News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 6 Januari 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup menguat 39.88 poin atau naik 0.63% setelah bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 204 saham di tutuo naik, 186 saham di tutup turun dan 154 saham di tutup stagnan. Secara sektoral  sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dimana kenaikan terbesar di pimpin oleh sektor industry dasar di susul sektor infrastruktur dimana masing masing di tutup menguat 1,31% dan 1,23%. Aksi beli asing di pasar regular yang mencapai Rp 680 miliar tutur menopang penguatan IHSG dimana saham saham yang paling banyak di beli BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, MDKA. Kinerja IHSG pada perdagangan kemarin berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru bergerak di zona merah.Bursa asia melemah selepas pasar AS alias Wall Street mencetak rekor di level tertinggi sepanjang masa. Tinggi nya ekspektasi bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham AS.Hal tersebut di ungkapkan oleh presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan dagang tahap satu dengan china akan di teken di gedung putih pada tanggal 15 januari mendatang. Donald trump juga mengungkapkan bahwa dirinya akan bertandang ke beijing untuk memulai negosiasi terkait kesepakatan dagang tahap dua.
 
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,81%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,79% dan Indeks S&P terkoreksi –0,71%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh sentimen negative terbaru terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara AS dan Iran paska serangan udara AS ke wilayah Irak, yang menewaskan Mayor Jendral Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elit Iran Quds. Tindakan AS tersebut memicu kemarahan Iran yang berjanji akan membalasnya. Dan sentimen tersebut kemudian mendorong meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, sentimen negative datang dari kontraksi yang lebih besar dari perkiraan di sektor manufaktur AS yang meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi.  Data tersebut yakni ISM Manufacturing PMI periode Desember 2019 yang tercatat turun dari 48,1 ke 47,2 (di bawah ekspektasi yang sebesar 49,0). Dalam komponen indeks S&P, saham perbankan mengalami penurunan sebesar 1,6% dan menjadi penekan terbesar indeks setelah yield US Treasury berada di level terendahnya sejak 12 Desember 2019. Saham maskapai penerbangan juga mengalami tekanan paska melonjaknya harga minyak sebesar 3%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,42% setelah libur Tahun Baru selama  dua hari. Ketegangan geo politik di kawasan Timur Tengah antara AS-Iran yang penekan utama. Selain bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut mengalami pelemahan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi rawan akan tekanan khususnya tekanan eksternal yakni ketegangan di Timur Tengah yang juga menekan pergerakan indeks di bursa kawasan regional. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6300/6276 - 6335/6347.

Cermati :
ELSA, ANTM, PGAS, TLKM, WSKT
 

BERITA EMITEN

UNTR : Menetapkan target penjualan alat berat yang konservatif pada tahun ini. Hal tersebut sejalan dengan kondisi bisnis yang dinilai masih tidak jauh berbeda dengan tahun 2019. Penjualan alat berat di tahun 2020 ditargetkan sekitar 2.900 - 3.000 unit. Untuk penjualan emas, perseroan menargetkan sekitar 360.000 oz - 370.000 oz, lebih rendah dari target 2019 yang sebesar 400.000 oz.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : Mengalokasikan belanja modal sebesar Rp. 2 triliun pada 2020. Salah satu fokus ekspansi perseroan adalah menjajaki peluang pembentukan usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan tambang asal Tanzania, State Mining Corporation (Stamico). Capex 2020 akan digunakan untuk eksplorasi tambang, pembangunan fasilitas smelter baru, pemeliharaan alat-alat produksi, pengadaan kapal dan pengembangan anak usaha perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
GIAA : Menyatakan batal menerbitkan sukuk senilai US$ 900 juta, yang rencananya digunakan untuk refinancing utang-utang yang dimiliki perseroan. Laporan keuangan yang belum selesai menjadi penyebab utama batalnya aksi korproasi tersebut. Untuk tahun 2020, perseroan akan fokus melakukan reprofiling utang yang saat ini memiliki total outstanding sekitar US$ 850 juta yang terdiri dari sukuk global senilai US$ 500 juta dan sekitar US$ 400 juta merupakan utang jangka pendek dari modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 
PTBA : Harus segera melego kembali saham treasuri. Batas waktu penjualannya pada Desember 2021 dimana jumlah saham treasuri yang dimiliki sebanyak 330,29 juta saham atau setara dengan 2,87% dari seluruh total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan akan mengalihkan saham treasuri tersebut sebelum waktu jatuh tempo dengan cara melakukan private placement.
Rekomendasi : Netral
 
PWON : Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2,2 triliun pada tahun ini. lebih besar di banding tahun lalu yang sebesar Rp 1,89 triliun. Dari anggaran itu sebesar Rp 800 miliar akan di gunakan untuk membeli lahan baru di bekasi. Sisanya akan digunakan untuk melanjutkan proyek Pakuwon Mall Surabaya, East Coast Mansion, serta proyek di kota kasablanka.
Rekomendasi : Netral
 
PPRO : Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut sama seperti tahun lalu. Penetapak jumlah tersebut lebih karena pergeseran waktu realisasi. Dani capex tersebut sebesar 40% akan di gunakan untuk pengadaan lahan, 18% investasi di anak perusahaan, dan 42% akan di gunakan untuk pembangunan mall dan hotel.
Rekomendasi : Netral
 
BULL : Perseroan berencana membeli delan unit kapal tanker minyak. Untuk memuluskan rencana tersebut perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 160 juta. Sumber dana capex akan berasal dari pinjaman perbankan dalam negeri dan luar negeri. Sejalan dengan penambahan kapal, perseroan berharap bisa mengerek tingkat utilitas kapal. Perseroan memasang target rata rata utilitas kapal di atas 95%
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF