Morning Note 17 Januari 2020
IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,68 poin atau menguat 0,04% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.255,49 - 6.299,54. Sebanyak 195 saham ditutup menguat, 189 saham melemah dan 169 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak enam sektor menopang penguatan IHSG dengan sektor Agri dan Perdagangan memimpin penguatan masing-masing 1,48% dan 1,09%. Penguatan IHSG kemarin dipengaruhi oleh sentimen positif eksternal terkait ditandataanganinya kesepakatan dagan AS-Tiongkok tahap pertama yang menjadi awal dari berakhirnya perang dagang yang berlarut-larut. Sentimen kemudian tersebut mendorong aksi beli di bursa kawasan regional termasuk bursa domestik. Namun aksi beli tersebut kemudian dimanfaatkan oleh investor asing untuk melakukan aksi profit taking yang sempat mendorong IHSG bergerak melemah sebelum akhirnya ditutup menguat terbatas. Investor asing tercatat melakukan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp. 831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual antara lain BMRI, TLKM, LPPF, BBCA dan ASII.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat dan mencatatkan rekor tertinggi barunya dan indeks S&P yang untuk pertama kalinya ditutup di atas level 3.300. Indeks Dow ditutup menguat 0,92%, Indeks Nasdaq menguat 1,06% dan Indeks S&P menguat 0,84%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh kenaikan saham sektor teknologi, data penjualan ritel yang solid dan kinerja positif dari Morgan Stanley. Saham Morgan Stanley melonjak 6,61% dan memimpin penguatan indeks S&P setelah mencatatkan laba kuartalan di atas estimasi dan meningkatkan target kinerja. Sentimen selanjutnya datang dari data ekonomi terbaru AS yakni penjualan ritel yang tercatat naik 0,3% pada Desember 2019 yang sejalan dengan perkiraan para ekonom. Data ritel tersebut menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019 dan meredakan kekhawatiran tentang kesehatan sektor tersebut setelah penjualan liburan yang mengecewakan dari Target Corp dan JC Penney. Di sisi lain, saham sektor teknologi juga mencatatkan kinerja positif. Indeks teknologi informasi naik 1,4% dan memimpin kenaikan di antara sektor-sektor utama indeks yang didukung oleh naiknya saham Microsoft 1,8% dan saham produsen chip yang melonjak menyusul peningkatan proyeksi proyeksi produsen chip. Sedangkan dari sisi perdagangan, Tiongkok diperkirakan akan mendorong pembelian barang dan jasa AS sebagai imbalan atas pencabutan sejumlah tarif sebagai bagian dari kesepakatan tetapi beberapa masalah pelik belum terselesaikan.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,71% yang mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street dan melemahnya nilai tukar Yen. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga mayoritas bergerak positif.
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan adanya sentimen positif eksternal. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6261/6236 - 6305/6324.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat dan mencatatkan rekor tertinggi barunya dan indeks S&P yang untuk pertama kalinya ditutup di atas level 3.300. Indeks Dow ditutup menguat 0,92%, Indeks Nasdaq menguat 1,06% dan Indeks S&P menguat 0,84%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh kenaikan saham sektor teknologi, data penjualan ritel yang solid dan kinerja positif dari Morgan Stanley. Saham Morgan Stanley melonjak 6,61% dan memimpin penguatan indeks S&P setelah mencatatkan laba kuartalan di atas estimasi dan meningkatkan target kinerja. Sentimen selanjutnya datang dari data ekonomi terbaru AS yakni penjualan ritel yang tercatat naik 0,3% pada Desember 2019 yang sejalan dengan perkiraan para ekonom. Data ritel tersebut menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019 dan meredakan kekhawatiran tentang kesehatan sektor tersebut setelah penjualan liburan yang mengecewakan dari Target Corp dan JC Penney. Di sisi lain, saham sektor teknologi juga mencatatkan kinerja positif. Indeks teknologi informasi naik 1,4% dan memimpin kenaikan di antara sektor-sektor utama indeks yang didukung oleh naiknya saham Microsoft 1,8% dan saham produsen chip yang melonjak menyusul peningkatan proyeksi proyeksi produsen chip. Sedangkan dari sisi perdagangan, Tiongkok diperkirakan akan mendorong pembelian barang dan jasa AS sebagai imbalan atas pencabutan sejumlah tarif sebagai bagian dari kesepakatan tetapi beberapa masalah pelik belum terselesaikan.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,71% yang mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street dan melemahnya nilai tukar Yen. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga mayoritas bergerak positif.
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan adanya sentimen positif eksternal. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6261/6236 - 6305/6324.
Cermati :
BRPT, BSDE, INTP, TLKM, BBNI, WSKT.
BERITA EMITEN
BBTN : Meraih dana segar sebesar US$ 300 juta dari penerbitan junior global bond (tier 2 capital). Aksi perdana perseroan tersebut meraih kelebihan permintaan (oversubscribed) dari para investor asing hingga US$ 3,6 miliar atau 12,3 kali. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat modal dan mengantisipasi pertumbuhan di masa mendatang.
Rekomendasi : Netral
PTPP : Menggandeng China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco) untuk membangun smelter grade alumina refinery dengan potensi nilai investasi mencapai US$ 850 juta. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada tahun 2020. Smelter berkapasitas satu juta ton tersebut milik PT. Borneo Alumina Indonesia yang merupakan perusahaan patungan milik PT. Inalum dan PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berlokasi di Kabupaten Mempawah-Kalimantan Barat.
Rekomendasi : Netral
HRTA : Menargetkan bisa memiliki 100 toko emas pada tahun 2020 atau dua kali lipat dari jumlah saat ini yang sebanyak 50 toko. Investasi untuk proyek tersebut berkisar Rp. 200 miliar - Rp. 250 miliar.
Rekomendasi : Netral
APEX : Berencana melakukan penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) yang akan dikonversi dengan saham baru. Emisi akan dilakukan melalui mekanisme penambahan modal tanpa HMETD atau private placement dengan tujuan untuk membayar sebagian utang perseroan terhadap kreditor sindikasi luar negeri dan utang QNB.
Rekomendasi : Netral
LMAS : Menargetkan peningkatan penjualan pada 2020 sebesar 7,5%. Sedangkan pertumbuhan penjualan tahun lalu diperkirakan mencapai 10%.
Rekomendasi : Netral
SLIS : Membidik kenaikan pendapatan sebesar 30% pada tahun ini menjadi sekitar Rp. 530 miliar. Target tersebut didukung optimisme terhadap permintaan kendaraan listrik. Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan target produksi kendaraan listrik menjadi 70.000 unit tahun ini dengan rincian 40.000 unit sepeda listrik dan 30.000 motor listrik.
Rekomendasi : Netral
SHIP : Perseroan melalui anak usahanya, PT Suasa Benua Sukses mengantongi kontrak senilai US$265,17 juta. Nilai kontrak yang semula US$126,36 juta menjadi US$256,17 juta dengan jangka waktu kontrak hingga 26 Februari 2023, dikarenakan SBS dan Petrochina melakukan perpanjangan masa sewa serta perubahan nilai kontrak. Untuk belanja modal tahun 2020, perseroan mengalokasikan sebesar US$ 10 juta - US$ 15 juta yang akan digunakan untuk membeli kapal baru terkait tender yang diterima.
Rekomendasi : Netral
UCID : Perseroan telah merealisasikan sebesar 24% dari dana hasil penawaran umum perdana untuk membayar utang kepada Unicharm Corporation senilai Rp274,97 miliar. Perseroan masih memiliki sisa dana IPO senilai Rp882 miliar. Rencananya, 65% di antaranya atau senilai Rp752 miliar akan digunakan untuk belanja modal. Selain itu, 20% untuk membayar utang senilai Rp231 miliar dan 15% sisanya untuk modal kerja senilai Rp173,5 miliar. Mayoritas belanja modal perseroan dialokasikan untuk ekspansi berupa penambahan line produksi, terutama di segmen produk pembalut wanita dan popok dewasa.
Rekomendasi : Netral
ITIC : Perseroan telah menyerap seluruh dana hasil IPO senilai total Rp51,6 miliar untuk membeli bahan baku tembakau. Perseroan mayoritas mengalokasikan pembelian tembakau di segmen wilayah Jawa Tengah senilai Rp25,8 miliar atau sebesar 50% dari alokasi dana. Selanjutnya, 49% dialokasikan untuk segmen wilayah Jawa Timur senilai Rp25,4 miliar. Sisanya sebesar 1% untuk wilayah Lombok senilai Rp370 juta.
Rekomendasi : Netral
TPIA : Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,17 miliar saham dengan nilai nominal Rp200 per saham. Dana yang diperoleh seluruhnya akan digunakan untuk membiayai konstruksi dan operasional dari kompeks petrokimia baru PT Chandra Asri Perkasa yang merupakan anak usaha perseroan.
Rekomendasi : Netral
ELSA : Perseroan mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 1 triliun pada tahun ini. Ada tiga tujuan penggunaan dana belanja modal pada tahun ini, yakni mendorong pertumbuhan bisnis, pengelolaan kapasitas serta pengembangan bisnis baru.
Rekomendasi : Netral
ACES : Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 250 miliar sepanjang tahun ini yang berasal dari kas internal. Dana tersebut akan di gunakan untuk membuka 10 -15 gerai baru. Perseroan juga menargetkan pendapatan tahun ini bisa tumbuh 8%-9% secara yoy.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










