Morning Note 4 February 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 55.88 poin atau melemah -0.94% setelah bergerak melemah hampir di sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 312 saham di tutup turun, 107 saham di tutup naik dan 123 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor perkebunan dan industri dasar yang di tutup masing - masing melemah -2,46% dan -2,03%. Kinerja IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham asia yang di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh Indeks Sanghai. Indeks Sanghai secara intraday sempat mencatatkan pelemahan sebesar -8,72% sebelum di tutup melemah -7,72%. Anjloknya pasar saham china di picu aksi jual investor atas aset - aset beresiko sebagai respon atas meningkatnya kecemasan virus corona. Investor menghadapi lebih banyak gejolak setelah pasar ekuitas global pekan lalu membukukan pekan terburuknya sejak Agustus 2019 di tengah kekhawatiran atas goyahnya pertumbuhan akibat penyebaran virus tersebut. Dari dalam negeri, BPS mencatatkan angka inflasi sebesar 0,39% secara month to month, dan 2,68% secara yoy. Disisi lain Indeks Manajer Pembelian manufaktur Indonesia tercatat turun ke posisi 49,3 pada bulan Januari 2020 dari sebelumnya di level 49,5. Data ini menunjukan bahwa kondisi manufaktur Indonesia terus menurun pada awal tahun. Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 789 miliar turut menekan kinerja IHSG dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, BMRI, ASII, ACES, UNVR.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup rebound setelah di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup menguat 0,51%, Indeks Nasdaq menguat 1,34% dan Indeks S&P menguat 0,73%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh adanya kabar bahwa People’s Bank of China menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem keuangannya sebagai bagian dari serangkaian langkah untuk menopang pasar keuangan dan perekonomiannya serta rilis data ekonomi terbaru AS. Data periode Januari 2020 tersebut yakni ISM Manufacturing PMI yang tercatat rebound dari 47,8 ke 50,9 (melampaui ekspektasi yang sebesar 48,5), setelah berkontraksi selama lima bulan berturut-turut di tengah lonjakan pesanan baru. Menguatnya indeks tadi malam juga ditopang oleh saham Nike yang naik 3,1% dan saham Tesla yang melonjak 19,89% setelah analis merekomendasikan beli kedua saham tersebut. Namun meski indeks bergerak positif, investor masih diliputi oleh kekhawatiran terhadap penyebaran wabah virus corona. Kabar terbaru terkait virus corona, korban tewas akibat virus tersebut telah mencapai 361 orang di Tiongkok pada hari Minggu kemarin, melebihi dari virus SARS yang berlangsung dari tahun 2002 hingga 2003 serta adanya konfirmasi kematian pertama di luar Tiongkok yang dilaporkan di Filipina.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,40% yang masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap virus corona serta sikap investor yang mencermati pergerakan pasar ekuitas Tiongkok yang turun tajam kemarin. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan positif indeks di bursa kawasan regional yang bergerak positif, minus bursa Shanghai yang masih mengalami tekanan.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan namun tidak menutup kemungkinan bergerak positif mengikuti pergerakan indeks di bursa Wall Street dan kawasan regional. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5860/5836—5926/5967. Cermati :
TLKM, UNVR, EXCL, BBCA, INTP
BERITA EMITENIndeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup rebound setelah di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup menguat 0,51%, Indeks Nasdaq menguat 1,34% dan Indeks S&P menguat 0,73%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh adanya kabar bahwa People’s Bank of China menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem keuangannya sebagai bagian dari serangkaian langkah untuk menopang pasar keuangan dan perekonomiannya serta rilis data ekonomi terbaru AS. Data periode Januari 2020 tersebut yakni ISM Manufacturing PMI yang tercatat rebound dari 47,8 ke 50,9 (melampaui ekspektasi yang sebesar 48,5), setelah berkontraksi selama lima bulan berturut-turut di tengah lonjakan pesanan baru. Menguatnya indeks tadi malam juga ditopang oleh saham Nike yang naik 3,1% dan saham Tesla yang melonjak 19,89% setelah analis merekomendasikan beli kedua saham tersebut. Namun meski indeks bergerak positif, investor masih diliputi oleh kekhawatiran terhadap penyebaran wabah virus corona. Kabar terbaru terkait virus corona, korban tewas akibat virus tersebut telah mencapai 361 orang di Tiongkok pada hari Minggu kemarin, melebihi dari virus SARS yang berlangsung dari tahun 2002 hingga 2003 serta adanya konfirmasi kematian pertama di luar Tiongkok yang dilaporkan di Filipina.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,40% yang masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap virus corona serta sikap investor yang mencermati pergerakan pasar ekuitas Tiongkok yang turun tajam kemarin. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan positif indeks di bursa kawasan regional yang bergerak positif, minus bursa Shanghai yang masih mengalami tekanan.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan namun tidak menutup kemungkinan bergerak positif mengikuti pergerakan indeks di bursa Wall Street dan kawasan regional. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5860/5836—5926/5967. Cermati :
TLKM, UNVR, EXCL, BBCA, INTP
KOTA : Perseroan akan mengembangkan proyek residensial di Samarinda seluas 49,2 hektare. Proyek itu akan digarap oleh anak usaha PT DMS Prima Sentosa. Lahan di Samarinda akan dibangun perumahan Accola Garden Samarinda. Proyek Accola Garden tersebut terdiri dari rumah tapak dan area komersial dengan jumlah 1.957 unit.
Rekomendasi : Netral
DSNG : Perseroan mencatatkan kenaikan volume penjualan CPO sebesar 46% secara year on year menjadi 666.000 ton pada 2019. Kenaikan tersebut didorong oleh adanya tambahan produksi CPO dari dua pabrik kelapa sawit (PKS) yang diakuisisi perseroan pada akhir 2018. Peningkatan volume penjualan ini juga sejalan dengan produksi CPO perseroan yang naik 25% secara tahunan menjadi 610.000 pada tahun lalu.
Rekomendasi : Netral
INTP : Perseroan mengalokasikan belanja senilai Rp 1,4 triliun. Jumlah ini naik 40% dibandingkan dengan alokasi belanja modal tahun lalu yang hanya sekitar Rp 1 triliun. Sumber pendanaan seluruhnya berasal dari kas internal. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk beberapa proyek, seperti penyelesaian proyek fasilitas refused derived fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar di pabrik Citeureup, untuk penyelesaian proyek tambang batu di Pamoyanan, Bogor dan instalasi bag filter di beberapa pabrik milik perseroan serta untuk instalasi pembangkit milik PLN dan revitalisasi turbin di Plant Tarjun, Kalimantan Selatan.
Rekomendasi : Netral
IPCC : Menjajaki proses tender operator Pelabuhan Patimban di Subang-Jawa Barat dan tengah mempersiapkan administrasi yang diperlukan untuk mengikuti proses tender operator tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang sekaligus meningkatkan kinerja perseroan dengan melihat potensi pengembangan bisnis operasiobnal.
Rekomendasi : Netral
COCO : PT. Granali Budi Berjaya melepas sebanyak 4,83 juta saham perseroan. Pelepasan tersebut membuat total kepemilikan saham Granali turun dari 15,47% menjadi 10,47%. Perseroan sebelumnya telah memulai pembangunan pabrik cokelat baru dengan anggaran investasi sebesar Rp. 48 miliar dengan menggunakan dana hasil IPO saham yang sebesar Rp. 33,26 miliar dan mengkaji pendanaan perbankan. Pabrik tersebut bisa mulai berproduksi pada Juli 2020.
Rekomendasi : Netral
ANTM : Mencatakan kenaikan penjualan bersih sebesar 30% menjadi Rp. 32,81 triliun hingga akhir 2019 dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp. 25,24 triliun. Kenaikan tersebut dikontribusikan pertumbuhan penjualan komoditas perseroan.
Rekomendasi : Netral
HEXA : Membukukan pendapatan senilai US$ 320,43 juta hingga semester II-2019. Realisasi tersebut mengalami peningkatan 1,48% dari perolehan tahun 2018 yang sebesar US$ 315,74 juta. Sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 41,38% menjadi US$ 33,41 juta dibanding tahun 2018 yang sebesar US$ 23,63 juta.
Rekomendasi : Netral
KRAS : Mengkaji opsi penawaran umum perdana (IPO) sebagai langkah divestasi saham anak usaha perseroan yang diharapkan dapat direalisasikan mulai Q2-2020. Di sisi lain, perseroan akan fokus menyelesaikan proses transformasi, efisiensi dan optimalisasi pasar setelah restrukturisasi utang senilai US$ 2 miliar disepakati dengan para kreditur.
Rekomendasi : Netral
META : Memproyeksikan pendapatan tol mengalami peningkatan sebesar 10% pada tahun ini berkat penyesuaian tarif dan peningkatan traffic dengan selesainya proyek jalan tol laying Pettarni yang ditargetkan selesai pada Q3-2020.
Rekomendasi : Netral
SMBR : Perseroan menargetkan penjualan sepanjang 2020 bisa menyentuh 2,6 juta ton, atau tumbuh 22,64 persen. Perseroan juga menyiapkan sejumlah opsi untuk menunjang distribusi semen seiring larangan praktik overdimension overloading (ODOL). Pasalnya, mulai 2022, industri semen tidak lagi mendapat toleransi terhadap praktik melebihi dimensi dan berat yang diizinkan atau ODOL.
Rekomendasi : Netral
AMRT : Perseroan menyiapkan dana sebanyak Rp1,4 triliun untuk melunasi utang yang akan jatuh tempo pada Mei 2020 mendatang. Dana yang akan dikeluarkan berasal dari kas internal perseroan.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










