Morning Note 6 Mei 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 24.65 poin atau menguat 0,54% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 221 sahm di tutup naik, 177 saham di tutup turun dan 147 saham di tutup stganan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Property di susul oleh sektor Consumer yang di tutup masing - masing menguat 2,19% dan 1,82%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Bursa saham Asia menguat pada perdagangan kemarin mengikuti reli bursa sahan AS seiring dengan pelonggaran kebijakan lockdown di sejumlah negara. Saham global masih fluktuatif karena perselisihan AS-Tiongkok kembali berkobar. Sementara itu, investor masih memiliki kekhawatiran adanya gelombang kedua infeksi dan aliran data ekonomi yang buruk terhadap berbagai upaya oleh banyak negara untuk mulai melonggarkan pembatasan aktivitas. Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2020 tumbuh melambat sebesar 2,97 persen year on year. Pertumbuhan kuartalan itu merupakan yang terendah sejak kuartal IV tahun 2000. Disisi lain, Asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler mecapai Rp 389 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, ASII, BBNI, PGAS, BMRI.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,56%, Indeks Nasdaq menguat 1,13% dan Indeks S&P menguat 0,90%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh pelonggaran pembatasan (lockdown) di sejumlah negara dunia dan beberapa negara-negara bagian AS yang mengisyaratkan meredanya pandemi Corona dan upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi. Italia dikabarkan mulai membuka kembali aktivitas perekonomiannya, Spanyol yang juga memulai melonggarkan pembatasannya dan negara bagian AS California dan Arizona yang mengambil langkah-langkah untuk memulai aktivitas perekonomian. Kenaikan indeks Wall Street juga ditopang oleh kenaikan saham sektor kesehatan seiring perkembangan upaya mengendalikan virus Corona dari Pfizer dan Regeneron Pharmaceuticals. Saham Pfizer naik 2,37% setelah mengatakan bahwa bersama dengan mitranya di Jerman mulai memberikan dosis vaksin Corona eksperimental untuk pengujian manusia. Sementara saham Regeneron naik 6,01% setelah mengatakan antibodi eksperimental Covid-19 kemungkinan tersedia pada akhir musim panas. Saham-saham berbasis teknologi juga turut memberikan dorongan pada indeks seperti saham Microsoft naik 1,07% dan saham Apple yang naik 1,50%. Kini investor tengah mengamati upaya sejumlah negara yang sedang mencoba menghidupkan kembali ekonominya dengan melonggarkan pembatasan yang diberlakukan untuk memerangi wabah Corona. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS yang dirilis tadi malam, menunjukkan sektor jasa AS secara umum jatuh ke dalam kontraksi pada April 2020 untuk pertama kalinya dalam 10,5 tahun. Dan investor sedang bersiap menantikan data utama ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Investor juga mencermati pernyataan wakil Ketua The Fed AS, Richard Clarida yang memperingatkan bahwa perekonomian AS akan membutuhkan lebih banyak dukungan pemerintah.
Dari kawasan regional, minus sejumlah bursa yang sedang libur seperti bursa Jepang dan Tiongkok, pergerakan indeks di bursa kawasan regional diperkirakan positif seiring dengan kabar akan dilakukan sejumlah uji coba vaksin virus Corona dan pelonggaran lockdown di sejumlah negara dunia untuk memulai aktivitas perekonomian.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya secara terbatas. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4601/4572 - 4663/4697.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,56%, Indeks Nasdaq menguat 1,13% dan Indeks S&P menguat 0,90%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh pelonggaran pembatasan (lockdown) di sejumlah negara dunia dan beberapa negara-negara bagian AS yang mengisyaratkan meredanya pandemi Corona dan upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi. Italia dikabarkan mulai membuka kembali aktivitas perekonomiannya, Spanyol yang juga memulai melonggarkan pembatasannya dan negara bagian AS California dan Arizona yang mengambil langkah-langkah untuk memulai aktivitas perekonomian. Kenaikan indeks Wall Street juga ditopang oleh kenaikan saham sektor kesehatan seiring perkembangan upaya mengendalikan virus Corona dari Pfizer dan Regeneron Pharmaceuticals. Saham Pfizer naik 2,37% setelah mengatakan bahwa bersama dengan mitranya di Jerman mulai memberikan dosis vaksin Corona eksperimental untuk pengujian manusia. Sementara saham Regeneron naik 6,01% setelah mengatakan antibodi eksperimental Covid-19 kemungkinan tersedia pada akhir musim panas. Saham-saham berbasis teknologi juga turut memberikan dorongan pada indeks seperti saham Microsoft naik 1,07% dan saham Apple yang naik 1,50%. Kini investor tengah mengamati upaya sejumlah negara yang sedang mencoba menghidupkan kembali ekonominya dengan melonggarkan pembatasan yang diberlakukan untuk memerangi wabah Corona. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS yang dirilis tadi malam, menunjukkan sektor jasa AS secara umum jatuh ke dalam kontraksi pada April 2020 untuk pertama kalinya dalam 10,5 tahun. Dan investor sedang bersiap menantikan data utama ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Investor juga mencermati pernyataan wakil Ketua The Fed AS, Richard Clarida yang memperingatkan bahwa perekonomian AS akan membutuhkan lebih banyak dukungan pemerintah.
Dari kawasan regional, minus sejumlah bursa yang sedang libur seperti bursa Jepang dan Tiongkok, pergerakan indeks di bursa kawasan regional diperkirakan positif seiring dengan kabar akan dilakukan sejumlah uji coba vaksin virus Corona dan pelonggaran lockdown di sejumlah negara dunia untuk memulai aktivitas perekonomian.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya secara terbatas. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4601/4572 - 4663/4697.
Cermati :
ASII, CTRA, INDF, JPFA, MNCN, WIKA
BERITA EMITEN
DLTA : Sepanjang kuartal I 2020 perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp42,43 miliar. Jumlah tersebut menyusut 50,47 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp85,66 miliar. Penurunan laba bersih membuat laba per saham juga turun, dari Rp107 pada kuartal I/2019 menjadi Rp53 pada kuartal I/2020. Penurunan laba bersih disebabkan antara lain penurunan pendapatan yang mencapai 32,5 persen. Dalam tiga bulan pertama 2020, perseroan meraup pendapatan Rp153,06 miliar yang mana 99 persen disumbang dari penjualan dalam negeri.
Rekomendasi : Netral
AGII : Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp100,97 miliar sepanjang 2019. Jumlah tersebut naik 1,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp99,73 miliar. Dengan begitu laba per saham juga ikut naik 1,2 persen ke posisi Rp32,93. Naiknya laba bersih tidak luput dari pertumbuhan pendapatan sebesar 6,3 persen menjadi Rp2,20 triliun pada 2019 dari tahun sebelumnya Rp2,07 triliun.
Rekomendasi : Netral
TOWR : Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp896,67 miliar yang akan dibagikan dalam waktu 30 hari ke depan. Perseroan sebelumnya sudah membagikan dividen interim pada bulan Desember 2019 sebesar Rp302,88 miliar, sehingga total dividen yang akan dibagikan berkisar Rp1,2 triliun. Secara keseluruhan, pemegang saham perseroan akan mendapatkan dividen sebesar Rp23,86 per saham atau 51,22 persen dividen payout ratio dari laba periode berjalan untuk tahun buku 2019.
Rekomendasi : Netral
GIAA : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memberikan pinjaman kepada perseroan dengan total pinjaman mencapai Rp5,74 triliun. Ada tiga jenis fasilitas yang diberikan BRI kepada perseroan yakni fasilitas pinjaman jangka pendek sebanyak-banyaknya US$50 juta dolar AS atau setara Rp754 miliar, fasilitas penangguhan jaminan impor, fasilitas modal kerja impor, dan fasilitas jangka pendek kedua dengan limit sebanyak Rp2 triliun dan fasilitas bank garansi atau stand by letter of credit sebesar US$200 juta dolar AS atau setara Rp3,01 triliun.
Rekomendasi : Netral
AALI : Perseroan mencatatkan pendapatan bersih mencapai Rp4,79 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibandingkan dengan kuartal I/2019. Pertumbuhan ini tak lepas dari peningkatan rata-rata harga jual minyak kelapa sawit sebesar 45 persen menjadi Rp 9.037 per kg. Berdasarkan segmen, pendapatan perseroan ditopang penjualan minyak sawit dan turunannya menyumbang Rp4,43 triliun. Produk lain yang menyumbang pendapatan adalah inti sawit dan turunannya sebesar Rp313,78 miliar.
Rekomendasi : Netral

Tentang Kami
Tata kelola










