Morning Note 7 February 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 8.63 poin atau menguat terbatas 0.14% setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 232 saham di tutup naik, 149 saham di tutup turun dan 152 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor menopang penguatan IHSG di mana penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Perkebunan di susul sektor Aneka Industri yang di tutup masing - masing 1,94% dan 1,28%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa saham kawasan asia yang juga bergerak positif. Menguatnya IHSG tersebut turut dipengaruhi oleh sentimen terkait meredanya kekhawatiran terhadap virus corona setelah adanya kabar penemuan vaksinnya dan juga reaksi bank sentral Tiongkok dan AS yang menyuntikkan stimulusnya ke pasar finansialnya agar dapat menopang perekonomian. Di sisi lain, sentimen terbaru juga datang dari rencana china untuk memangkas tarif impor amerika serikat.Pemerintah China akan menurunkan tarif pada barang - barang senilai US$ 75 miliar asal AS pada pekan depan. Tarif China untuk barang-barang impor AS yang mulai berlaku 1 September tahun lalu akan diturunkan, dengan tarif sejumlah barang dipangkas menjadi 5 persen dari 10 persen, dan yang lain menjadi 2,5 persen dari 5 persen. Aksi beli investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 352 miliar juga turut menopang kenaikan IHSG dimana saham - saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, BMRI, ASII, SMGR, GGRM.
Indeks bursa saham di WallStreet di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari ke empat secara beruntun. Indeks Dow di tutup menguat 0.30%. Sementara itu indeks Nasdaq dan S&P di tutup menguat masing— masing 0,67% dan 0,33% serta sekaligus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Rencana China untuk memangkas separuh tarif pada barang-barang impor dari Amerika Serikat menjadi tenaga utama kenaikan bursa saham global. China mengumumkan pemangkasan tarif produk AS dari 10% menjadi 5%, dan dari 5% menjadi 2,5% untuk produk tertentu. Tarif baru itu bakal berlaku pada 14 Februari, membalas pemangkasan tarif atas produk China senilai US$ 120 miliar, sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase pertama. Langkah ini akan meningkatkan keyakinan pasar setelah penyebaran virus corona yang mengganggu bisnis dan menimbulkan volatilitas pasar keuangan. Sentimen positif lain pasar saham adalah jumlah klaim pengangguran AS bulan Desember yang turun ke level terendah dalam sembilan bulan terakhir. Hari ini, investor akan menunggu data tingkat pengangguran. Selain itu, penguatan bursa Wall Street didorong laporan kinerja korporasi yang solid dan tanda-tanda bahwa bank-bank sentral siap untuk bertindak jika pertumbuhan terdampak wabah virus corona.
Dari kawasan regional pagi ini, indeks nikkei di buka menguat 0,11% yang di dukung oleh penguatan indeks di bursa wall street serta langkah china yang memangkas tarif produk—produk AS atas kelanjutan dari kesepakatan dagang fase pertama.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan penguatan di bursa wall street dan kelanjutan dari kesepakatan dagang antara AS dan China, dengan di bayangi aksi profit taking setelah menguat selama 3 hari berturut—turut. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5967/5946 - 6011/6034.
Indeks bursa saham di WallStreet di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari ke empat secara beruntun. Indeks Dow di tutup menguat 0.30%. Sementara itu indeks Nasdaq dan S&P di tutup menguat masing— masing 0,67% dan 0,33% serta sekaligus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Rencana China untuk memangkas separuh tarif pada barang-barang impor dari Amerika Serikat menjadi tenaga utama kenaikan bursa saham global. China mengumumkan pemangkasan tarif produk AS dari 10% menjadi 5%, dan dari 5% menjadi 2,5% untuk produk tertentu. Tarif baru itu bakal berlaku pada 14 Februari, membalas pemangkasan tarif atas produk China senilai US$ 120 miliar, sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase pertama. Langkah ini akan meningkatkan keyakinan pasar setelah penyebaran virus corona yang mengganggu bisnis dan menimbulkan volatilitas pasar keuangan. Sentimen positif lain pasar saham adalah jumlah klaim pengangguran AS bulan Desember yang turun ke level terendah dalam sembilan bulan terakhir. Hari ini, investor akan menunggu data tingkat pengangguran. Selain itu, penguatan bursa Wall Street didorong laporan kinerja korporasi yang solid dan tanda-tanda bahwa bank-bank sentral siap untuk bertindak jika pertumbuhan terdampak wabah virus corona.
Dari kawasan regional pagi ini, indeks nikkei di buka menguat 0,11% yang di dukung oleh penguatan indeks di bursa wall street serta langkah china yang memangkas tarif produk—produk AS atas kelanjutan dari kesepakatan dagang fase pertama.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan penguatan di bursa wall street dan kelanjutan dari kesepakatan dagang antara AS dan China, dengan di bayangi aksi profit taking setelah menguat selama 3 hari berturut—turut. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5967/5946 - 6011/6034.
Cermati :
WSKT, UNVR, ACES, AKRA, ASII, BBTN, EXCL
BERITA EMITEN
DMAS : Perseroan meraup marketing sales sebanyak Rp2,97 triliun sepanjang tahun 2019. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan lahan industri seluas 120 hektare. Realisasi marketing sales pada 2019 jauh melampaui target yang ditetapkan perseroan pada awal tahun, yaitu sebesar Rp1,25 triliun. Untuk tahun ini perseroan menargetkan penjualan lahan industri seluas 170 hektare pada 2020.
Rekomendasi : Netral
TOWR : Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9%-10% pada tahun ini. Angka tersebut tak jauh berbeda dengan target pertumbuhan 2019 yang berkisar 8%-9%. Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh penambahan tenant / penyewa yang diperkirakan bisa sebanyak 2.000-3.000. Perseroan optimistis target tersebut akan tercapai. Pasalnya industri telekomunikasi di Indonesia masih mempunyai prospek pertumbuhan yang bagus karena kebutuhan internet yang semakin tinggi.
Rekomendasi : Netral
AUTO : Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 500 miliar – Rp 1 triliun. Dana tersebut berasal dari kas internal yang akan digunakan untuk modal persiapan berbagai produksi komponen otomotif model baru, keperluan otomasi, hingga restore capacity.
Rekomendasi : Netral
BOGA : Perseroan menargetkan pertumbuhan volume penjualan hanya 6% di tahun 2020. Adapun sepanjang tahun 2019, volume penjualan perseroan sekitar 3.400 unit. Seiring dengan peningkatan volume penjualannya, perseroan juga menargetkan pendapatan dan laba bersihnya bisa meningkat masing-masing 10% dan 5%. Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 100 miliar.
Rekomendasi : Netral
LTLS : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 300 miliar untuk tahun 2020. Sumber belanja modal diperoleh dari internal perusahaan yang akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi sodium silikat di pabrik yang berlokasi di Gresik. Pada tahun ini perseroan membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10% ketimbang realisasi penjualan pada 2019.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










