News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Juni 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 122,78 poin atau menguat signifikan 2,48% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 303 saham di tutup naik, 134 saham di tutup turun dan 157 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor menopang penguatan IHSG dimana penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Keuangan di susul oleh sektor Perkebunan  yang di tutup masing – masing menguat 4,46% dan 3,82%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Pasar saham Asia bergerak positif seiring dengan laporan pekerjaan AS yang melampaui ekspektasi dan memperbesar harapan terjadinya pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Rilis laporan tenaga kerja Mei menunjukkan adanya penambahan 2.5 juta pekerjaan dan penurunan angka pengangguran menjadi 13.3 persen setelah bisnis mulai dibuka kembali pasca-lockdown beberapa waktu. Selain itu, menguatnya sebagian besar harga komoditas, kesepakatan OPEC+ untuk memperpanjang pemangkasan produksi sebanyak 9.6 juta per barel hingga akhir Juli turut mempengaruhi kinerja IHSG. Perhatian investor saat ini berada pada pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang kemungkinan akan kembali melancaran sejumlah kebijakan untuk mendukung perekonomian AS. Asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp 83 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, BBRI, PWON, ASII, SMGR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 1,70%, Indeks Nasdaq menguat 1,13% dan Indeks S&P menguat 1,20%. Menguatnya indeks tersebut dipicu oleh optimisme pasar terhadap pemulihan cepat dari ekonomi global pasca lockdown akibat pandemi Corona. Seperti diketahui, banyak negara bagian di AS yang telah mengakhiri lockdown dan memulai aktivitas bisnis. Bahkan indeks Nasdaq tadi malam berhasil membukukan rekor penutupan tertinggi barunya dan menjadi yang pertama dari indeks utama yang berhasil mengkonfirmasi pasar dalam tren bullish. Data utama ketenagakerjaan AS yang dirilis akhir pekan kemarin masih menjadi katalis positif penggerak indeks. Data tersebut menunjukkan penurunan yang tidak terduga dari tingkat pengangguran dan peningkatan tak terduga dalam Nonfarm Payrolls. Hal tersebut kemudian memperkiat pandangan bahwa kerusakan ekonomi terburuk dari wabah virus Corona sudah berakhir. Di sisi lain, nilai tukar US Dollar membukukan rangkaian koreksi terpanjangnya dalam hampir satu dekade. Pergerakan US Dollar selanjutnya akan tergantung pada The Fed AS, yang akan memulai pertemuannya, yang mungkin saja akan menyebutkan semua tanda pemulihan ekonomi dalam pernyataannya di pertengahan pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -0,18% yang tertekan oleh aksi profit taking paska reli indeks enam hari secara beruntun di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi global dari krisis virus Corona yang sedang berlangsung.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi mengalami tekanan aksi profit taking, namun tidak menutup kemungkinan melanjutkan penguatannya secara terbatas. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4978/4885 – 5133/5196.

Cermati :
UNVR, ICBP, INDF, JSMR, LPPF, TLKM
 

 
BERITA EMITEN

PBID : Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 110,62 miliar dari laba bersih perseroan tahun buku 2019 dengan total Rp 222,89 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 59 per saham. Rencananya pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 2 Juli 2020. Sementara, senilai Rp 3 miliar ditetapkan sebagai dana cadangan perseroan. Sedangkan sisanya ditetapkan sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp457 miliar atau 20 persen dari laba bersih yang dicatatkan perseroan pada tahun lalu. Jumlah tersebut setara dengan Rp50,95 per saham. Di sisi lain 80 persen dari laba bersih tahun lalu atau sekitar Rp1,82 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya.
Rekomendasi : Netral
 
INDY : Sepanjang Januari-April, perseroan melalui anak usaha Kideco berhasil membukukan produksi sekitar 11,5 juta ton, sedangkan entitas usaha lainnya, yaitu PT MUTU menghasilkan 600.000 ton batu bara. Dengan demikian, hingga April perseroan telah memproduksi sekitar 12,1 juta ton, lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan produksi periode yang sama tahun lalu di kisaran 11 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
BBCA : Perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Juli 2020, untuk memperoleh persetujuan pengambilalihan 99,999% saham PT Bank Rabobank. Perseroan akan membeli sebanyak 3.719.069 saham yang mewakili 99,999973% dari total saham pada Rabobank dan BCA Finance akan memiliki 1 saham yang mewakili 0,000027% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor pada Rabobank. Nilai perkiraan sementara Rencana Akuisisi sekitar Rp500 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,91 triliun pada periode Januari-Maret 2020. Capaian tersebut tumbuh 9,4%  dibandingkan kuartal I-2019 dengan raihan laba sebesar Rp 7,2 triliun. Pertumbuhan perolehan laba bersih perseroan menurun dibandingkan dengan kuartal I 2019 yang berhasil tumbuh sebesar 23,4% YoY. Capaian laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan berbasis biaya sebesar Rp7,74 triliun di Maret 2020, tumbuh 23,95% dibanding Maret 2019 yang sebesar Rp 6,24 triliun. Selain itu, kenaikan laba juga didorong oleh pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 14,20%, dari Rp790,5 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp 902,7 triliun di Maret 2020, dengan NPL gross terjaga di level 2,36%.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF