News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 17 April 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -145.30 poin atau melemah -3,14% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 308 saham di tutup turun, 100 saham di tutup naik dan 126 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Consumer di susul oleh sektor Aneka Industri yang di tutup masing - masing -3,96% dan -3,92%. Kinerja IHSG melemah mengikuti sesi pelemahan bursa Wall Street, akibat data ritel, manufaktur, dan pembangunan yang suram yang menambah kekhawatiran tentang resesi parah di AS. Penjualan ritel AS dan output manufaktur mencatat penurunan terdalam pada bulan Maret, sedangkan survei pada bulan April terlihat lebih buruk. Manufaktur di negara bagian New York dan sentimen pembangunan perumahan di AS juga anjlok. Kinerja IHSG juga sejalan dengan pelemahan harga komoditas pada perdagangan sebelumnya, khususnya minyak mentah yang mendekati level terendah dalam dua dekade. Dari dalam negeri, data penjualan mobil per Maret 2020 juga turun 15 persen year-on-year turut menambah kekhawatiran investor. Asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler yang mencapai Rp 1,18 triliun dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, ASII.
 
Indeks saham di  bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat setelah melalui sesi perdagangan yang fluktuatif. Indeks Dow ditutup menguat 0,14%, Indeks Nasdaq menguat 1,66% dan Indeks S&P menguat 0,59%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Sentimen tersebut yakni kekhawatiran investor terhadap dampak pandemi virus corona terhadap pendapatan emiten Q1-2020 Sentimen lainnya yang mempengaruhi datang dari perpanjangan penutupan New York hingga 15 Mei 2020 meskipun data menunjukkan bahwa jumlah pasien rawat inap yang berhubungan dengan virus Corona dan jumlah kematiannya turun ke level terendah dalam lebih dari seminggu. Sementara dari sisi rilis laporan keuangan emiten yang dimulai pada pekan ini, menunjukkan bahwa perbankan AS mengalami penurunan kinerja laba dan juga bersiap untuk menghadapi gelombang gagal bayar kredit di masa mendatang seiring dengan penghentian aktivitas bisnis. Dan analis memperkirakan pendapatan untuk emiten indeks S&P merosot 12,8% di Q1-2020, yang akan menjadi penurunan kuartalan terbesar secara tahunan sejak krisis keuangan tahun 2008. Ekonomi AS pun diprediksi mencatatkan pelemahan terburuk sejak Perang Dunia II. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS,  data menunjukkan klaim pengangguran pada pekan lalu turun sedikit dari 6,62 juta menjadi 5,2 juta, namun secara total dalam sebulan terakhir, klaim pengangguran mencapai angka 22,5 juta dibandingkan dengan penambahan sekitar 21,5 juta pekerjaan yang dimulai pada Juni 2009. Selain itu, konstruksi rumah baru di AS (Housing Starts) dilaporkan turun 22,3% yang merupakan penurunan terbesar sejak tahun 1984. Indeks kemudian berbalik arah dan akhirnya ditutup menguat di dorong oleh naiknya harga saham Amazon dan Netflix,  yang membantu mendorong penguatan indeks Nasdaq dan indeks S&P. Saham Amazon menguat 4,36% dan saham Netflix menguat 2,91% dikarenakan perintah tetap di rumah (stay at home) mendorong permintaan untuk layanan streaming online dan pengiriman barang di rumah. Sentimen positif lainnya datang dari upaya pemerintahan Presiden Trump untuk kembali mendorong perekonomian AS. Tim pemerintahan Presiden Trump mulai merencanakan pembukaan kembali aktivitas perekonomian secara bertahap di tengah serangkaian data ekonomi yang mengecewakan dan tekanan pandemic Corona. Pedoman Federal yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump tadi malam merekomendasikan bahwa negara-negara bagian AS mendokumentasikan “lintasan penurunan” dalam hal kasus virus Corona dan penyakit serupa flu sebelum melonggarkan perintah tinggal di rumah. Negara-negara bagian AS kemudian dapat melanjutkan ke proses pembukaan kembali dalam tiga fase sesuai dengan pedoman tersebut.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,48% yang dipengaruhi oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam paska sikap Pemerintah AS yang merilis pedoman panduan untuk memulai membuka kembali aktivitas perekonomian AS. Namun di sisi lain, investor di bursa Jepang dan bursa di kawasan regional juga bersikap wait & see terhadap rilis pertumbuhan ekonomi Tiongkok Q1-2020 pada hari ini untuk melihat dampak dari wabah Corona terhadap perekonomian Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi rebound paska tekanan  jual kemarin, dengan didukung oleh pergerakan positif indeks di bursa Wall Street dan di kawasan regional, namun dibayangi oleh pergerakan melemah nilai tukar Rupiah dan rilis pertumbuhan ekonomi Tiongkok. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4571/4517 - 4714/4802.
Cermati : ERAA, INDF, LPPF, SCMA, ITMG
 

BERITA EMITEN

HEAL : Perseroan menargetkan perolehan pendapatan hingga Rp4,35 triliun atau setara dengan 20 persen sepanjang 2020. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan laba tahun sebesar  20 persen. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatakan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,71 persen dan laba bersih 105,32 persen. Masing-masing segmen mengalami pertumbuhan sebesar 17,19 persen dan 23,2 persen.
Rekomendasi : Netral

SLIS : Sepanjang 2019 perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 56,10 persen dibandingkan 2018. Sepanjang tahun lalu perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp459,99 miliar,  naik dari 2018 sebanyak Rp294,67 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari segmen penjualan komponen elektronik yang naik 57,92 persen, dari semula Rp189,99 miliar menjadi Rp300,03 miliar per akhir 2019. Kemudian pendapatan dari segmen sepeda listrik juga naik 52,80 persen menjadi Rp159,95 miliar.
Rekomendasi : Netral

MAPA : Perseroan mencatatkan pendapatan bersih meningkat 19,24 persen menjadi Rp7,45 triliun sedangkan  laba bersih meningkat 96,14 persen menjadi Rp693,18 miliar dengan margin laba bersih mencapai 9,3 persen. Laba usaha naik 12,4 persen dan EBITDA naik 13,5 persen, meskipun menunjukkan akselerasi investasi di luar anggaran untuk ekspansi gerai di dalam negeri dan luar negeri, dan belanja digital.
Rekomendasi : Netral


MAPB : Perseroan mencatatkan lonjakan laba hingga 49,72 persen sepanjang tahun 2019. Laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp165,72 miliar, dari posisi 2018 Rp110,69 miliar. Hal ini membuat perseroan akan membagikan laba per saham yang lebih tinggi yakni Rp76 untuk tahun buku 2019 dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp51. Kenaikan laba ini disumbang oleh pertumbuhan penjualan sebesar Rp3,09 triliun, naik 20,1 persen dari semula sebesar Rp2,58 triliun.
Rekomendasi : Netral

MAPI : Perseroan membukukan kinerja yang cemerlang sepanjang tahun 2019. Laba bersih perseroan tumbuh 26,86 persen, dari semula Rp735,83 miliar menjadi Rp933,49 miliar pada 2019. Kenaikan laba ini disumbang oleh pertumbuhan pendapatan bersih Rp21,58 triliun, naik 14,05 persen dari Rp18,92 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel baik ekstern maupun antar segmen menjadi penopang pendapatan bersih perseroan yakni Rp15,17 triliun atau setara 70,29 persen dari total omzet.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF