News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 20 Mei 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan koreksinya dan merupakan pelemahan untuk hari ke lima secara beruntun. IHSG ditutup turun 68,87 poin atau terkoreksi –1,17% setelah bergerak dalam range 5.826,87 - 5.936,97. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Keuangan yang melemah –1,76%. Sebanyak 247 saham ditutup melemah, 160 saham menguat dan 111 saham stagnan. Melemahnya IHSG tersebut masiih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen penekan. Sentimen tersebut antara lain aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 852 miliar, melemahnya nilai tukar Rupiah, defisit neraca perdagangan serta revisi Bank Indonesia atas prospek defisit transaksi berjalan dalam kisaran 2,5%-3,0% dari PDB. Di sisi lain, investor juga tampaknya bersikap wait & see jelang penetapan hasil Pemilu pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,38%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,04% dan Indeks S&P terkoreksi –0,58%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh ketegangan perdagangan yang berkelanjutan antara AS-Tiongkok dimana saham-saham sektor industri dan teknologi memimpin penurunan. Ketegangan perdagangan makin meningkat setelah Tiongkok membalas kebijakan tarif impor AS dan menyerang dengan nada yang lebih agresif. Tiongkok menyarankan bahwa pembicaraan dagang lebih lanjut bisa membuahkan hasil kecuali pemerintah AS mengubah arah. Seperti diketahui, setelah AS menerapkan tarif impor terbaru terhadap barang Tiongkok sebesar US$ 200 miliar pada 10 Mei 2019 yang lalu dan mempersiapkan langkah-langkah untuk menerapkan tarif yang serupa terhadap barang-barang Tiongkok lainnya, AS juga melarang perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei, untuk memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan dari pemerintah AS.  Di sisi lain, dalam perang tarif multi front, Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menuda pengenaan tarif mobil impor hingga enam bulan ke depan. AS juga hampir mencapai kesepakatan untuk menghapus tarif impor baja dan alumunium dari Kanada dan Meksiko.
 
Dari kawasan regional pagi, indeks Nikkei dibuka menguat 0,26% setelah investor di bursa Jepang untuk sementara mengabaikan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan merespon positif data ekonomi yang menunjukkan pertumbuahan ekonomi Jepang di Q1-2019 yang tumbuh melampaui ekspektasi yakni sebesar 0,5% secara kuartalan dan 2,1% secara tahunan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi dipengaruhi oleh sentimen perang dagang, capital outflow investor asing dan dinamika politik domestik. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5790/5753 - 5900/5974.

Cermati :
BRPT, HMSP, INTP, LPPF, SMGR, TLKM
     

BERITA EMITEN

PTPP : Mengantongi kontrak baru senilai Rp. 10,75 triliun per April 2019 atau 21% dari target yang dibidik tahun ini yang sebesar Rp. 50,3 triliun. Kontrak tersebut sebesar Rp. 9.41 triliun berasal dari induk usaha dan Rp. 1,34 triliun dari anak usaha. Kontrak baru tersebut pemerintah berkontribusi sebesar 8,93% disusul BUMN sebesar 67,59% dan swasta sebesar 23,46%.
Rekomendasi : Netral
 
TGRA : Sejalan dengan operasional proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Australia pada Juli 2019, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 45% pada 2019.  Untuk tahun 2019 perseran mengincar pendapatan usaha sebesar Rp. 66 miliar dan laba bersih sebesar Rp. 2,5 miliar. Di Australia, perseroan memiliki 4 proyek PLTS berkapasitas 25 MW yang ditangani oleh entitas anak. Tiga proyek PLTS lainnya sedang memasuki tahap akuisisi lahan dan desain teknik sehingga diperkirakan dapat beroperasi pada 2020.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Membukukan pertumbuhan laba bersih dua digit di Q1-2019 sejalan dengan meningkatnya produksi dan kinerja aset-aset perseroan. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 283,90 juta atau turun 0,6% dibanding Q1-2018 yang sebesar US$ 285,60 juta. Sementara laba bersih tercatat sebesar US$ 28,05 juta atau naik 29,68% dibanding Q1-2018 yang sebesar US$ 21,63 juta. Hal tersebut didorong oleh penurunan beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya yang dikeluarkan perseroan sebesar 17,16% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
ASII : Melalui Astra Infra terus memacu bisnis jalan tol melalui ekspansi organic dan anorganik pada tahun 2019. Saat ini perseroan tengah menyelesaikan proyek tol Serpong-Kunciran yang merupakan bagian dari JORR 2. Dengan demikian hingga sepanjang tahun 2019 perseroan akan memiliki 6 ruas tol.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Membidik kontrak baru sebesar Rp. 2,95 triliun untuk memenuhi target semester I-2019 yang senilai Rp. 5,22 triliun. Sementara hingga April 2019, nilai kontrak baru perseroan mencapai Rp. 2,27 triliun. Perolehan kontrak baru hingga April 2019 sekitar 21,8% dari target tahun ini yang sebesar Rp. 10,39 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
BIPI – Perseroan membidik pendapatan tahun ini sebesar US$ 212 juta. Jumlah tersebut naik tipis 1,43% dari pencapaian 2018 yang senilai US$ 209 juta. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan mengembangkan proyek – proyek baru. Beberapa proyek awal akan focus pada perluasan infrastruktur yang sudah ada untuk meningkatkan kapasitas.
Rekomendasi : Netral
 
RODA – Hingga bulan mei tahun ini, perseroan sudah membukukan penjualan pemasaran atau marketing sales senilai Rp 200 miliar. Sampai akhir tahun ini perseroan membidik marketing sales sebesar Rp 400 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari proyek Apartemen Signature Park Grande di MT Haryono.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF