News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 8 November 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 51,92 poin atau melemah –0,84% setelah bergerak sideways dalam range 6.119,42 - 6.235,64. Sebanyak 308 saham ditutup melemah, 111 saham menguat dan 144 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Consumer dan Pertambangan masing-masing –1,71% dan –1,58%. Pergerakan IHSG pada awalnya berupaya membalikkan pelemahan di sesi sebelumnya dengan di buka menguat. Namun masih adanya sentimen negative eksternal dan domestik, menekan pergerakan IHSG hingga akhirnya ditutup melemah. Sentimen eksternal yani masih belum jelasnya waktu pelaksanaan penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Sementara sentimen penekan domestik masih datang dari pernyataan tegas Presiden Joko Widodo yang meminta industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit. Di sisi lain, investor asing mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. Rp. 1,2 triliun dimana saham-saham yang paling banyak dijual yakni BBRI (Rp. 683 miliar), TLKM (Rp. 133 miliar) dan BBCA (Rp. 125 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat dan mendorong indeks Dow dan indeks S&P mencatatkan rekor penutupan tertingginya. Indeks Dow ditutup menguat 0,66%, Indeks Nasdaq menguat 0,28% dan Indeks S&P menguat 0,27%. Menguatnya indeks tadi malam di tengah tanda-tanda terbaru dari kemajuan hubungan dagang AS-Tiongkok. Tiongkok mengatakan telah sepakat dengan AS untuk menghapus tarif secara bertahap, sementara Xinhua News Agency mengatakan bahwa Tiongkok juga mempertimbangkan untuk menghapus pembatasan impor unggas. Namun indeks indeks memangkas penguatannya di sesi perdagangan sore setelah Reuters melaporkan bahwa rencana pemerintah AS untuk menurunkan tarif Tiongkok menghadapi tantangan di internal dan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat. Kesepakatan perdagangan sementara AS-Tiongkok diperkirakan akan mencakup janji AS untuk membatalkan tarif yang dijadwalkan diberlakukan 15 Desember 2019 mendatang. Di sisi lain, rilis laporan keuangan terbaru memberikan sentimen positif tambahan terhadap laju indeks. Indeks teknologi S&P ditutup menguat 0,7% dengan saham Qualcomm naik 6,3% setelah memperkirakan laba kuartalan di atas perkiraan analis. Bersama dengan Qualcomm, produsen chip lainnya yang memiliki eksposur yang cukup besar ke Tiongkok juga naik, menopang indeks Philadelphia Semiconductor menguat 0,7%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,94% yang turut dipengaruhi oleh penguatan indeks di bursa Wall Street tadi malam yang dipicu oleh optimisme penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok dimana kedua negara dikabarkan sudah menemui kesepakatan meski belum jelas kapan penandatanganan kesepakatan tersebut.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan namun berpeluang untuk mengalami teknikal rebound. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6111/6057 - 6228/6290.

Cermati :
BRPT, CTRA, TLKM, ERAA, INKP, JSMR, LPPF
 

BERITA EMITEN

EXCL : Membuka lelang penjualan sekitar 3.200 - 3.300 menara telekomunikasi milik perseroan. Penjualan aset yang masuk dalam kategori transaksi material ini ditargetkan tuntas pada Q1-2020. Perseroan telah mengumumkan secara resmi lelang menara telekomunikasi tersebut pada 5 November 2019 yang lalu namun belum menetapkan valuasi atau target dana yang diraih dari aksi korporasi tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
AMRT : Membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 650,23 miliar hingga Q3-2019 atau naik 94% dibandingkan Q3-2018 yang sebesar Rp. 335,16 miliar. Adapun pendapatan bersih naik dari Rp. 49,60 triliun menjadi Rp. 54,11 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
GOOD : Membukukan peningkatan pendapatan sebesar 5,6% menjadi Rp. 6,34 triliun di Q3-2019 dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 6 triliun. Namun laba periode berjalan justru turun 11,86% dari Rp. 354 miliar menjadi Rp. 312 miliar. Penurunan  laba tersebut dipicu oleh kenaikan beban keuangan sebesar 34,54% menjadi Rp. 76,53 miliar dan kenaikan beban penjualan sebesar 4,31% dari Rp. 996 miliar menjadi Rp. 1,03 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
ASSA : Mendapatkan fasilitas kredit dari Bank BCA sebesar Rp. 370 miliar yang akan digunakan untuk membeli unit kendaraan baru perseroan yang akan disewakan kepada pelanggan dan diharapkan dapat berdampak positif terhadap pendapatan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
JRPT : Membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 740,84 miliar hingga Q3-2019 atau tumbuh 7,8% dibanding Q3-2018 yang sebesar Rp. 687,09 miliar. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan usaha sebesar 6% dari Rp. 958,5 miliar menjadi Rp. 1 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Perseroan memangkas target kontrak baru menjadi Rp 35 triliun – Rp 40 triliun. Target kontrak baru perseroan sudh di pangkas dua kali. Di awal 2019 perseroan menetapkan target kontrak baru Rp 55 triliun kemuadian di revisi ke Rp 40 triliun – Rp 44 triliun. Hingga kuartal III 2019, perseroan baru memperoleh kontrak baru Rp 15,12 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Perseroan memangkas target kontrak baru dari Rp 50,3 triliun menjadi Rp 45 triliun. Target pendapatan dan laba juga di potong. Taget pendapatan di pangkas dari Rp 30 triliu menjadi Rp 2 triliun dan laba di revisi menjadi Rp 1,5 triliun.
Rekomendasi : Netral

SSIA : Perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp 8,1 miliar hingga kuartal III 2019. Jumlah tersebut turun di banding kuartal III tahun lalu sebesar Rp 65,6 miliar. Namun pada akhir tahun ini perseroan memproyeksikan bisa membukukan laba . Laba di targetkan naik 300% dari realisasi tahun 2018. Hal ini akibat adanya hasil penjualan lahan yang akan terjadi pada kuartal IV 2019.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 Desember 201905 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 21,02 poin atau melemah –0,34% setelah bergerak melemah di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.095,31 - 6.127,98. Sebanyak 256 [ ... ]

Read more...
Morning Note 4 Desember 201904 Dec 2019 09:06

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya meski secara terbatas. IHSG ditutup naik 3,84 poin atau menguat 0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.107,64 - 6.148,37. [ ... ]

Read more...
Morning Note 3 Desember 201903 Dec 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 118,23 poin atau menguat 1,97% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.023,01 - 6.130,06. Sebanyak 284 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 2 Desember 201902 Dec 2019 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 58,77 poin atau menguat 0,99% setelah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF