Morning Note 11 Maret 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 84.02 poin atau menguat 1.64% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 255 saham di tutup naik, 145 saham di tutup turun dan 143 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Finance di susul sektor Consumer yang di tutup menguat masing - masing 2,38% dan 2,19%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup menguat. Pemulihan pada pasar saham asia di antaranya di dorong oleh rencana presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memangkas pajak penghasilan dan meluncurkan paket kebijakan bagi industri—industri yang terdampak virus corona. Sementara dari dalam negeri, katalis positif yang menopang IHSG datang dari adanya pelonggaran kebijakan dari BEI dan OJK yang salah satunya adalah mengizinkan aksi buy back saham oleh emiten tanpa melalui persetujuan RUPS. Hal tersebut kemudian direspon oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan bahwa ada 12 emiten BUMN yang siap melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di pasar dengan total anggaran mencapai Rp. 7 triliun—Rp 8 Triliun. Namun disisi lain, meski IHSG ditutup menguat, investor asing masih saja mencatatkan aksi jual di pasar reguler yang kali mencapai Rp. 857 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, ASII, BMRI, BBNI, TLKM.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup rebound signifikan dan bangkit dari rekor terburuknya sejak krisis keuangan tahun 2008. Indeks Dow ditutup menguat 4,89%, Indeks Nasdaq menguat 4,95% dan Indeks S&P menguat 4,94%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan menerapkan stimulus untuk melawan dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona. Presiden Trump dan tim ekonominya dikabarkan berencana untuk memotong pajak penghasilan dan membantu bisnis yang merugi akibat dampak virus corona. Meski demikian, Presiden Trump belum merinci penawaran apa yang akan diberikan untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Presiden Trump mengatakan akan mengambil langkah-langkah utama untuk menghilangkan ketakutan pasar dengan meminta Kongres AS memasukkan pemangkasan pajak gaji dalam paket stimulus fiscal di antara langkah-langkah lainnya. Di sisi lain, sebagian besar pelaku pasar mengharapkan The Fed AS akan memangkas suku bunganya untuk kedua kalinya pada bulan ini pada akhir pertemuan kebijakan moneter pekan depan. Sementara itu, harga minyak rebound dari penurunan persentase terbesar sejak Perang Teluk tahun 1991 setelah Rusia mengindikasikan bahwa pihaknya terbuka untuk pembicaraan dengan OPEC. Kabar tersebut mendorong saham energi bangkit kembali dari penurunan terburuknya dengan naik 5%.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,55% meski indeks di bursa Wall Street tadi malam rebound signifikan, dikarenakan investor masih fokus terhadap perkembangan dari virus corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking dan sentimen domestik terkait peningkatan jumlah kasus corona di Indonesia. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5154/5087—5283/5345.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup rebound signifikan dan bangkit dari rekor terburuknya sejak krisis keuangan tahun 2008. Indeks Dow ditutup menguat 4,89%, Indeks Nasdaq menguat 4,95% dan Indeks S&P menguat 4,94%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan menerapkan stimulus untuk melawan dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona. Presiden Trump dan tim ekonominya dikabarkan berencana untuk memotong pajak penghasilan dan membantu bisnis yang merugi akibat dampak virus corona. Meski demikian, Presiden Trump belum merinci penawaran apa yang akan diberikan untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Presiden Trump mengatakan akan mengambil langkah-langkah utama untuk menghilangkan ketakutan pasar dengan meminta Kongres AS memasukkan pemangkasan pajak gaji dalam paket stimulus fiscal di antara langkah-langkah lainnya. Di sisi lain, sebagian besar pelaku pasar mengharapkan The Fed AS akan memangkas suku bunganya untuk kedua kalinya pada bulan ini pada akhir pertemuan kebijakan moneter pekan depan. Sementara itu, harga minyak rebound dari penurunan persentase terbesar sejak Perang Teluk tahun 1991 setelah Rusia mengindikasikan bahwa pihaknya terbuka untuk pembicaraan dengan OPEC. Kabar tersebut mendorong saham energi bangkit kembali dari penurunan terburuknya dengan naik 5%.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,55% meski indeks di bursa Wall Street tadi malam rebound signifikan, dikarenakan investor masih fokus terhadap perkembangan dari virus corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking dan sentimen domestik terkait peningkatan jumlah kasus corona di Indonesia. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5154/5087—5283/5345.
Cermati :
TLKM, WIKA, BBNI, BBRI, INDF, JSMR, LPPF, PTBA
BERITA EMITEN
AISA : PT. FKS Food and Ingredients melalui anak usahanya yakni PT. Pangan Sejahtera Investama, telah menyerap sebanyak 1,57 miliar saham baru yang diterbitkan oleh perseroan. Jumlah itu setara dengan 32,77% dari seluruh saham perseroan. Private placement tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp. 210 per saham dimana perseroan meraih dana segar sekitar Rp. 329,47 miliar.
Rekomendasi : Netral
MEDC : Mengkaji peluang akuisisi aset blok minyak dan gas tahun ini di tengah sentimen penurunan harga minyak dunia. Perseroan juga mengerjar target produksi tahun 2020 sebesar 110.000 barrel oil equivalent per day (boepd). Untuk tahun ini, peseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 340 juta untuk mengejar target produksi migas. Anggaran tersebut diluar pengembangan bisnis secara anorganik.
Rekomendasi : Netral
BLTZ : Perseroan mengejar ekspansi berupa pembukaan total 100 bioskop di seluruh Indonesia. Rencana ekspansi masih akan sama seperti tahun sebelumnya dengan penyebaran di area Jabodetabek dan diluar wilayah tersebut. Perseroan menegaskan jumlah ekspansi bioskop bukanlah tujuan utama. Lebih dari itu, perseroan berkeinginan untuk meratakan pembangunan bioskop di Indonesia bahkan hingga kota-kota yang sebelumnya tidak terjangkau. Hal ini ditambah dengan harapan perseroan untuk memperluas segmentasi dan meraih pangsa pasar yang baru.
Rekomendasi : Netral
BUMI : Perseroan akan tetap fokus pada rencana dengan memproduksi batu bara yang ditargetkan naik 5 persen dari realisasi produksi sebanyak 87 juta ton hingga 90 juta ton di tahun lalu. Adapun belanja modal atau capital expenditure pada tahun ini tidak akan terlalu berbeda dari tahun 2019 yang dialokasikan US$50 juta hingga US$60 juta.
Rekomendasi : Netral
OKAS : Perseroan menargetkan bisa mulai mendulang pendapatan dari penjualan emas pada akhir tahun 2021. Untuk mengembangkan tambang emas ini, perseroan membutuhkan dana sekitar US$ 30 juta. Adapun, sekarang ini perseroan tengah mengkaji beberapa opsi sumber pendanaan, seperti pinjaman dari bank.
Rekomendasi : Netral
PRDA : Sepanjang tahun 2019 perseroan berhasil mencatatkan pendapatan bersih menjadi Rp 1,74 triliun. Tumbuh sebesar 9,03% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,59 triliun. Laba bersih Perseroan juga mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan pendapatan bersih perseroan. Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sekitar 63,3% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 36,7% terhadap pendapatan Perseroan.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










