Morning Note 7 Januari 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun –66.06 poin atau melemah –1.04%setelah bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 282 saham di tutup turun, 132 saham di tutup naik dan 153 saham di tutup stagnan. Secara sektoral sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor industry dasar disusul oleh sektor pertanian dimana masing masing di tutup –2,87% & -2,85%. Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 150 miliar turut menekan IHSG, dimana saham saham yang paling banyak di jual BBCA, LPPF, ASII, PWON, WIKA. Kinerja IHSG senada dengan kinerja bursa saham utama kawasan asia yang di transaksikan di zona merah di tengah meningkatnya ketegangan di timur tengah pasca serangan udara amerika serikat di irak yang menewaskan seorang jendral iran pada jumat lalu. Disisi lain Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS telah mengindetifikasi 52 situs vital Iran yang akan di hantamnya jika pemerintah iran melakukan pembalasan atas kematian jendralnya. Donald Trump juga mengancam akan melakukan pembalasan besar jika Iran melakukan pembalasan dan bersumpah akan menjatuhkan sanksi terhadap Irak jika pasukan AS di usir dari negara itu.
Indeks di bursa Wall Street tadi malah di tutup kompak menguat. Indeks Dow di tutup menguat 0.24%, Indkes Nasdaq di tutup menguat 0.56% dan Indeks S&P di tutup menguat 0.35%. Menguatnya indeks tadi malam ditopang oleh kenaikan saham-saham teknologi dan internet di tengah-tengah adanya eskalasi tensi di Timur Tengah antara AS dan Iran paska serangan udara AS yang menewaskan petinggi militer Iran. Kekhawatiran terhadap geopolitik tersebut sempat mendorong indeks bergerak melemah dimana indeks Dow secara intra day sempat melemah –0,76%, Indeks Nasdaq sempat melemah –0,86% dan Indeks S&P sempat melemah –0,62%. Namun indeks kemudian berhasil rebound dan ditutup menguat yang tampaknya dipengaruhi oleh sikap investor yang memperkirakan bahwa konflik AS-Iran hanyalah konflik geopolitik yang biasanya terjadi dalam waktu singkat dan meyakini bahwa konflik tersebut akan berumur pendek. Menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam menjadi anomali di tengah-tengah penurunan di bursa saham global akibat ketegangan geo politik AS dan Iran tersebut.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,50%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut turut didorong oleh reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam yang mengesampingkan ketegangan geopolitik AS-Iran, serta juga didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Senada dengan bursa Jepang, indeks di bursa kawasan regional juga turut bergerak positif.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat mengikuti reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6240/6222—6288/6318.
Indeks di bursa Wall Street tadi malah di tutup kompak menguat. Indeks Dow di tutup menguat 0.24%, Indkes Nasdaq di tutup menguat 0.56% dan Indeks S&P di tutup menguat 0.35%. Menguatnya indeks tadi malam ditopang oleh kenaikan saham-saham teknologi dan internet di tengah-tengah adanya eskalasi tensi di Timur Tengah antara AS dan Iran paska serangan udara AS yang menewaskan petinggi militer Iran. Kekhawatiran terhadap geopolitik tersebut sempat mendorong indeks bergerak melemah dimana indeks Dow secara intra day sempat melemah –0,76%, Indeks Nasdaq sempat melemah –0,86% dan Indeks S&P sempat melemah –0,62%. Namun indeks kemudian berhasil rebound dan ditutup menguat yang tampaknya dipengaruhi oleh sikap investor yang memperkirakan bahwa konflik AS-Iran hanyalah konflik geopolitik yang biasanya terjadi dalam waktu singkat dan meyakini bahwa konflik tersebut akan berumur pendek. Menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam menjadi anomali di tengah-tengah penurunan di bursa saham global akibat ketegangan geo politik AS dan Iran tersebut.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,50%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut turut didorong oleh reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam yang mengesampingkan ketegangan geopolitik AS-Iran, serta juga didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Senada dengan bursa Jepang, indeks di bursa kawasan regional juga turut bergerak positif.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat mengikuti reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6240/6222—6288/6318.
Cermati :
ASII, TLKM, BBRI, ITMG, PTBA, HMSP
KBLM : Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun ini.Tahun ini perseroan hanya meneruskan proyek kontrak dari PLN. Sebab, kontrak dengan PLN baru berjalan setengahnya pada tahun 2019. Target kontribusi penjualan kabel kepada PLN masih sama dengan tahun lalu yakni 30% dari total penjualan bersih.
Rekomendasi : Netral
POLA : Perseroan menargetkan perolehan pendapatan tahun ini sebesar Rp 150 miliar, naik 7,14$ dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 140 miliar. Perseroan juga memasang target pertumbuhan aset menjadi Rp 530 miliar, rumbuh daru target 2019 yang sebesar Rp 426,31 miliar.
Rekomendasi : Netral
ELTY : Perseroan melalui anak usahnya PT Graha Andrasentra Propertinod Tbk (JGLE) melunasi utang senilai Rp 58,3 miliar kepada PT Amerasia International. Pelunasan pinjaman ini merupakan bagian dari restrukturisasi perseroan. Perseroan melunasi pinjaman dengan mengalihkan aset berupa piutang sebesar Rp 58,3 miliar kepada amerasia.
Rekomendasi : Netral
RAJA : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp US$ 28,24 juta pada tahun ini. Dana tersebut akan di alokasikan kepada sejumlah proyek investasi dan pemeliharaan aset perseroan. Sumber dana sebagian besar berasal dari pinjaman perbankan dan internal perseroan.
Rekomendasi : Netral
BUMI : Mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 50 juta—US$ 60 juta pada tahun ini. Anggaran tersebut sama dengan tahun lalu. Dana tersebut akan di gunakan untuk perawatan dan pemeliharaan yang akan di biayai sendiri oleh kaltim prima coal dan arutmin. Perseroan menargetkan tahun ini bisa meningkatkan output sebesar 5% dari penjualan tahun lalu.
Rekomendasi : Netral
ACST : Menganggarkan belanja modal sebesar Rp 100 miliar—Rp 150 miliar sepanjang tahun ini. Dana tersebut akan di alokasikan untuk kebutuhan pengadaan alat proyek dimana pendanaan berasal dari kas internal.
Rekomendasi : Netral
DILD : Mengalokasikan belanja modal sebesar Rp. 1,5 triliun untuk pengembangan proyek baru dan proyek existing, pada tahun ini. Setidaknya, ada tiga proyek baru yang siap diluncurkan guna menopang kinerja. Selain pengembangan proyek residensial, perseroan juga akan melakukan ekspansi ke pengembangan kawasan industri. Pada tahun 2020, perseroan akan memulai pengambangan tahap pertama proyek kawasan industri baru yang berlokasi di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur seluas 287 ha.
Rekomendasi : Netral
PSSI : PT. Indoprima Marine, pemegang saham mayoritas perseroan, menambah porsi kepemilikan sahamnya dengan membeli sebanyak 2,39 juta saham sehingga Indoproma menguasai 455,37% saham perseroan.
Rekomendasi : Netral
MAPA : Menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20% pada tahun ini yang akan didorong oleh ekspansi sejumlah gerai. Hingga Q3-2019, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 18,66% secara tahunan menjadi Rp. 5,35 triliun dan laba bersih tumbuh 166,19% secara tahunan menjadi Rp. 542,23 miliar. Pertumbuhan kinerja perseroan tersebut didorong oleh penerapan strategi ritel multitier yang unik di gerai fisik dan digital.
Rekomendasi : Netral
BBNI : Meyakini volume penjualan dari transaksi kartu kredit akan mulai kembali bertumbuh dua digit menjadi 10%-12% secara tahunan sepanjang tahun 2020. Sementara volume penjualan transaksi kartu kredit perseroan sepanjang 2019 lalu mengalami kenaikan kurang lebih 6% secara tahunan menjadi Rp. 41 triliun.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










