Morning Note 30 Januari 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 1.86 poin atau menguat 0,03% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 198 saham di tutup naik, 210 saham di tutup turun dan 133 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor menopang penguatan IHSG dimana penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Consumer di susul sektor Infrastruktur yang di tutup masing - masing 0,62% dan 0,58%. Menguatnya IHSG kemarin turut dipengaruhi oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street dan kawasan regional (minus bursa Hang Seng yang ditutup anjlok –2,87% paska libur Imlek) paska pernyataan WHO yang meyakini bahwa Tiongkok mampu mengatasi penyebaran wabah virus corona. Sentimen tersebut juga turut mendorong investor asing melakukan aksi beli bersih di pasar reguler mencapai Rp. 172 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BBRI, BMRI, TLKM, GGRM dan PTBA.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow dan Indeks Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,04% dan 0,6%. Sementara indeks S&P ditutup terkoreksi –0,09%. Indeks tadi malam sempat melanjutkan penguatannya yang didorong oleh penguatan saham Apple, Boeing dan General Electric. Namun penguatan tersebut kemudian memudar setelah pengumuman kebijakan dari The Fed AS. Pasar saham pada awalnya menunjukkan sedikit reaksi terhadap pernyataan kebijakan The Fed AS, namun kemudian bergerak turun setelah konferensi pers oleh ketua The Fed AS, Jerome Powell. The Fed AS mengakhiri pertemuannya kebijakannya selama dua hari dan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 1,50%-1,75% seperti yang diperkirakan sebelumnya. The Fed juga mengatakan bahwa arah kebijakan suku bunga didasarkan pada apakah inflasi dapat kembali ke target The Fed sebesar 2%. Pasar tenaga kerja AS tetap “kuat” sementara ekonomi tumbuh pada tingkat moderat. Jerome Powell dalam pernyataannya menyebutkan masih adanya “ketidakpastian terhadap prospek ekonomi” dan mengingatkan dampak dari penyebaran wabah virus corona di Tiongkok. Di sisi lain, sejumlah perusahaan telah memperingatk akan adanya gangguan pada operasional mereka dikarenakan wabah coronavirus. Seorang ekonom pemerintah mengatakn bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat turun hingga 5% atau bahkan lebih rendah. Di sisi emiten, saham Apple tadi malam naik 2,1% setelah melaporkan laba yang melampaui perkiraan yang sebagian didorong oleh kenaikan 8% dalam penjualan iPhone senilai US$ 55,96 miliar.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,41%. Pelemahan tersebut masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona. Selain itu, bursa Jepang juga tertekan oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan sikap The Fed AS yang mempertahankan suku bunga acuannya serta memperkirakan potensi dampak virus corona terhadap perekonomian.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6093/6073 - 6143/6173.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow dan Indeks Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,04% dan 0,6%. Sementara indeks S&P ditutup terkoreksi –0,09%. Indeks tadi malam sempat melanjutkan penguatannya yang didorong oleh penguatan saham Apple, Boeing dan General Electric. Namun penguatan tersebut kemudian memudar setelah pengumuman kebijakan dari The Fed AS. Pasar saham pada awalnya menunjukkan sedikit reaksi terhadap pernyataan kebijakan The Fed AS, namun kemudian bergerak turun setelah konferensi pers oleh ketua The Fed AS, Jerome Powell. The Fed AS mengakhiri pertemuannya kebijakannya selama dua hari dan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 1,50%-1,75% seperti yang diperkirakan sebelumnya. The Fed juga mengatakan bahwa arah kebijakan suku bunga didasarkan pada apakah inflasi dapat kembali ke target The Fed sebesar 2%. Pasar tenaga kerja AS tetap “kuat” sementara ekonomi tumbuh pada tingkat moderat. Jerome Powell dalam pernyataannya menyebutkan masih adanya “ketidakpastian terhadap prospek ekonomi” dan mengingatkan dampak dari penyebaran wabah virus corona di Tiongkok. Di sisi lain, sejumlah perusahaan telah memperingatk akan adanya gangguan pada operasional mereka dikarenakan wabah coronavirus. Seorang ekonom pemerintah mengatakn bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat turun hingga 5% atau bahkan lebih rendah. Di sisi emiten, saham Apple tadi malam naik 2,1% setelah melaporkan laba yang melampaui perkiraan yang sebagian didorong oleh kenaikan 8% dalam penjualan iPhone senilai US$ 55,96 miliar.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,41%. Pelemahan tersebut masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona. Selain itu, bursa Jepang juga tertekan oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan sikap The Fed AS yang mempertahankan suku bunga acuannya serta memperkirakan potensi dampak virus corona terhadap perekonomian.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6093/6073 - 6143/6173.
Cermati :
UNVR, WSKT, AKRA, ASII, HMSP, JSMR, PTBA, TLKM.
KRAS : Setelah restrukturisasi utang senilai US$ 2miliar mulai bergulir, perseroan fokus untuk membenahi kinerja keuangan agar dapat meraih untung pada 2020. Sejak Oktober 2019, EBITDA perseron sudah positif dimana pada Oktober 2019 nilainya sebesar US$ 0,3 juta dan US$ 5,6 juta pada November 2019. EBITDA yang berbalik positif didorong oleh efisiensi dan optimalisasi. Di sisi lain, proyek blast furnace perseroan akan dihentikan sampai ada solusi efisiensi dan beberapa pabrik yang dinilai tidak efisien juga ditutup.
Rekomendasi : Netral
BBRI : Menyatakan penyaluran kredit ke UMKM akan menjadi fokus utama dan porsinya terus ditingkatkan hingga mencapai 80% pada tahun 2022. Pada tahun 2019, penyaluran kredit perseroan mencapai Rp. 907,4 triliun dengan porsi segmen UMKM sebesar Rp. 700 triliun atay setara 78%. Saat ini, porsi penyaluran kredit ke korporasi juga terus ditekan.
Rekomendasi : Netral
KAEF : Merealisasikan ekspor perdana bahan baku kosmetik ke Kora Selatan. Pihak yang menjadi pembeli adalah Jinyoung Bio Co Ltd. Ekspor perdana tersebut sebanyak 31 ton yang merupakan bagian dari kontrak perseroan dan Jinyoung Bio selama 10 tahun.
Rekomendasi : Netral
META : Melalui PT. Bintaro Serpong Damai (BSD) mengejar penyelesaian pre-feasibility study ekstensi jalan tol Pondok Aren-Serpong. Kebutuhan dana ekspansi tersebut diperkirakan sekitar Rp. 2,5 triliun. Ekspansi jalan tol tersebut merupakan salah satu dari tiga proyek besar perseroan sepanjang 2020. Dua proyek lainnya yakni pembangunan bandar udara Hang Nadim Batam senilai Rp. 5,6 triliun dan ruas JORR untuk seksi Ulujami-Jati Asih yang diprediksi bisa menelan investasi hingga Rp. 18 triliun.
Rekomendasi : Netral
CSIS : Berencana melepas 100% kepemilikannya di PT. Olympic Bangun Persada (OBP) dengan nilai transaksi Rp. 125,22 miliar. Kemudian perseroan akan membeli 52,5% saham PT. Andalan Utama Prima di PT. Bogorindo Cemerlang senilai Rp. 125,22 miliar. Perseroan menjual saham OBP dikarenakan anak usaha tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan sehingga perseroan mengalami kerugian pada 2018.
Rekomendasi : Netral
MEDC : Perseroan telah menyelesaikan divestasi asetnya di Meksiko, Tunisia, dan Amerika Serikat (AS). Nilai pelepasan aset ini mencapai US$ 63,74 juta. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk merealisasikan rencana kerja serta pengembangan usahanya. Pengembangan bisnis tersebut dilakukan melalui ekspansi internal maupun eksternal. Ekspansi internal dilakukan dengan mengembangkan aset yang sudah ada, seperti proyek Blok B, penyelesaian proyek Phase 4B di Bualuanga Thailand, dan proyek pengembangan gas Meliwis di Jawa Timur.
Rekomendasi : Netral
PURA : Perseroan menargetkan pendapatan di akhir 2020 dapat mencapai Rp 170 miliar. Angka ini melesat 95,40% dibandingkan dengan pendapatan perusahaan di akhir tahun 2019 yang sebesar Rp 87 miliar. Selain penambahan armada, salah satu strategi yang dilakukan perseroan untuk mencapai target ini adalah perluasan pasar di luar Pulau Jawa, yakni di Pulau Bali dan Sumatra. Mengingat, selama ini pangsa pasar utama perseroan adalah wilayah Jawa. Perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 89 miliar. Dananya diambil dari hasil IPO yang mencapai Rp 189 miliar.
Rekomendasi : Netral
IATA : Perseroan telah menandatangani term sheet untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Anterin Digital Nusantara (Anterin). Perseroan memilih Anterin terutama karena visi yang dianutnya. Anterin diciptakan untuk merubah konsep operasi ojek online yang ada saat ini. Kurang dari setahun beroperasi, Anterin telah memiliki lebih dari 300.000 pengemudi terdaftar dan 530.000 pelanggan yang berada di 51 kota di seluruh Indonesia. Tidak hanya menawarkan ojek online, Anterin juga memiliki layanan pengiriman barang.
Rekomendasi : Netral
DIVA : Perseroan melakukan investasi dalam pembentukan atau pendirian perseroan yakni PT Wicaksana Anugerah Solusindo. Perseroan mengucurkan dana kepada perusahaan tersebut dengan kepemilikan sebesar 30 persen dari modal setor atau senilai Rp37,5 juta.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










