Morning Note 6 February 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 56.17 poin atau menguat 0.94% seteleh bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham ditutup naik, 173 saham di tutup turun dan 152 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, 8 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Perkebunan di susul sektor Industri Dasar yang naik masing - masing 3,87% dan 2,29%. Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup menguat yang dipengaruhi oleh meredanya sentimen kekhawatiran dampak virus corona ke pertumbuhan ekonomi setelah Tiongkok mengeluarkan stimulus ke pasar finansialnya. Dan IHSG berhasil melanjutkan penguatannya pada hari kedua meskipun pertumbuhan ekonomi indonesia tercatat melambat pada tahun 2019 di bandingkan tahun 2018. Produk Domestik Bruto Indonesia tercatat hanya tumbuh 5,02 persen sepanjang tahun 2019, cukup jauh di bawah pencapaian tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 5,17 persen. Realisasi ini menjadi yang terendah sejak tahun 2015. Dan realisasi ini juga tidak memenuhi target pemerintah yang sebesar 5,3 persen maupun proyeksi Bank Indonesia yang sebesar 5,1-5,5 persen. Bagaimana pun, realisasi tersebut membuka pintu untuk langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Indonesia seiring dengan meningkatnya risiko dampak wabah virus corona yang meluas. Aksi beli investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 568 miliar turut menopang kenaikan IHSG dengan saham - saham yang paling banyak di beli BBCA, BMRI, ASII, SMGR, ADRO.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 1,68%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,43% dan 1,13% serta sekaligus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh kabar terbaru penanganan wabah virus corona dan aksi dari bank sentral Tiongkok dan bank sentral AS. Meredanya kekhawatiran terhadap wabah virus corona yang mendorong penguatan indeks, dipengaruhi oleh adanya serangkaian laporan tentang kemungkinan adanya vaksin untuk virus tersebut meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengatakan belum ada terapi yang terbukti sejauh ini. Kemarin, tim Universitas Tiongkok melaporkan penermuan obat untuk merawat orang-orang yang terinfeksi virus corona. Sedangkan periset Inggris mengatakan telah menghasilkan penemuan signifikan dalam menemukan vaksin virus corona. Di sisi lain, investor masih menyambut positif stimulus yang diberikan oleh bank sentral Tiongkok di pasar finansial Tiongkok. Bank Sentral AS (The Fed AS) juga turun tangan di pasar repo AS. Berbanding terbalik, spekulasi atas potensi keberhasilan upaya untuk meminimalisir dampak ekonomi dari virus cona, mendorong investor beralih ke aset-aset berisiko yang mendorong melorotnya obligasi US Treasury. Di sisi lain, saham produsen energi melonjak setelah harga minyak membukukan kenaikan terbesar dalam sekitar satu bulan terakhir di tengah prospek pemangkasan produksi oleh negara-negara anggota OPEC. Sementara dari sisi data ekonomi terbaru AS, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas non manufaktur AS naik dari level 54,9 ke 55,5 di Januari 2020 yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2019. Sedangkan data Markit Composite PMI Final Januari 2020 di kawasan zona Euro tercatat naik dari 50,9 ke 51,3.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,38% yang didukung oleh penguatan indeks di bursa Wall Street, data ekonomi AS dan zona Euro yang kita dan ekspektasi penanganan wabah virus corona serta nilai tukar Yen yang melemah. Senada dengan bursa Jepang, indeks di bursa kawasan regional juga bergerak positif.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya seiring dengan sentimen positif eksternal, dengan dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5942/5906—5997/6015.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 1,68%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,43% dan 1,13% serta sekaligus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh kabar terbaru penanganan wabah virus corona dan aksi dari bank sentral Tiongkok dan bank sentral AS. Meredanya kekhawatiran terhadap wabah virus corona yang mendorong penguatan indeks, dipengaruhi oleh adanya serangkaian laporan tentang kemungkinan adanya vaksin untuk virus tersebut meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengatakan belum ada terapi yang terbukti sejauh ini. Kemarin, tim Universitas Tiongkok melaporkan penermuan obat untuk merawat orang-orang yang terinfeksi virus corona. Sedangkan periset Inggris mengatakan telah menghasilkan penemuan signifikan dalam menemukan vaksin virus corona. Di sisi lain, investor masih menyambut positif stimulus yang diberikan oleh bank sentral Tiongkok di pasar finansial Tiongkok. Bank Sentral AS (The Fed AS) juga turun tangan di pasar repo AS. Berbanding terbalik, spekulasi atas potensi keberhasilan upaya untuk meminimalisir dampak ekonomi dari virus cona, mendorong investor beralih ke aset-aset berisiko yang mendorong melorotnya obligasi US Treasury. Di sisi lain, saham produsen energi melonjak setelah harga minyak membukukan kenaikan terbesar dalam sekitar satu bulan terakhir di tengah prospek pemangkasan produksi oleh negara-negara anggota OPEC. Sementara dari sisi data ekonomi terbaru AS, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas non manufaktur AS naik dari level 54,9 ke 55,5 di Januari 2020 yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2019. Sedangkan data Markit Composite PMI Final Januari 2020 di kawasan zona Euro tercatat naik dari 50,9 ke 51,3.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,38% yang didukung oleh penguatan indeks di bursa Wall Street, data ekonomi AS dan zona Euro yang kita dan ekspektasi penanganan wabah virus corona serta nilai tukar Yen yang melemah. Senada dengan bursa Jepang, indeks di bursa kawasan regional juga bergerak positif.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya seiring dengan sentimen positif eksternal, dengan dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5942/5906—5997/6015.
Cermati :
ASII, BBNI, BBTN, BSDE, CTRA, GGRM, ITMG, JSMR
ANJT : Perseroan menandatangani perjanjian pinjaman senilai US$22 juta atau sekitar Rp301,4 miliar dengan entitas perusahaan, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais. Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja.
Rekomendasi : Netral
SSMS : Perseroan membidik produksi crude palm oil sebanyak 600.000 ton sepanjang tahun 2020. Produksi CPO akan didukung oleh produksi tandan buah segar yang diprediksi mencapai 1,72 juta ton. Perseroan optimis, target produksi bisa tercapai berkat kondisi cuaca yang kondusif.
Rekomendsi : Netral
JSMR : Perseroan menargetkan tahun ini EBITDA bisa tumbuh minimal 15%. Hal ini sejalan dengan kenaikan tarif sekitar 6%-7% di beberapa ruas tol. Selain itu, kinerja tahun ini juga ditopang oleh beberapa ruas tol yang ditargetkan mulai beroperasi di semester I-2020. Ruas tol tersebut adalah Manado-Bitung, Cengkareng-Kunciran dan Cinere-Serpong. Perseroan juga berencana menggalang dana sekitar Rp. 5 triliun selama semester I-2020. Untuk itu, perseroan mengkaji sejumlah penerbitan surat utang mulai dari global bond, obligasi rupiah, step up coupon bond, hingga sekuritisasi aset melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) syariah. Dana yang diperoleh rencananya akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi jalan tol perseroan. Setidaknya perseroan membutuhkan dana sekitar Rp. 20 triliun untuk membiayai proyek jalan tol.
Rekomendasi : Netral
PTPP : Menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp. 1,4 triliun sepanjang tahun ini dibanding perkiraan tahun lalu yang mencapai Rp. 1,2 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh menjadi Rp. 30 triliun. Ekspektasi kenaikan laba diharapkan bersumber dari pertumbuhan perolehan kontrak baru dengan target mencapai Rp. 43 triliun pada tahun 2020 dimana pertumbuhan kontrak baru masih difokuskan pada sektor perumahan, kantor dan apartemen serta membidik proyek jalan tol baik sebagai kontraktor maupun investor.
Rekomendasi : Netral
FASW : Memperoleh kembali fasilitas pinjaman sebesar US$ 30 juta dan Rp. 700 miliar dari PT. Bank Mizuho Indonesia. Dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali (refinancing) dan tambahan belanja modal. Untuk tahun 2020, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp. 8 triliun dan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 20 juta yang akan dialokasikan untuk maintenance pabrik.
Rekomendasi : Netral
BUVA : Berencana menerbitkan saham baru melalui skema HMETD dengan target dana Rp. 100 miliar - Rp. 110 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk merampungkan tiga hotel baru.
Rekomendasi : Netral
TPIA : Meraih persetujuan pemegang saham terkait rencana penerbitan saham baru dengan HMETD. Aksi korporasi tersbut berpeluang menjadi rights issu terbesar di Indonesia karena potensinya yang bisa lebih dari Rp. 60 triliun. Perseroan memiliki tenggat waktu 12 bulan untuk merealisasikan rights issue tersebut. Aksi rights issue tersebut ditujukan untuk mendanai proyek kompleks petrokimia baru CAP II yang diproyeksikan menelan investasi US$ 4 miliar - US$ 5 miliar.
Rekomendasi : Netral
BCAP : Berencana menambah permodalan melalui skema private placement dengan potensi dana mencapai Rp. 119,62 miliar. Dalam private placement tersebut perseroan menerbitkan 854,48 juta unit saham dengan harga pelaksanaan Rp. 140 per unit saham.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










