News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 16 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 42.04 point atau melemah -0.66% setelah bergerak sideways sepanajng sesi perdagangan. Sebanyak 285 saham di tutup turun, 121 saham di tutup naik dan 137 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor perkebunan di susul sektor pertambangan yang masing - masing di tutup turun -2,94% dan -1,78%. Aksi jual asing di saham saham unggulan seperti TLKM, UNTR, HMSP, BBNI turut menekan IHSG. IHSG melemah sejalan dengan mayoritas kwasan utama bursa asia yang di tutup melemah menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS - Tiongkok. Melemahnya bursa asia akibat sentimen komentar dari Menteri Keuangan AS bahwa AS akan tetap menerapkan tarif atas barang - barang impor asal Tiongkok sampai penyelesaian tahap kedua dari perjanjian perdagangan AS - Tiongkok yang memicu beberapa aksi ambil untung aset beresiko seperti saham. Sentimen itu muncul beberapa jam sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama yang akan meredakan perang dagang yang telah berlangsung selama 18 bulan. Dari dalam negeri, BPS mencatatkan neraca perdagangan desember 2019 defisit sebesar US$ 28,2 juta. Defisit tersebut terjadi seiring dengan nilai impor desember 2019 yang mencapai US$ 14,50 miliar di bandingkan dengan kinerja nilai ekspor desember 2019 yang mencapai US$ 14,47 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,31% dan Indeks S&P menguat 0,19% sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Sementara Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,08%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen AS dan Tiongkok yang telah menandatangani perjanjian dagang fase pertama dan berjanji untuk menyelesaikan sengketa tarif impor. Dilansir dari Reuters, inti dari kesepakatan dagang adalah bahwa Tiongkok berjanji untuk membeli produk pertanian AS serta barang dan jasa lainnya senilai lebih dari US$ 200 miliar selama dua tahun, meningkat dari pembelian pada tahun 2017 yang senilai US$ 186 miliar. Perjanjian perdagangan tersebut kemudian membuka jalan bagi investor untuk fokus pada laporan pendapatan kuartalan emiten, termasuk pandangan yang diberikan oleh emiten mengenai kesepakatan dagang tersebut. Di sisi lain, Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan menghapus semua tarif AS pada impor Tiongkok segera setelah kedua negara menyelesaikan perjanjian perdagangan fase kedua, dimana negosiasi dagang akan segera dimulai. Sementara dari sisi rilis laporan keuangan emiten, saham Bank of America melemah –1,81% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan namun memproyeksikan pendapatan bunga bersih yang lemah pada semester I-2020, sehingga mendorong indeks keuangan S&P turun 0,55%. Saham Goldman Sachs melemah –0,2% setelah melaporkan penurunan laba yang lebih besar dari perkiraan karena menyisihkan lebih banyak modal untuk menutupi biaya hukum.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,18% yang turut dipicu oleh penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase pertama. Sentimen tersebut juga turut mendorong pergerakan positif indeks di kawasan regional.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan sentimen positif eksternal. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6243/6203—6336/6389.

Cermati :
WSKT, BRPT, BSDE, INTP, UNVR
 
    

        
BERITA EMITEN

TRIN : Setelah menggelar perhelatan IPO kemarin, perseroan meraup dana segar sebesar Rp 218,6 miliar. Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp 800 miliar - Rp. 900 miliar. Jumlah tersebut naik hingga 100%-125% dari target tahun lalu yang sebesar Rp 400 miliar. Marketing sales utamanya di dapatkan dari proyek di Serpong dan Batam. Perseroan juga memproyeksikan laba bersih sebesar Rp. 110 miliar pada tahun 2020.
Rekomendasi : Netral
 
AALI : Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,3 triliun - Rp 1,6 triliun sepanjang tahun ini. Dana tersebut akan di gunakan untuk ekstensi kapasitas pabrik dan fasilitas kerja yang tertunda pada tahun sebelumnya. Namun alokasi belanja modal itu bisa berubah sewaktu - waktu, pasalnya kas perseroan tergantung dai harga jual CPO yang fluktuatif.
Rekomendasi : Netral
 
LPKR : Perseroan telah menerbitkan obligasi global senilai US$ 325 juta dengan kupon 8,12% yang akan jatuh tempo pada 2025. Dana hasilobligasi tersebut akan di gunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo pada 2022.Penerbitan obligasi baru ini di dukung oleh global book runners di antaranya Credit Suisse, BNP Paribas dan Deutche Bank. Disisi lain perseroan sedang dalam tahap akhir mencairkan fasilitas pinjaman untuk membayar kembali sisa utang obligasi senilai US$ 100 juta.
Rekomendasi : Netral
 
KOTA : Telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO saham sebesar Rp. 115,03 miliar per Desember 2019 atau setara daengan 62% dari perolehan dana IPO yang sebesar Rp. 186 miliar. Dana tersebut sebesar rencananya sebesar Rp. 100 miliar digunakan untuk akusisi lahan yang berlokasi di Soreang-Jawa Barat. Sementara sebesar Rp. 78 miliar digunakan untuk modal kerja operasional perseroan dan anak usaha. Perseroan memiliki proyek jangka panjang untuk membangun kota mandiri di Soreang secara bertahap dengan luas total lahan 500 ha.
Rekomendasi : Netral
 
ARTO : Wealth Track Technology Ltd, perusahaan yang dikendalikan oleh Patrick Sugito Walujo, berencana kembali mengucurkan modal untuk perseroan. Langkah tersebut guna mendukung perseroan menjadi bank digital.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Menyiapkan belanja modal tahun 2020 sebesar US$ 340 juta, turun dibanding belanja modal tahun 2019 yang sebesar US$ 350 juta. Dari capex tersebut, sebanyak US$ 280 juta dialokasikan untuk segmen bisnis minyak dan gas sedangkan sebesar US$ 60 juta akan digunakan untuk bisnis kelistrikan.
Rekomendasi : Netral
  

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF