News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 Juni 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 24,30 poin atau melemah -0,49% setelah bergerka fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 201 saham di tutup turun, 210 saham di tutup naik dan 160 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Indusri di susul oleh sektor Pertambangan yang di tutup amsing - masing -1,50% dan -1,01%. IHSG secara intraday sempat menyentuh level 5,014.76 atau menguat 1,49% sebelum akhir nya di tutup melemah. Setelah penguatan saham yang luar biasa dalam sepekan terakhir, fokus investor sekarang beralih ke Frankfurt, di mana ECB diharapkan untuk meningkatkan stimulus moneter yang sudah besar. Investor juga tengah menantikan data payroll dan pengangguran AS. Pelemahan IHSG disebabkan oleh sentimen PSBB Jakarta yang diperpanjang. Namun masa transisi ini juga perlu diapresiasi, karena berdasarkan pemaparan dari Pemprov DKI Jakarta sudah ada perkembangan yang signifikan dalam menekan angka infeksi virus dan kematian akibat virus . Selama masa transisi ada pelonggaran kegiatan ekonomi termasuk perdagangan seperti pertokoan atau pusat belanja namun tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.  Selain itu, reli IHSG yang sudah naik cukup tajam dalam sepekan terkahir membuat investor melakukan aksi profit taking. Asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 1,08 triliun dengan saham - saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, TLKM, BBNI, BBRI, PWON.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam mengakhiri relinya dengan ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,05%. Sementara Indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup melemah -0,69% dan -0,34%. Melemahnya indeks Nasdaq dan S&P serta terbatasnya penguatan indeks Dow, dipengaruhi oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor sebelum rilis data utama ketenagakerjaan AS serta mengakhiri reli di tengah-tengah meningkatnya sentimen pemulihan ekonomi. Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P, hanya sektor keuangan, industri dan material yang ditutup menguat. Dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam, menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di bawah 2 juta (sebesar 1,88 juta) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret 2020 dan anjloknya perdagangan internasional yang mengakibatkan pelebaran defisit neraca perdagangan AS. Untuk klaim lanjutan yakni jumlah warga AS yang sudah menerima tunjangan pengangguran, meningkat menjadi 21,5 juta orang, berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang memperkirakan penurunan. Investor juga sedang menantikan rencana stimulus ekonomi AS putaran selanjutnya, namun pejabat pemerintahan Trump menunda pembicaraan tersebut yang semula dijadwalkan pada pekan ini. Sementara itu, protes kekerasan terhadap kematian George Floyd tampaknya mereda tadi malam yang dikarenakan oleh Jaksa yang mengajukan dakwaan baru terhadap oknum polisi yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sedangkan terkait eksternal, Bank Sentral Eropa menyetujui paket stimulus yang melampaui ekspektasi menjadi 1,35 triliun Euro, hampir dua kali lipat ukuran rencana pembelian darurat Pandemi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -0,36% yang dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah indeks Nikkei mengalami penguatan selama empat hari secara beruntun. Pelaku pasar di bursa Jepang juga menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS untuk mengetahui dampak pandemi Corona serta pemulihannya secara ekonomi.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan berpotensi mengalami tekanan aksi profit taking. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4872/4828 - 4988/5059.

Cermati :
WSKT, BBNI, EXCL, ICBP, TLKM
 


BERITA EMITEN

PTPP : Perseroan akan membagikan  dividen tahun buku 2019 senilai Rp 33,42 per saham atau setara dengan Rp 209 miliar. Realisasi tersebut mencerminkan rasio dividen 22,5% dari perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 947,31 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Perseroan akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 66,4 miliar atau 10% dari laba bersih perseroan tahun buku 2019. Dari laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 663,8 miliar sebesar 90% atau Rp 597,4 miliar digunakan sebagai saldo laba yang belum ditetapkan penggunaanya.
Rekomendasi : Netral
 
PSAB : Perseroan membukukan kenaikan penjualan sebanyak 10,01% menjadi US$ 244,90 juta sepanjang tahun 2019, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya US$ 222,60 juta. Namun  laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun hingga 97,86% menjadi US$ 325.937 tahun 2019.  Sumber pendapatan berasal dari penjualan emas dan perak kepada Metalor Technologies Singapore Pte., Ltd. Sedangkan beban pokok pendapatan mengalami peningkatan 15,11% menjadi US$ 121,70 juta dari US$ 105,72 juta di periode yang sama tahun 2018.
Rekomendasi : Netral
 
PPRO : Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar 10% atau Rp 34,2 miliar dari total laba bersih tahun buku 2019 senilai Rp 342 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp0,56 per lembar saham.
Rekomendasi : Netral
 
FREN : Perseroan membukukan lonjakan pendapatan sebesar 41,13% menjadi Rp 1,99 triliun hingga kuartal I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,41 triliun. Peningkatan pendapatan usaha ini berasal dari pertumbuhan jasa telekomunikasi data perseroan menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 1,33 triliun dan jasa telekomunikasi non data sejumlah Rp 105,98 miliar dari semula Rp 60,09 miliar. Dengan demikian, rugi usaha perseroan sepanjang kuartal I-2020 mengalami penurunan sebesar 39,48% menjadi Rp 432,16 miliar dari periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 714,09 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF