Morning Note 7 April 2020
IHSG di perdagangan kemarin naik 188.40 poin atau menguat 4.07% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 287 saham di tutup naik, 131 saham di tutup turun dan 135 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup menguat, dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor properti di susul oleh sektor infrastruktur yang di tutup masing - masing menguat 7,13% dan 5,57%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat setelah jumlah korban jiiwa secara harian di beberapa episentrum penyakit virus corona dilaporkan menurun. Angka kematian di negara bagian New York dilaporkan turun untuk pertama kalinya pada Minggu lalu, meskipun Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa fase sangat buruk dalam pandemi ini semakin dekat. Angka kematian di New York telah mendatar selama tiga hari setelah mengalami kenaikan dramatis dan hari Minggu menandai penurunan pertamanya. Sementara itu, Italia mencatat angka kematian paling sedikit dalam lebih dari dua pekan, Prancis melaporkan angka kematian terendah dalam lima hari, dan Spanyol mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Angka-angka kematian terbaru yang menurun melonggarkan gempuran kabar Covid-19 baru-baru ini, meskipun dampak ekonomi dari pandemi ini akan terus menggigit selama beberapa waktu. Namun, asing masih mencatatkan aksi jualnya di pasar reguler mencapai Rp 410 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, ASII, BMRI, BBNI, PGAS.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat signifikan. Indeks Dow ditutup menguat 7,73%, Indeks Nasdaq menguat 7,33% dan Indeks S&P menguat 7,03%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh optimisme terhadap meredanya pandemi corona setelah data menunjukkan menurunnya angka kematian yang dilaporkan di beberapa hot spot virus Corona dunia. Sementara itu di AS, khususnya di negara bagian New York yang merupakan pusat penyebaran virus Corona di AS menunjukkan penurunan tingkat kematian akibat Corona untuk pertama kalinya. Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan tadi malam bahwa rawat inap pasien virus Corona menurun dan tingkat kematian mulai melandai. Namun meski demikian, Cuomo mengingatkan agar tidak berpuas diri. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, mengatakan pada hari Minggu, bahwa ia melihat tanda-tanda pandemi mulai mendatar. Saham Boeing menjadi pendorong terbesar indeks dengan ditutup menguat 19,76% dan saham American Express melonjak 13,95%. Sementara itu, dari sisi laporan keuangan emiten, pendapatan emiten di Q1-2020 diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 6%. Sedangkan untuk Q2-2020, diperkirakan emiten akan memasuki resesi pendapatan dikarenakan permintaan yang menurun di berbagai sektor.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,63% yang turut dipengaruhi oleh pergerakan positif indeks di bursa Wall Street dan bursa Eropa paska munculnya optimisme terhadap meredanya pandemi Corona yang ditunjukkan oleh menurunnya tingkat kematian akibat Corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatannya mengikuti pergerakan positif bursa Wall Street dan global.IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4686/4561 - 4875/4937.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat signifikan. Indeks Dow ditutup menguat 7,73%, Indeks Nasdaq menguat 7,33% dan Indeks S&P menguat 7,03%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh optimisme terhadap meredanya pandemi corona setelah data menunjukkan menurunnya angka kematian yang dilaporkan di beberapa hot spot virus Corona dunia. Sementara itu di AS, khususnya di negara bagian New York yang merupakan pusat penyebaran virus Corona di AS menunjukkan penurunan tingkat kematian akibat Corona untuk pertama kalinya. Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan tadi malam bahwa rawat inap pasien virus Corona menurun dan tingkat kematian mulai melandai. Namun meski demikian, Cuomo mengingatkan agar tidak berpuas diri. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, mengatakan pada hari Minggu, bahwa ia melihat tanda-tanda pandemi mulai mendatar. Saham Boeing menjadi pendorong terbesar indeks dengan ditutup menguat 19,76% dan saham American Express melonjak 13,95%. Sementara itu, dari sisi laporan keuangan emiten, pendapatan emiten di Q1-2020 diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 6%. Sedangkan untuk Q2-2020, diperkirakan emiten akan memasuki resesi pendapatan dikarenakan permintaan yang menurun di berbagai sektor.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,63% yang turut dipengaruhi oleh pergerakan positif indeks di bursa Wall Street dan bursa Eropa paska munculnya optimisme terhadap meredanya pandemi Corona yang ditunjukkan oleh menurunnya tingkat kematian akibat Corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatannya mengikuti pergerakan positif bursa Wall Street dan global.IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4686/4561 - 4875/4937.
Cermati :
TLKM, ASII, BBNI,BBRI, ERAA,, ITMG, MNCN, PTBA
BERITA EMITEN
EXCL : Perseroan menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp500 miliar untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham pada 7 April 2020 hingga 6 Juli 2020. Perseroan menyatakan pembelian kembali saham tidak akan melebih 2,13 miliar saham atau setara dengan 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Adapun, perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai pelaksana rencana buyback.
Rekomendasi : Netral
IMPC : Perseroan membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp1,49 triliun sepanjang tahun 2019. Dibanding dengan torehan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun, angka tersebut naik 7,17 persen. Meski begitu, laba bersih setelah pajak perseroan tahun 2019 menurun 12 persen menjadi Rp93,1 miliar, dari capaian tahun 2018 sebesar Rp105 miliar.
Rekomendasi : Netral
MYOR : Perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 15,81 persen sepanjang tahun 2019. Laba bersih perseroan yang semula sebesar Rp1,72 triliun naik menjadi Rp1,99 triliun. Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan dari sisi penjualan sebesar Rp25,03 triliun, naik 4,01 persen dibanding tahun 2018 yakni Rp24,06 triliun. Ditambah dengan usaha perseroan menekan beban pokok penjualan sebesar 3,14 persen menjadi Rp17,11 triliun dan beban umum dan administrasi sebesar 0,89 persen menjadi Rp716,99 miliar.
Rekomendasi : Netral
BULL : Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 55,36 persen pada 2019. Seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai US$20,99 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 senilai US$13,51 juta. Terdorong naiknya laba bersih itu sejalan dengan bertambahnya pendapatan perseroan yang pada tahun 2019 sebesar US$101,45 juta. Perolehan ini lebih tinggi 18,75 persen dibandingkan perolehan pada 2018 senilai US$85,43 juta.
Rekomendasi : Netral
WIKA : Perseroan membukukan perolehan nilai kontrak baru di kuartal I/2020 meleset cukup jauh dari target yang ditetapkan. Kekhawatiran atas virus corona menjadi penyebab utama. Perolehan kontrak baru mencapai Rp2,48 triliun. Realisasi ini cukup jauh dibandingkan target kuartal pertama tahun ini. Saat ini perseroan belum mendapati adanya pembatalan tender dari pemberi kontrak. Namun, potensi untuk penundaan cukup besar mengingat ketidakpastian ekonomi masih tinggi seiring dengan penyebaran virus corona yang belum tertangani secara optimal.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










