News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 1 November 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 67,43 poin atau melemah 1,07% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 63216,29 - 6.301,59. Sebanyak 282 saham ditutup melemah, 153 saham menguat dan 136 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Pertambangan dan Infrastruktur masing-masing –3,62%dan –3,16%. Melemahnya IHSG tersebut menjadi anomali di tengah-tengah sentimen positif kebijakan The Fed AS yang memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps. Namun tekanan aksi profit taking serta bervariasinya laporan kinerja keuangan emiten, mendorong pergerakan turun IHSG dan ditutup melemah signifikan 1,07%. Pelemahan IHSG tersebut juga turut ditekan oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 506 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual antara lain TLKM, PGAS, ACES dan PTBA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow terkoreksi –0,52%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,14% dan Indeks S&P terkoreksi –0,30%. Melemahnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sinyal yang beragam terkait kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Sinyal yang beragam tentang isu perdagangan memberikan alasan bagi investor untuk berhati-hati setelah laporan Bloomberg mengungkapkan adanya keraguan pejabat pemerintah Tiongkok. Tiongkok dikabarkan ragu mengenai potensi untuk mencapai kesepakatan perdagangan jangka panjang yang komprehensif dengan pemerintah AS dan Presiden Donald Trump. Namun Presiden Trump kemudian mengatakan bahwa kedua negara akan segera mengumumkan lokasi baru di mana kesepakatan perdagangan “fase satu” akan ditandatangani. Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden Trump seteleh Chile menarik diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT APEC pada pertengahan November mendatang. Tadinya, AS dan Tiongkok direncanakan akan membuat langkah besar menyelesaikan perang dagang antara kedua negara tersebut di sela-sela penyelenggaraan KTT APEC. Sektor-sektor yang sensitive dengan isu perdagangan mengalami pelemahan termasuk melemahnya indeks Philadelphia semiconductor. Tekanan juga datang dari rilis data ekonomi yakni Chicago PMI yang tercatat turun dari 47,1 ke 43,2 yang menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam aktivitas bisnis serta tekanan dari ketidakpastian politik di mana DPR AS tadi malam memberikan suaranya untuk menyetujui resolusi yang dirancang untuk memformalkan proses penyelidikan pemakzulan terhadap Trump dimana resolusi tersebut rencananya akan diumumkan pada awal pekan depan. Namun rilis sejumlah laporan keuangan emiten yang menunjukkan hasil positif, mampu menahan penurunan lebih dalam dari indeks termasuk naiknya saham Apple sebesar 2,26% setelah memproyeksikan penjualan di atas rata-rata untuk kuartal musim berbelanja liburan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,86% yang dipicu oleh aksi profit taking, ketidakpastian penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan masih rawan akan tekanan dengan dibayangi oleh sentimen ketidakpastian penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok dan rilis laporan keuangan emiten yang bervariasi. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6196/6163 - 6281/6334.

Cermati :
UNVR, UNTR, GGRM, ICBP, TLKM
  

BERITA EMITEN

BNGA : Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang januari—september 2019 sebesar 2,67 triliun, tumbuh 3,4% secara yoy. Walau hanya tumbuh 1 digit, namun secara keseluruhan kinerja perseroan terus mengalami peningkatan dari tahun lalu. Pendapatan operasional naik 6,8% yoy, yang di kontribusikan oleh pendapatan nin bunga dan pendapatan bunga bersih yang masing masing naik 12,1% dan 5,1% yoy.
Rekomendasi : Netral
 
ICBP : Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 32,79 triliun sepanjang januari—september 2019. Jumlah tersebut naik 11,2% di bandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga naik 11,5% menjadi Rp 3,89 triliun. Performa yang positif dari perseroan menjadi penyelamat kinerja keuangan grup PT Indofood Sukses Makmur Tbk  di saat segmen perkebunan masih lesu.
Rekomendasi : Netral
 
ROTI : Perseroan menyiapkan dua pabrik baru di Banjarmasin dan pekanbaru. Perseroan menargetkan operasional keduanya mulai semester II 2020. Adapun biaya pembangunan akan memanfaatkan sebagian besar dari dana belanja modal tahun depan yang bekisar Rp 400 miliar. Sumber belanja modal tahun 2020 berasal dari penerbitan saham baru sebesar Rp 1,43 triliun pada November 2017 lalu.
Rekomendasi : Netral
 
GIAA : Berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 122,42 juta hingga Q3-2019 dibanding rugi sebesar US$ 114,08 juta pada Q3-2018. Sementara pendapatan meningkat 10,28% dari US$ 3,21 miliar menjadi US$ 3,54 miliar. Sedangkan beban usaha turun 2% dari US$ 3,35 miliar menjadi US$ 3,28 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
INDF : mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp. 3,53 triliun di Q3-2019 atau naik 25% dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 2,82 triliun. Perolehan laba tersebut didorong oleh penjualan neto yang meningkat 6% dari Rp. 54,74 triliun menjadi Rp. 57,85 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
MPPA : Membukukan hasil kinerja keuangan yang mencerminkan kelanjutan kemajuan solid hingga Q3-2019. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp. 6,64 triliun dengan EBITDA positif. Namun pencapaian penjualan bersih tersebut lebih rendah dari tahun lalu sesuai ekspektasi. Hal tersebut sebagai dampak dari perseroan melanjutkan pengurangan bisnis business to business serta mengarahkan kembali fokusnya ke bisnis ritel.
Rekomendasi : Netral
 
SRIL : Tengah bernegosiasi dengan salah satu perusahaan fashion terbesar di AS. Perseroan berencana menjadi pemasok garmen atau pakaian jadi ke perusahaan tersebut dengan potensi nilai transaksi hampir US$ 1 miliar pada tahun depan. Penambagan pasar ekspor dari AS merupakan keuntungan dari efek perang dagang AS-Tiongkok.
Rekomendasi : Netral
 
MASA : Hingga September 2019, perseroan mencatat kenaikan penjualan ekspor sebesar 34% di pasar Amerika. Adapun penjualan ekspor perseroan hingga Q3-2019 mencapai US$ 250 juta. Sementara pendapaan tercatat naik 3,55% menjadi sebesar US$ 250,01 juta dibanding Q3-2018 yang sebesar US$ 241,42 juta. Namun perseroan masih membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 13,35 juta dibanding laba bersih sebesar US$ 611 ribu pada Q3-2018.
Rekomendasi : Netral
 
PTRO : Berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,12% menjadi US$ 378,73 juta hingga Q3-2019 dibanding Q3-2018 yang sebesar US$ 326,16 juta. Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap kenaikan laba bersih perseroan sebesar 15,81% menjadi US$ 20,58 juta.
Rekomendasi : Netral
 
ASII : Sektor agrikultur dan otomotif, menjadi penekan utama utama kinerja perseroan hingga Q3-2019. Laba bersih perseroan terkoreksi 7,06% dibanding Q3-2018. Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih dari Rp. 17,07 triliun menjadi Rp. 15,86 triliun. Sementara pendapatan bersih tumbuh tipis 1,24% dari Rp. 174,88 triliun menjadi Rp. 177,04 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Hingga Q3-2019, mencatatkan penurunan pendapatan bersih dari Rp 21,00 triliun menjadi Rp. 18,30 triliun. Sementara pendapatan lain-lain naik 314,86% dari Rp. 219,23 miliar menjadi Rp. 909,51 miliar. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 48,31% dari Rp. 1,06 triliun menjadi Rp. 1,57 triliun. Sedangkan kontrak baru tercatat sebesar Rp. 25,74 triliun atau naik 1,64% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Desember 201905 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 21,02 poin atau melemah –0,34% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.095,31 - 6.127,98. Sebanyak 256 [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Desember 201904 Dec 2019 09:06

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya meski secara terbatas. IHSG ditutup naik 3,84 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.107,64 - 6.148,37. [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Desember 201903 Dec 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 118,23 poin atau menguat 1,97% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.023,01 - 6.130,06. Sebanyak 284 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Desember 201902 Dec 2019 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 58,77 poin atau menguat 0,99% setelah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF