News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 18 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik tipis 0,58 poin atau menguat 0,01% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 174 saham di tutup naik, 218 saham di tutup turun dan 152 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh sektor Pertambangan yang di tutup masing - masing 0,33% dan 0,19%. Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin di antaranya di pengaruhi oleh rilis data neraca perdagangan. Badan Pusat Statistik mencatatkan kinerja total ekspor Kanuari 2020 turun 7,16%  menjadi US$ 13,41 miliar secara bulanan dari desember 2019 yang sebesar US$ 14,45 miliar yang menyebabkan terjadinya defisit neraca perdagangan sebesar US$ 870 juta. Disisi lain wabah virus corona masih menjadi sentimen negative pada perdagangan hari kemarin. Meskipun Indonesia belum melaporkan adanya kasus virus corona namun penutupan pabrik di Tiongkok akibat wabah ini tampak telah mengurangi permintaan untuk ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan tembaga. Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp. 630 miliar turut membatasi penguatan IHSG dimana saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, TLKM, SMGR, BBTN.
 
Bursa Wall Street tadi malam tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional Presidential Day. Untuk perdagangan nanti malam, pergerakan indeks di perkirakan berpotensi mengalami tekanan seiring dengan wabah virus corona yang belum mereda dan adanya ancaman resesi terhadap Jepang setelah Jepang mencatatkan pertumbuhan ekonomi –1,6% di Q4-2020. Ancaman resesi tersebut diperkirakan juga membayangi Jerman dan Singapura yang memiliki hubungan dagang yang erat dengan Tiongkok.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,53%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut masih dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Jepang awal pekan ini dimana data ekonomi tersebut yakni GDP Growth Rate QoQ Preliminary Q4-2020 yang menunjukkan kontraksi dalam pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi Jepang Q4-2020 tercatat turun 1,6% dibanding periode sebelumnya yang tercatat naik 0,1% dan di bawah ekspektasi turun 0,9%. GDP Jepang secara tahunannya juga turun 6,3% dibanding tahun sebelumnya yang naik 0,5%. Data tersebut juga menunjukkan bahwa Jepang dibayangi ancaman resesi. Sentimen tersebut juga mendorong nilai tukar Yen bergerak menguat terhadap US Dollar. Dan apabila pertumbuhan ekonomi Jepang kembali mengalami kontraksi di Q1-2020, maka Jepang akan mengalami resesi.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan seiring dengan minimnya katalis positif dan adanya peringatan akan ancaman resesi terhadap sejumlah negara maju seperti Jepang, Jerman dan Singapura. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5855/5842—5879/5891.

Cermati :
ASII, ICBP, INDF, JSMR, LPPF, PTBA, SMGR
 

         
BERITA EMITEN

ELSA : Menganggarkan belanja modal sekitar Rp. 1,4 triliun pada 2020 atau naik dua kali lipat dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, sejalan dengan sejumlah rencana investasi perseroan.Perseroan memiliki sejumlah rencana bisnis dan investasi, salah satunya fabrikasi hydraulic workover unit untuk jasa kerja ulang sumur.
Rekomendasi : Netral
 
ABMM : Mengantongi kontrak jasa pertambangan dengan entitas anak usaha PT. Golden Energy Mines Tbk dengan nilai sekitar Rp. 7,4 triliun. Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh area tambang yang terletak di Desa Tanjung Belit, Provinsi Jambi dan berlaku untuk periode sesuai dengan umur tambang.
Rekomendasi : Netral
 
BIRD : Menganggarkan belanja modal senilai Rp. 1,5 triliun untuk membeli armada taksi, termasuk kendaraan listrik. Perseroan akan menambah 200 kendaraan listrik pada tahun 2020.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Berencana melangsungkan penambahan modal dengan HMETD senilai Rp. 2,9 triliun pada tahun 2021. Di sisi lain, perseroan juga mengharapkan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp. 3 triliun. Dana hasil rights issue untuk membiayai proyek investasi jalan tol Solo-Yogyakarta. Perseroan menargetkan dapat meraup pendapatan usaha sebesar Rp22,7 triliun pada tahun ini. Adapun perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp704 miliar. Sementara itu, untuk target nilai kontrak baru pada tahun ini adalah Rp32 triliun. Hingga Januari, perseroan sudah membukukan NKB sebesar Rp408 miliar. Pada Februari, perseroan juga mendapat NKB sedikitnya Rp4,03 triliun dari proyek MRT Jakarta Fase 2.
Rekomendasi : Netral
 
ASPI : Akan memfokuskan pengembangan proyek residence setelah menggelar mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan penjualan unit properti (marketing sales) ditargetkan menjadi Rp. 13 miliar - Rp. 15 miliar. Perseroan sedang mengembangkan proyek perumahan Casa Serpong seluas 15 ha di Parung Panjang. Rencananya, proyek tersebut selesai dalam jangka waktu 3-5 tahun mendatang.
Rekomendasi : Netral
 
WTON : Telah memulai penambahan kapasitas pabrik produksi beton (PPB) Pasuruan dengan target menjadi 645.000 ton tahun ini dibandingkan tahun lalu mencapai 535.000 ton. Penambahan kapasitas sejalan dengan tren peningkatan permintaan pasar di tengah maraknya pembangunan infrastruktur di dalam negeri
Rekomendasi : Netral
 
PPRO : Menggandeng Urban Ace dan Tokopedia dalam pemasaran properti. Melalui kerja sama ini, Masyarakat bisa membeli properti secara online (digital marketing) di beberapa kota besar dengan konsep Educity.
Rekomendasi : Netral
 
SIDO : Sepanjang tahun 2019 Perseroan mencatatkan kenaikan penjualan 11% menjadi Rp3,07 triliun dari Rp2,76 triliun pada 2018. Perseroan meraup kenaikan laba bersih sebesar 21,67% menjadi Rp807,69 miliar. Sebelumnya pada 2018 perseroan membukukan laba bersih Rp663,85 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
INOV : Perseroan telah mendaur ulang 2 miliar sampah botol plastik sepanjang tahun 2019. Tahun ini, perseroan juga berniat menambah fasilitas pengolahan botol PET bekas menjadi bahan baku re-PSF di dua lokasi berbeda. Kinerja perseroan pada tahun lalu diharapkan turun membantu upaya pemerintah mengurangi 70 persen sampah plastik di laut pada 2025 mendatang.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF