Morning Note 17 February 2020
IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun tipis -5.01 poin atau melemah -0,09% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 207 saham di tutup turun, 163 saham di tutup naik dan 153 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 3 sektor di tutup melemah dimana pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor infrastruktur di susul oleh sektor keuangan yang di tutup masing -masing -1,62% dan -0,56%. Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan kinerja bursa saham kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Minimnya sentimen positif serta belum meredanya wabah virus corona membuat investor menarik dananya dari pasar saham. Provinsi Hubei Tiongkok, yang menjadi pusat penyebaran virus corona melaporkan hampir 5.000 kasus baru sehari setelah mengkonfirmasi hampir 15.000 kasus tambahan. Sementara itu jumlah korban meninggal dunia di china di revisi turun lebih dari 100 menjadi 1.380 jiwa karena adanya revisi dari adanya perhitungan ganda. Sebelumnya WHO mengatakan lonjakan diagnosa virus corona tidak selalu mengindikasikan adanya lonjakan infeksi. Aksi jual asing di pasar reguler yang mencapai Rp 368 miliar turut menekan pergerakan IHSG dimana saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, TLKM, ICBP, TOWR, BTPS.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%. Sementara Indeks Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,20% dan 0,18%. Indeks sempat bergerak melemah yang dipicu oleh ketidakpastian seputar epidemic virus corona dan data ekonomi AS yang lemah. Akan tetapi indeks kemudian pulih meski sedikit terlambat dengan indeks Nasdaq dan S&P ditutup menguat setelah adanya sebuah laporan CNCB yang menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan memperkenalkan insentif pajak bagi orang-orang yang berpengahasilan kurang dari US$ 200.000 hingga US$ 10.000 untuk berinvestasi di pasar saham AS. Menguatnya indeks Nasdaq dan S&P juga mendapatkan dorongan dari naiknya saham Nvidia 7,02% setelah melaporakn kinerja pendapatan yang kuat. Sementara dari sisi epidemic virus corona, penyebaran virus corona tetap membayangi pasar dikarenakan pihak berwenang Tiongkok menyebutkan bahwa virus corona telah merenggut 1.380 jiwa dan menginfeksi 63.851 orang. Di sisi lain, dalam survey Reuter baru-baru ini terhadap 40 ekonom, para responden melihat bahwa ekonomi Tiongkok pada Q1-2020 mengalami pertumbuhan paling lambat sejak krisis keuangan terakhir, namun ekonom tersebut percaya bahwa penurunan akan berlangsung singkat apabila wabah tersebut dapat dibendung. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS, Retail Sales MoM periode Januari 2020 tercatat naik 0,3% atau sesuai dengan ekspektasi. Meski menunjukkan kenaikan, dalam komponen data tersebut menunjukkan penjualan toko pakaian yang mencatatkan koreksi bulanan sejak 2009, ada penurunan di penjualan elektronik dan kesehatan serta penjualan online yang cenderung tak bergairah.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,84% di tengah-tengah pergerakan mixed indeks di bursa kawasan regional. Melemahnya indeks Nikkei tersebut masih dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyebaran wabah virus corona. Di sisi lain, investor juga mencermati laporan IMF yang menurunkan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 sebesar 0,1% menjadi 3,3% sebagai dampak dari epidemic virus corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring dengan masih minimnya katalis positif, namun juga berpeluang mengalami teknikal rebound. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5844/5820 - 5890/5913.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%. Sementara Indeks Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,20% dan 0,18%. Indeks sempat bergerak melemah yang dipicu oleh ketidakpastian seputar epidemic virus corona dan data ekonomi AS yang lemah. Akan tetapi indeks kemudian pulih meski sedikit terlambat dengan indeks Nasdaq dan S&P ditutup menguat setelah adanya sebuah laporan CNCB yang menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan memperkenalkan insentif pajak bagi orang-orang yang berpengahasilan kurang dari US$ 200.000 hingga US$ 10.000 untuk berinvestasi di pasar saham AS. Menguatnya indeks Nasdaq dan S&P juga mendapatkan dorongan dari naiknya saham Nvidia 7,02% setelah melaporakn kinerja pendapatan yang kuat. Sementara dari sisi epidemic virus corona, penyebaran virus corona tetap membayangi pasar dikarenakan pihak berwenang Tiongkok menyebutkan bahwa virus corona telah merenggut 1.380 jiwa dan menginfeksi 63.851 orang. Di sisi lain, dalam survey Reuter baru-baru ini terhadap 40 ekonom, para responden melihat bahwa ekonomi Tiongkok pada Q1-2020 mengalami pertumbuhan paling lambat sejak krisis keuangan terakhir, namun ekonom tersebut percaya bahwa penurunan akan berlangsung singkat apabila wabah tersebut dapat dibendung. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS, Retail Sales MoM periode Januari 2020 tercatat naik 0,3% atau sesuai dengan ekspektasi. Meski menunjukkan kenaikan, dalam komponen data tersebut menunjukkan penjualan toko pakaian yang mencatatkan koreksi bulanan sejak 2009, ada penurunan di penjualan elektronik dan kesehatan serta penjualan online yang cenderung tak bergairah.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,84% di tengah-tengah pergerakan mixed indeks di bursa kawasan regional. Melemahnya indeks Nikkei tersebut masih dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyebaran wabah virus corona. Di sisi lain, investor juga mencermati laporan IMF yang menurunkan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 sebesar 0,1% menjadi 3,3% sebagai dampak dari epidemic virus corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring dengan masih minimnya katalis positif, namun juga berpeluang mengalami teknikal rebound. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5844/5820 - 5890/5913.
Cermati :
ICBP, INDF, PGAS, ASII, UNTR, JSMR, PTBA, SMGR
BERITA EMITEN
KINO : Membidik pertumbuhan penjualan sebesar 15% dan laba bersih sekitar 30% sepanjang tahun 2020. Pertumbuhan tersebut akan dicapai dengan mengandalkan peningkatan kualitas produk yang sudah ada. Pertumbuhan juga akan dilakukan dengan pengembangan saluran distribusi dalam negeri maupun luar negeri.
Rekomendasi : Netral
ESSA : Perseroan melalui anak usahanya yakni PT. Panca Amara Utama, berencana menerbitkan surat utang global senilai US$ 450 juta. Sebagian besar dana hasil emisi akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) seluruh utang Panca Amara Utama kepada International Finance Corporation.
Rekomendasi : Netral
ERAA : Perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp300 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan di gunakan untuk pembukaan 300 gerai baru sepanjang tahun ini sama seperti target tahun lalu. Namun realisasi ekspansi perseroan tahun 2019 tidak mencapai target. Hal ini tercermin dari total bersih pembukaan gerai yang hanya mencapai 150 gerai.
Rekomendasi : Netral
AMRT : Perseroan menargetkan pengoperasian 1.000 gerai Alfamart baru sepanjang 2020, terutama di sejumlah wilayah potensial di luar Pulau Jawa. Pada akhir 2019, perseroan sudah mengoperasikan 14.310 gerai, sehingga nantinya akan bertambah menjadi 15.310 gerai.
Rekomendasi : Netral
HOKI : Perseroan tengah merampungkan pembangunan pabrik baru di Palembang, Sumatra Selatan. Perseroan mengalokasikan belanja modal hingga Rp 70 miliar untuk melancarkan aksi tersebut. Jika pabrik di Palembang sudah beroperasi secara penuh, secara total perseroan akan memiliki kapasitas produksi 95 ton per jam. Melalui penambahan kapasitas pabrik ini, perseroan berencana menyasar pangsa pasar yang belum tersentuh sebelumnya, seperti wilayah-wilayah di luar pulau Jawa dan pasar-pasar tradisional.
Rekomendasi : Netral
BKSL : Perseroan memasang target pertumbuhan penjualan sekitar 10%. Guna mencapai target tersebut, perseroan tengah menyelesaikan beberapa proyek, seperti AEON Mall dan apartemen di sekitarnya. Untuk proyek ini rencananya selesai pada Mei 2020 mendatang. Sembari merampungkan proyek AEON Mall, perseroan juga sedang mengembangkan beberapa kluster rumah tapak atau landed house di area Sentul City.
Rekomendasi : Netral
TOWR : Grup Djarum menambah kepemilikannya pada saham perseroan menjadi 50,5%. Sepanjang tahun ini, Grup Djarum telah membeli sekitar 229,65 juta saham perseroan. Penambahan kepemilikan tersebut dilakukan melalui PT Sapta Adhikari Investama, yang memang menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










