News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 20 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 41,83 poin atau menguat 0,71% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 207 saham di tutup menguat, 175 saham di tutup melemah dan 145 saham di tutup stagnan. Secara sektoral 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Manufaktur yang di tutup masing - masing menguat 1,93% dan 1,04%. KInerja IHSG sejalan dengan mayoritas kinerja bursa asia yang di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat seiring dengan tanda—tanda bahwa Tiongkok merencanakan langkah lebih lanjut untuk mendukung bagian perekonomiannya salah satunya kemungkinan bailout sejumah maskapai penerbangan. Dari dalam negeri, pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur terkait keputusan suku bunga acuannya. BI di prediksi akan memangkas suku bunga acuannya dari 5% menjadi 4,75% untuk menahan perekonomian domestik dari seranan virus corona. Aksi beli asing di pasar reguler yang mencapai Rp 164 miliar juga turut menopang kinerja IHSG dengan saham - saham yang paling banyak di beli yakni BMRI, BBRI, ASII, BBCA, ADRO.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,40%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,87% dan Indeks S&P menguat 0,47% serta sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Sentimen eksternal datang dari optimisme bahwa pemerintah Tiongkok akan mengambil lebih banyak langkah untuk menopang perekonomiannya yang terdampak oleh epidemic virus corona. Optimisme juga semakin menguat lantaran jumlah kasus baru virus corona pada Selasa 18 Feb 2020 turun untuk hari kedua secara beruntun di Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga pinjamannya pada hari ini dan akan menambah langkah-langkah yang bertujuan membatasi dampak dari penutupan bisnis dan pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Sementara sentimen domestik datang dari rilis risalah dari pertemuan terakhir The Fed AS. Dalam risalah tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan yakin tentang kemampuan mereka untuk mempertahankan suku bunga stabil di tahun ini dan mengakui adanya risiko baru yang disebabkan oleh wabah virus corona.  Di perdagangan tadi malam indeks juga mendapat dorongan dari saham Apple yang berhasil naik 1,4% dan saham sektor energi yang menguat yang didukung oleh naiknya harga minyak.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,14% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar, menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam dan respon positif investor terhadap sikap pemerintah Tiongkok yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga pinjamannya.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan masih berpotensi melanjutkan penguatannya dengan dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5909/5889—5939/5949.

Cermati :
ANTM, ASII, GGRM, ICBP, INDF, PTBA, TLKM
    

        
BERITA EMITEN

PSSI : Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang tahun 2019. Pendapatan ini naik sebesar 18,39% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 63,6 juta. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan signifikan dari pendapatan sewa berjangka sebesar 304% menjadi US$ 9,9 juta dari US$ 2,4 juta di 2018. Pertumbuhan terbesar dari segmen kapal kargo curah (MV). Adapun, serapan belanja modal sepanjang tahun lalu sebesar US$ 50 juta atau 81% dari anggaran capex. Belanja modal ini digunakan untuk pembelian empat unit MV, satu unit kapal tunda dan dua unit tongkang .
Rekomendasi : Netral
 
PSAB : Perseroan mengestimasikan belanja modal pada tahun ini mencapai US$50 juta. Alokasi belanja modal tahun ini sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan eksplorasi Blok Doup di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Rekomendasi : Netral
 
AKRA : Perseroan optimistis distribusi bahan bakar minyak pada tahun ini dapat tumbuh 10 hingga 15 persen dibandingkan dengan capaian 2019 yang sebesar 2,1 juta kiloliter.  Lini bisnis distribusi BBM saat ini masih menjadi kontributor pendapatan terbesar, yaitu berkontribusi sekitar 70 persen dari total Pendapatan. Perseroan juga menargetkan untuk membangun SPBU sekitar 20-30 outlet setiap tahun sehingga dalam sepuluh tahun ke depan perseroan menargetkan akan membangun 350 outlet.
Rekomendasi : Netral
 
AGRO :  Menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja bisnis tahun ini setelah cukup tertekan di sepanjang tahun 2019. Perseroan akan mulai menambah porsi kredit ritel dan konsumer tahun ini yang diharapkan dapat memberikan yield yang lebih tinggi. Selain itu, perseroan juga akan fokus untuk mengembangkan digital banking.
Rekomendasi : Netral
 
ASSA : Bersiap menggelontorkan belanja modal senilai Rp. 1,2 triliun untuk menambah armada baru pada tahun 2020. Perseroan berencana menambah sekitar 4.000 armada baru untuk meningkatkan pelayanan transportasi yang menjadi lini bisnis utama. Sebagian dari armada tersebut juga akan dialokasikan pada lini bisnis lain seperti logistik dan layanan digital. Sepanjang tahun 2019, bisnis penyewaan mobil perseroan mengalami pertumbuhan sekitar 10% dan menargetkan pertumbuhan yang sama di tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Memastikan rencana divestasi anak-anak usahanya masuk dalam rencana aksi korporasi pada tahun ini. Perseroan tengah menyiapkan penawaran umum perdana (IPO) saham PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan divestasi sebagian saham PT. Krakatau Daya Listrik (KDL). Aksi kedua anak usaha tersebut saat ini dalam tahap pengadaan profesi penunjang dan penyelesaian audit laporan keuangan tahun 2019 sebagai dasar valuasi IPO dan divestasi.
Rekomendasi : Netral
 
BDMN : Membukukan laba bersih tahun 2019 sebesar Rp. 4,07 triliun atau meningkat 3,85% secara tahunan. Perumbuhan itu utamanya disokong dari penjualan 70% kepemilikan saham PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk. Laba perseroan juga disumbang dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp. 14,44 triliun atau tumbuh 0,04% dan pendapatan selain bunga bersih sebesar Rp. 3,68 triliun atau naik 12% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
BNGA : Mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp. 3,9 triliun di tahun 2019 atau tumbuh 12,4% secara tahunan. Sementara pendapatan bunga bersih tumbuh 4,06% dan pendapatan non bunga tumbuh 11,6%.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF