News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 20 April 2020

 IHSG di perdagangan jumat kemarin di tutup menguat 154,21 poin atau menguat 3,44% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup naik, 132 saham di tutup turun dan 131 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Infrastruktur di susul oleh sektor Aneka Industri yang masing - masing di tutup menguat 6,04% dan 4,11%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat bersama dengan ekuitas berjangka di Amerika Serikat, di tengah langkah tentatif untuk memulai kembali ekonomi Amerika dan kemajuan dalam perang melawan virus corona. Presiden AS Donald Trump tengah berencana untuk mulai menghapus social distancing dalam empat pekan ke depan, termasuk mengembalikan aktivitas perkantoran dan kegiatan akademis seperti kondisi normal di tengah puncak wabah di AS. Sementara itu tiongkok   melaporkan Produk domestik bruto nya  berkontraksi -6,8 persen pada kuartal I 2020 dari tahun sebelumnya, di tengah hantaman pandemi virus corona terhadap tiongkok dan prospek perekonomian global. Perolehan ini menjadi kinerja terburuk bagi ekonomi tiongkok sejak setidaknya tahun 1992 ketika rilis resmi PDB kuartalan dimulai, sekaligus lebih buruk daripada proyeksi konsensus untuk penyusutan sebesar -6 persen. Disisi lain, produksi pabrik dilaporkan turun -1,1 persen pada bulan Maret, penjualan ritel merosot -15,8 persen, dan investasi menurun -16,1 persen sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Sebagian besar trader telah berdamai dengan fakta kontraksi ekonomi pertama China dan menemukan kelegaan bahwa penurunan output industri tiongkok sebesar 1 persen pada Maret jauh lebih baik dari perkiraan. Namun, asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapi Rp 543 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni ASII, BTPS, BMRI, SMGR, KLBF.  
 
Indeks saham di  bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 2,99%, Indeks Nasdaq menguat 1,38% dan Indeks S&P menguat 2,68%. Menguatnya indeks tersebut seiring spekulasi pelaku pasar terhadap kemungkinan pulihnya perekonomian AS setelah usainya penerapan karantina wilayah. Spekulasi tersebut juga muncul di tengah penemuan obat virus Corona. Selain itu, menguatnya indeks turut ditopang oleh naiknya harga saham Boeing sebesar 14,72% seiring dengan rencana Presiden AS, Donald Trump, untuk membuka kembali ekonomi yang terpukul akibat virus Corona. Boeing dikabarkan berencana untuk memulai kembali produksi pesawat komersial di negara bagian Washington setelah bulan lalu operasionalnya terhenti akibat pandemi Corona. Sentimen lain pendorong indeks datang dari menguatnya saham Gilead Sciences sebesar 9,73% setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa pasien dengan gejala Covid-19 yang parah telah merespon positif obat eksperimental Remdesivir dimana pasien tersebut menunjukkan pemulihan yang cepat dari demam dan gangguan pernapasan. Laporan tersebut mengutip data parsial dari RS Universitas Chicago, satu dari 152 lokasi yang berpartisipasi dalam uji coba. Namun meski demikian, Gilead Sciences mengatakan totalitas data dari uji coba perlu dianalisis dan diharapkan melaporkan hasil penelitian yang menguji obat pada pasien Covid-19 yang parah pada akhir April 2020 mendatang. Terkait usainya penerapan karantina wilayah, beberapa negara bagian AS diharapkan mulai mengumumkan jadwal untuk mencabut batasan-batasan karantina wilayah setelah sebelumnya pada Kamis pekan kemarin Presiden Donald Trump meluncurkan tiga tahap pedoman pencabutan pembatasan pada bisnis dan kehidupan sosial untuk mencegah penyebaran pandemi Corona. Sementara itu saham perbankan mengalami rebound setelah mengalami tekanan selama empat hari perdagangan secara beruntun akibat kinerja laba yang mengecewakan dan pencadangan dana miliaran US Dollar untuk menutupi kemungkinan gagal bayar akibat pandemi Corona.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka  melemah -1,04% yang terbebani oleh kekhawatiran investor terhadap jumlah kasus Corona di Jepang yang telah melampaui angka 10.000 serta sikap pemerintah Jepang yang memperluas status darurat nasional dari semula tujuh prefektur menjadi ke semua prefektur di Jepang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dimana sentimen eksternal terkait dengan spekulasi dan harapan ditemukannya obat Corona, dibayangi oleh sentimen domestik terkait peningkatan kasus Corona di Indonesia, proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia serta diturunkannya peringkat utang Indonesia oleh lembaga S&P dari outlook stabil menjadi outlook negatif.  IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4531/4428—4688/4741.

Cermati :
ASII, BBNI, BBRI, ERAA, KLBF, SCMA
 

            
BERITA EMITEN

ANDI :  Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebanyak Rp311,77 miliar pada 2019. Jumlah tersebut tumbuh 4 persen dibandingkan kinerja penjualan pada 2018 sebanyak Rp300,27 miliar. perseroan ditopang produk minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil sebanyak Rp270,96 miliar. Adapun sisanya disumbang dari produk inti sawit sebesar Rp40,81 miliar. Namun perseroan mencatatkan penurunan laba, karena kenaikan beban melampaui kenaikan pendapatan. Beban pokok mengalami pertumbuhan 5,6 persen sehingga laba kotor juga turun tipis menjadi Rp62,39 miliar.
Rekomendasi : Netral


SMBR : Perseroan mengalami koreksi penjualan semen pada periode kuartal pertama tahun ini sebesar 15 persen. Penurunan penjualan hingga ini terjadi seiring menurunnya permintaan semen akibat beberapa hal, salah satunya tertundanya sejumlah proyek pembangunan di area Sumatra bagian Selatan. Pelaksanaan proyek yang tertunda pada periode tersebut juga disebabkan oleh mulai merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19. Pandemi ini membuat mobilitas manusia berkurang, termasuk untuk pekerjaan konstruksi.
Rekomendasi : Netral

INTP : Perseroan mencatatkan penjualan sebanyak 3,9 juta ton sepanjang kuartal I/2020. Kinerja penjualan tersebut mengalami penurunan 6 persen dibandingkan kuartal I/2019., Penjualan lebih banyak disebabkan oleh kondisi cuaca pada awal tahun. Sementara itu, dampak pandemi Covid-19 sejauh ini belum memengaruhi penjualan pada kuartal I/2020. Dampak negatifnya baru akan benar-benar terasa pada kuartal selanjutnya.
Rekomendasi : Netral

META : Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 101% menjadi Rp 1,57 triliun tahun 2019, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 781 miliar. Namun, laba tahun berjalan yang dapat ditribusikan kepada pemilik entitas induk justru turun dari Rp 179,65 miliar menjadi Rp 143,81 miliar tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan berasal dari kenaikan pendapatan konstruksi sebesar 773% menjadi Rp 943 miliar dan sisanya pendapatan usaha maupun penjualan Rp 630,17 miliar.
Rekomendasi : Netral

CEKA : Perseroan membukukan lonjakan laba tahun berjalan sebesar 132,55% menjadi Rp 215,46 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 92,65 miliar. Sedangkan penjualan neto perseroan turun 14,05% menjadi Rp 3,12 triliun hingga 2019, dibandingkan dengan periode sama tahun 2018 senilai Rp 3,63 triliun. Kemudian, laba usaha tahun 2019 meningkat hingga 100,70% menjadi Rp 274,64 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF