Morning Note 21 Januari 2020
IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 46,61 poin atau melemah –0,74% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.240,19 - 6.312,99. Sebanyak 281 saham ditutup melemah, 124 saham menguat dan 136 saham stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor yang diperdagangkan mengalami pelemahan dengan sektor Pertambangan dan Agri memimpin pelemahan masing-masing sebesar –1,73% dan –1,40%. Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 298 miliar turut menekan IHSG di mana saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, BBNI, HMSP, LPPF, ASII. IHSG tertekan akibat demo buruh yang menentang rancangan undang - undang Omnibus Law Cipta Lapangan kerja membuat situasi yang kurang kondusif yang berimplikasi negatif terhadap kinerja IHSG, terutama sektor manuaktur. Dalam RUU Omnibus Law pemerintah berupaya mensejahterakan pekerja dan pengusaha. Peraturan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tidak menghilangkan poin poin utama di dalam peraturan ketenagakerjaan sebelumnya, namun ada penambahan beberapa poin yang di anggap lebih pro kepada pengusaha. Pasar juga cenderung bersikap hati - hati menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan di laksanakan pada 22-23 Januari 2020 mendatang. Ada proyeksi Bank Indonesia akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 poin menjadi 4,75%, namun banyak pengamat yang mengatakan Bank Indonesia masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 5% akibat penguatan mata uang rupiah yang begitu tajam.
Bursa Wall Street tadi malam tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional Marthin Luther King Jr. Untuk perdagangan nanti malam, pergerakan indeks di bursa Wall Street diperkirakan akan dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan emiten Q4-2019, sentimen pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi global oleh IMF serta optimisme terhadap perekonomian AS dan global paska kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase satu.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah-0,04%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut dipengaruhi oleh minimnya sentimen positif, liburnya bursa Wall Street tadi malam, aksi profit taking dan sikap wait & see investor terhadap hasil rapat Bank Of Japan. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional mayoritas bergerak melemah. Sentimen pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi global oleh IMF juga turut mempengaruhi pergerakan indeks di bursa Jepang dan kawasan regional.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring dengan minimnya sentimen positif. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6219/6193 - 6292/6339.
Bursa Wall Street tadi malam tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional Marthin Luther King Jr. Untuk perdagangan nanti malam, pergerakan indeks di bursa Wall Street diperkirakan akan dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan emiten Q4-2019, sentimen pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi global oleh IMF serta optimisme terhadap perekonomian AS dan global paska kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase satu.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah-0,04%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut dipengaruhi oleh minimnya sentimen positif, liburnya bursa Wall Street tadi malam, aksi profit taking dan sikap wait & see investor terhadap hasil rapat Bank Of Japan. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional mayoritas bergerak melemah. Sentimen pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi global oleh IMF juga turut mempengaruhi pergerakan indeks di bursa Jepang dan kawasan regional.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring dengan minimnya sentimen positif. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6219/6193 - 6292/6339.
Cermati :
UNVR, INTP, BBNI, BRPT, JSMR, EXCL
PPRO : Menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020 senilai Rp. 1,2 triliun. Surat utang tersebut menawarkan kupon sebesar 9,4% hingga 10,25%. Dana yang diperoleh nantinya sebesar 41,94% akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang atau refinancing utang, sebesar 32,89% untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha guna meningkatkan recurring income dan sisanya 25,17% untuk moedal kerja. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp. 346 miliar. Untuk mencapai target laba tersebut, perseroan melakukan pemasaran baru sebesar Rp. 2,6 triliun yang mana sebesar Rp. 2,27 triliun atau setara dengan 87,3% adalah saldo pemasaran hingga akhir 2019. Dengan begitu, target pemasan tahun 2020 hanya sebesar Rp. 821 miliar. Meski demikian, perseroan optimistis marketing sales tahun ini bisa mencapai Rp. 3,8 triliun.
Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 887 miliar sepanjang tahun ini. Belanja modal tersebut paling banyak akan di gunakan untuk melanjutkan proyek - proyek carry over, proyek residensial dan meningkatkan pendapatan berulang.Saat ini posisi pendapatan berulang mencapai 10% dan di harapkan meningkat menjadi 15% dalam iga tahun hingga empat tahun kedepan.
Rekomendasi : Netral
WSBP : Tengah menjajaki peluang kerja sama strategis dengan perusahaan dari Malaysia. Langkag tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mengejar sejumlah proyek di luar negeri. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp. 11,9 triliun dan penjualan di atas Rp. 10 triliun. Sementara untuk tahun 2019, perseroan berhasil mencapai target perolehan kontrak baru sebesar Rp. 7,03 triliun.
Rekomendasi : Netral
MPRO : Membatalkan rencana akuisisi PT. Mandiri Mega Jaya dan PT. Hokindo Properti Investama. Ada dua hal yang menyebabkan perseroan membatalkan rencana akuisisi tersebut. Pertama adalah mempertimbangkan bisnis properti yang belum meningkat seperti yang di harapkan. Yang kedua mengenai permasalahan keuangan PT Hanson International selaku pemegang saham kedua perusahaan tersebut.
Rekomendasi : Netral
FREN : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 200 juta sepanjang tahun ini. Sumber pendanaan berasal dari China Development Bank yang di targetkan lebih dari US$ 200 juta. Mayoritas belanja modal akan di gunakan untuk menambah jaringan atau coverage di kota - kota yang tinggi permintaan datanya.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










