News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 18 Agustus 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 8,44 poin atau menguat 0,16% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 170 saham di tutup naik, 245 saham di tutup turun dan 167 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak  5 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Pertambangan di susul oleh sektor Konsumer yang menguat masing – masing 0,95% dan 0,58%. Sentimen negatif perdagangan akhir pekan kemarin datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kembali memperpanjang PSBB untuk dua pekan ke depan hingga 27 Agustus mendatang. Hal ini kembali diputuskan lantaran kasus infeksi baru di ibu kota masih terus bertambah. Anies memaparkan jumlah terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 621 kasus baru sehingga total akumulasi kasus positif di DKI Jakarta menjadi 27.863. Kasus yang masih terus melonjak baik skala nasional terutama di DKI Jakarta semakin membuat prospek ekonomi Tanah Air penuh ketidakpastian ke depannya. Sentimen negatif juga datang dari negeri tetangga. Bank sentral Malaysia pada jumat lalu melaporkan produk domestic bruto (PDB) kuartal II-2020 mengalami kontraksi 17,1% year-on-year (YoY). Kontraksi merupakan yang pertama sejak 2009, dan menjadi yang terburuk sepanjang sejarah. Di kuartal I-2020, PDB Malaysia masih tumbuh 0,7% YoY. Kontraksi tersebut juga lebih dalam dari hasil survei Reuters terhadap 11 ekonom yang memprediksi kontraksi di kisaran -5,6% sampai -13,6%. Sementara itu jika dilihat secara kuartalan, PDB Malaysia mengalami kontraksi 16,5% di kuartal II, sementara kuartal I kontraksinya sebesar 2% QtQ. Sehingga Malaysia sah mengalami resesi teknikal. Investor mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 335 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni MNCN, BBNI, FREN, UNTR, MDKA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,31%. Sementara indeks Nasdaq dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 1,00% dan 0,27%. Naiknya harga saham Nvidia sebesar 6,68% serta harga saham sektor teknologi lainnya mendorong penguatan indeks Nasdaq dan S&P. Sementara melemahnya saham Boeing sebesar -3.41% serta beberapa saham lainnya seperti American Express, JP Morgan dan Goldman Sachs, mendorong melemahnya indeks Dow. Perdagangan tadi malam juga dipengaruhi oleh sikap investor yang menantikan risalah rapat The Fed AS bulan lalu yang akan diumumkan pada Rabu mendatang untuk mengetahui pandangan The Fed secara menyeluruh terkait pemulihan ekonomi. Di sisi lain, investor juga mencermati dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang. Sementara itu dari sisi laporan keuangan kuartalan, sebanyak 457 emiten dalam indeks S&P telah merilis kinerjanya dimana sebanyak 81,4% mencatat kinerja yang melampaui ekspektasi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 0,005% dimana pergerakan indeks Nikkei hari ini rawan akan tekanan aksi profit taking, tekanan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta tekanan minimnya katalis positif.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan tekanan. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5228/5208 – 5261/5275.

Cermati :
TLKM, BRPT, HMSP, INTP, JSMR, PTBA
 

BERITA EMITEN

JSMR : Perseroan akan menerbitkan obligasi dengan target emisi sebanyak-sebanyaknya Rp2 triliun. Emisi ini merupakan bagian dari PUB II senilai total Rp4,5 triliun. Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk modal kerja, diantaranya namun tidak terbatas pada pemeliharaan jalan tol dan sarana penunjang jalan tol, serta peningkatan fasilitas dan sarana penunjang jalan tol.
Rekomendasi : Netral
 
TOWR : Perseroan masih menyisakan belanja modal sebesar Rp 2 triliun dari total anggatan tahun ini yang mencapai Rp 5,7 triliun. Sedangkan penggunaan belanja modal semester II tahun ini cenderung lebih rendah dari belanja modal semester I-2020. Namun, langkah tersebut tersebut tidak lantas membatasi target pertumbuhan pendapatan perseroan mencapai 14-15% sepanjang tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
WOOD : Hingga akhir tahun 2020 perseroan menargetkan kenaikan pendapatan hingga 20% dengan menggenjot ekspor. Target ini tak lepas dari potensi pasar ekspor yang masih luas pada negara seperti Amerika Serikat yang sedang berseteru dengan Tiongkok, yang merupakan pasar furnitur terbesar.  Saat ini, penetrasi furnitur asal Tiongkok di AS  berkurang, seiring meningkatnya tensi perang dagang dengan Tiongkok. Hal ini menjadi peluang yang besar bagi perseroan untuk masuk mengisi kekurangan pada pasar ekspor.
Rekomendasi : Netral
 
MYOR : Perseroan akan menawarkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Obligasi Berkelanjutan II Mayora Indah Tahap I Tahun 2020 ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan Mayora Indah dengan target dana total Rp 2 triliun. Perseroan akan menggunakan dana obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan, yaitu PT Torabika Eka Semesta untuk pembiayaan modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 
ACST : Perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 262 per saham. Dengan penawaran 5,72 miliar saham, maka perseroan akan mengantongi dana segar Rp 1,50 triliun. Perseroan menggelar rights issue jumbo sebesar 89,11% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Artinya, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terdilusi kepemilikannya sebesar 89,11%. PT Karya Supra Perkasa yang merupakan pemegang 50,10% perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimiliki  sert bertindak sebagai pembeli siaga dalam PUT II.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 Oktober 202021 Oct 2020 09:06

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -26,49 poin atau melemah -0,52% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 318 saham di tutup turun, 112 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 202019 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 1,74 poin atau melemah -0,03% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 228 saham di tutup turun, [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Oktober 202015 Oct 2020 08:55

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 43.83 poin atau menguat 0,85% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup naik, 217 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF