangan secara beruntun namun dibayangi oleh capital outflow investor asing dan pelemahan nilai tukar Rupiah. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5854/5812 - 5974/6052. Cermati :
BBCA, KLBF, EXCL, GGRM, HMSP
    
BERITA EMITEN

HRUM : Berkeinginan masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga uap sebagai upaya diversifikasi usaha. Perseroan mengincar tender PLTU dengan kisaran 2x100 MW yang merupakan bagian dari ekspansi di sektor hilir. Perseroan juga memutuskan untuk mebagikan dividen senilai Rp. 100 miliar atau Rp. 38,96 per saham.
Perseroan berencana mengakuisisi aset – aset tambang baru. Dengan ekspansi perseroan mengharapkan kehadiran tambang baru mampu menghasilkan nilai tambah bagi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan ingin mengakuisisi tambang batubara yang lokasi nya berdekatan dengan tambang lama, selain alas an lokasi perseroan juga membidik tambang yang sudah berproduksi dengan alas an perseroan tidak perlu lagi merogoh kocek untuk meyiapkan sarana dan prasarana di area pertambangan.
Rekomendasi : Netral
 
MAPI : Memperkuat lini bisnis dalam negeri dengan fokus pada active cosmetic dan beauty sejalan dengan ekspansi yang hati-hati di Thailand dan Vietnam. Adapun rencana ekspansi ke wilayah Indo China akan dilakukan oleh entitas anak perseroan yakni PT. MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang telah membuka lima gerai Inditex di Vietnam dan dua gerai baru Planet Sports pada tahun 2019. Untuk kinerja Q1-2019, perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp. 4,7 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan dan laba bersih tercatat sebesar Rp. 167 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
SCMA : Menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 580 miliar pada 2019 yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan renovasi fasilitas milik perseroan. Untuk tahun ini perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 8% dan laba bersih sebesar 10%.
Perseroan meneruskan rencana akuisisi dua perusahaan digital dan satu modal ventura senilai Rp 360 miliar. Perusahaan yang jadi target adalah PT Vidio Dot Com, PT Kapanlagi Dot Com Networks dan PT Binary Ventura Indonesia. Tiga perusahaan tersebut merupakan di bawah naungan induk usaha perseroan, yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.
Rekomendasi : Netral
 
JAST : Menargetkan penjualan tahun ini dapat meningkat lebih dari 50%. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan mengeluarkan belanja modal senilai Rp. 10 miliar - Rp. 50 miliar yang akan digunakan untuk pendanaan beberapa proyek yang sedang digarap oleh pereraon dan entitas anaknya.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : RUPST perseroan menyepakati pembayaran dividen 45% dari laba bersih tahun buku 2018 yang sebesar Rp. 11,2 triliun atau Rp. 241 per saham. Sementara itu 55% dari laba bersih akan digunakan sebagai laba ditahan.
Rekomendasi : Netral
 
SMBR : Akan membagikan dividen sebesar Rp. 18,97 miliar atau 25% dari laba bersih tahun 2018 yang sebesar Rp. 76,07 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp. 57,1 miliar akan digunakan sebagai dana cadangan.
Meski membukukan pertumbuhan penjualan, laba bersih perseroan tergerus karena adanya biaya bunga kredit investasi pabrik Baturaja II. Volume penjualan perseroan selama tahun lalu tumbuh 24% di tengah kondisi oversupply dan permintaan nasional yang rendah, yakni 5,2%. Pada tahun ini perseroan berusaha menjaga pertumbuhan volume penjualan di atas 20%, yakni 26%.
Rekomendasi : Netral
 
AMRT : Mengalokasikan belanja modal hingga Rp. 2,2 triliun tahun ini yang akan digunakan untuk menambah gerai dan perpanjangan kontrak sewa gerai pada 2019. Perseroan juga akan membagikan dividen sebesar Rp. 2,64 per saham yang merupakan tambahan dividen akhir tahun 2018 yang sebesar Rp. 3,6 per saham sehingga dengan demikian total dividen yang diambil dari laba bersih tahun 2018 adalah sebesar Rp. 6,24 per saham.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 31 Mei 201931 May 2019 09:46

IHSG di perdagangan Rabu kemarin sebelum libur nasional ditutup naik 70,96 poin setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.054,57 - 6.112,43. Sebanyak 220 [ ... ]

Read more...
Morning Note 29 Mei 201929 May 2019 08:59

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 65,83 poin atau terkoreksi –1,08% setelah bergerak sideways dalam range 6.033,14 - 6.118,91. Sebanyak 268 saham ditutup melemah, 142 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF