News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 November 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 26,85 poin atau melemah –0,43% setelah bergerak sideways dalam range 6.180,34 - 6.242,08. Sebanyak 227 saham ditutup melemah, 202 saham menguat dan 137 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak enam sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Properti dan Consumer masing-masing –1,81% dan –1,48%. IHSG sempat bergerak positif dan secara intra day sempat menguat hingga 0,56% yang didukung oleh pergerakan positif indeks di bursa kawasan regional paska positifnya data ketenagakerjaan AS, data manufaktur Tiongkok dan adanya perkembangan terbaru bahwa pakta kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok fase satu akan ditandatangani pada bulan ini di AS. Namun pergerakan IHSG kemudian menurun dan menjadi anomali di tengah positifnya pergerakan indeks global dengan ditutup melemah yang didorong oleh masih marahnya tekanan jual oleh investor asing dan sikap kehati-hatian menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3-2019 pada hari ini.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya dan membukukan rekor penutupan tertinggi barunya. Indeks Dow ditutup menguat 0,42%, Indeks Nasdaq menguat 0,56% dan Indeks S&P menguat 0,37%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh optimisme kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok, ekonomi domestik AS yang membaik serta keyakinan bahwa AS tidak akan menaikkan tarif untuk mobil import dari Jepang dan Eropa. Pejabat AS pada akhir pekan lalu mengindikasikan bahwa kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok dapat ditandatangani pada bulan ini dan pernyataan Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross yang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS alam segera diberi lisensi untuk menjual komponen kepada Huawei Technologies Co Ltd akan ada dalam waktu singkat. Sebelumnya pada Mei 2019 yang lalu, Huawei masuk ke dalam daftar hitam AS dengan alasan kekhawatiran terhadap keamanan nasional AS. Sektor-sektor yang dianggap sensitive terhadap perang dagang, tadi malam mengalami kenaikan. Indeks Teknologi S&P naik 0,6%, indeks Philadelphia Semiconductor mencapai rekor tertingginya dan indeks industri S&P naik 1,2%. Sementara saham sektor energi naik 3,2% seiring dengan kenaikan harga minyak. Akan tetapi kenaikan indeks dibatasi oleh melemahnya saham McDonalds sebesar –2,71% setelah perusahaan memecat CEO-nya Steve Easterbrook dikarenakan skandal asmara.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,17% yang didukung oleh optimisme terhadap kesepakatan dagang AS-Tiongkok yang akan segera ditandatangani pada bulan ini. Sentimen tersebut juga turut mendorong pergerakan positif indeks di bursa kawasan regional.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan turut dipengaruhi oleh sentimen positif eksternal terkait optimisme terhadap penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok dengan dibayangi oleh sikap wait & see terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3-2019 pada hari ini. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6160/6139 - 6222/6263.

Cermati :
CTRA, EXCL, INKP, ITMG, PTBA, JSMR, TLKM
   

 
BERITA EMITEN

KRAS : Perseroan menargetkan proses rekstrukturisasi utang bisa terealisasi hingga 100% hingga akhir tahun ini. Saat ini perseroan telah berhasil merekstrukturasi utang sebesar 78% dari total utang US$ 2,2 miliar.  Hasil restrukturisasi beragam, dari memperpanjang utang jangka pendek menjadi jangka panjang selama 9 tahun hingga menguangi bunga pinjaman menjadi 1%.
Bakal melakukan evaluasi terhadap pengoperasian fasilitas blast furnace yang dinilai kurang efisien dan membuat rugi perseroan membengkak. Adapun rugi peseroan membengkak hingga 466,91% menjadi US$ 211,91 juta hingga Q3-2019.
Rekomendasi : Netral
 
MLBI : Perseroan akan membagikan dividen interim dari laba kuartal III tahun ini. Perseroan akan membagikan dividen Rp 47 per saham atau setara dengan Rp 99,03 miliar pada 27 November 2019.
Rekomendasi : Netral
 
FAST : Perseroan masih terus menggelar ekspansi bisnis hingga tahun ini. Ekspani perseroan terutama melalui pembukaan gerai baru untuk memacu penjualan. Hingga akhir tahun ini perseroan akan menambah sekitar 18 gerai baru sebelum tutup tahun 2019. Hingga 30 September 2019, perseroan sudah memliki 727 gerai restoran di seluruh Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
EXCL : Lewat brand AXIS perseroan terus menyasar pelanggan anak muda dengan meluncurkan aplikasi AXIS-net. Dengan menambah 3 fitur baru ini perseroan berharap mampu mempermudah kebutuhan pelanggan milenial. Perseroan juga optimis bisa memnuhi target kinerja keuangan pada tahun ini bila merujuk pada pencapaian kuartal III. Perseroan mencatatkan pendapatan Rp 18,73 triliun , tumbuh 10,83% di bandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rekomendasi : Netral
 
MEGA : Hingga Q3-2019, mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp. 1,38 triliun atau tumbuh 22,12% secara tahunan. Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan laba operasional sebesar 34,07% secara tahunan menjadi Rp. 1,81 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih tumbuh tipis sebesar 1,48% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
LPCK : Hingga Q3-2019, membukukan total pendapatan sebesar Rp. 1,06 triliun atau turun 42% dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 1,84 triliun. Pendapatan pada Q3-2018 dikarenakan adanya penjualan tanah yang tidak berulang kepada PT. Mahkota Sentosa Utama (MSU) sebesar Rp. 838 miliar. Sementara dari bisnis seacra normal, pendapatan perseroan hingga Q3-2019 naik 5,8% dari Rp. 1 triliun menjadi Rp. 1,06 triliun. Sementara laba bersih turun dari Rp. 2,71 triliun menjadi Rp. 367 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
EMTK : Perseroan melalui anak usaha tidak langsung yakni PT. Elang Andalan Nusantara, menerbitkan surat utang konversi senilai US$ 110 juta. Pihak yang menyerap surat utang tersebut adalah API Hong Kong Investment Ltd yang dikendalikan oleh raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba Group. Hingga Q3-2019, perseroan membukukan pendapatan bersih sevesar Rp. 8,11 triliun atau naik 23,81% dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 6,55 triliun. Akan tetapi rugi bersih perseroan meningkat dari Rp. 507,47 miliar menjadi Rp. 959,44 miliar dikarenakan lonjakan beban penjualan dari Rp. 283 miliar menjadi Rp. 1,17 triliun dan rugi selisih kurs senilai Rp. 118,26 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Desember 201905 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 21,02 poin atau melemah –0,34% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.095,31 - 6.127,98. Sebanyak 256 [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Desember 201904 Dec 2019 09:06

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya meski secara terbatas. IHSG ditutup naik 3,84 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.107,64 - 6.148,37. [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Desember 201903 Dec 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 118,23 poin atau menguat 1,97% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.023,01 - 6.130,06. Sebanyak 284 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Desember 201902 Dec 2019 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 58,77 poin atau menguat 0,99% setelah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF