News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 23 November 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -22,40 poin atau melemah -0,4 % setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 259 saham di tutup turun, 201 saham di tutup naik dan 161 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor di tutup melemah, dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Pertambangan di susul oleh sektor Konsumer yang di tutup masing - masing -1,18% dan -1,09%. Melemahnya IHSG akibat aksi profit taking oleh investor setelah IHSG melesat selama 5 hari berturut – turut.  Dari dalam negeri, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus pada kuartal III-2020, meski tidak sebesar surplus kuartal sebelumnya. NPI mencatat surplus sebesar US$ 2,1 miliar pada triwulan III 2020, melanjutkan capaian surplus sebesar US$ 9,2 miliar pada triwulan sebelumnya. Surplus NPI yang berlanjut tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial. Pada kuartal III-2020, transaksi berjalan (current account) mencatat surplus sebesar US$ 1 miliar atau 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 449 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBNI, ASII, ICBP, UNVR, PTBA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,75%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,42% dan Indeks S&P terkoreksi -0,68%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya disebabkan oleh perseteruan antara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dengan The Fed AS terkait pengembalian dana pinjaman serta perkembangan stimulus fiskal AS yang tidak jelas. Selain itu, kekhawatiran atas peluncuran vaksin Corona yang berkepanjangan dan semakin banyak negara bagian di AS yang melakukan penutupan untuk memerangi pandemi Corona yang terus meningkat. Rekor angka infeksi Corona di AS telah menyebabkan pasien rawat inap Corona melonjak hingga 50%. Lonjakan kasus infeksi telah mendorong penutupan sekolah dan aktivitas bisnis, pemberlakuan jam malam dan pembatasan jarak sosial, yang menghambat pemulihan ekonomi AS dari resesi terdalam sejak Great Recession. Sementara itu, perkembangan terbaru dalam pengembangan vaksin Corona, Pfizer Inc telah mengajukan permohonan izin penggunaan darurat vaksi Corona ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Sedangkan dari isu stimulus, program kelanjutan stimulus yang tidak jelas juga turut menekan pasar saham. Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengumumkan pada Kamis malam bahwa ia akan mengizinkan program pinjaman bantuan selama pandemi di The Fed AS berakhir pada tahun ini. Mnuchin mengatakan bahwa stimulus senilai US$ 455 miliar yang dialokasikan musim semi lalu di bawah tindakan CARES harus dikembalikan ke Kongres AS untuk dialokasikan kembali sebagai dana hibah bagi perusahaan kecil. Keputusan tersebut disebut “mengecewakan” oleh Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, dikarenakan keputusan tersebut diambil saat infeksi baru virus Corona meningkat serta gelombang baru PHK.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei tidak melaksanakan perdagangannya dalam rangka  memperingati hari pekerja.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan baik itu tekanan aksi profit taking maupun tekanan dari sentimen eksternal terkait peningkatan kasus infeksi Covid-19. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5547/5523 – 5612/5653. Cermati :
ACES, BRPT, TLKM, JSMR, KLBF

 

BERITA EMITEN

INAF : Perseroan berhasil mencatatkan perbaikan kinerja ditandai dengan pertumbuhan pendapatan dan mengecilnya rugi bersih perseroan hingga kuartal ketiga tahun ini. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp749,25 miliar, naik 28,4 persen secara tahunan. Rugi bersih perseroan tercatat mengecil dari periode sebelumnya Rp34,84 miliar menjadi Rp18,88 miliar. Kendati mengalami kerugian lain-lain sebesar Rp5,4 miliar, namun perseroan berhasil menekan beban penjualan 4,12 persen menjadi Rp95,94 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar 8,62 persen menjadi Rp75,24 miliar.
 
AMRT :  Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 2,5 triliun yang akan digunakan untuk membuka sebanyak 500 hingga 750 gerai baru pada tahun 2021 mendatang. Realisasi rencana tersebut akan bergantung pada kepastian penyediaan vaksin pada kuartal II- 2021. Lantaran saat ini tingkat kunjungan masyarakat masih lemah semenjak pandemi. Selain untuk pembukaan toko baru, dana tersebut juga akan digunakan sebagai perpanjangan toko-toko eksisting.
 
GIAA : Perseroan segera mencairkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah melalui penerbitan obligasi wajib konversi atau mandatory convertible bond (OWK/MCB) senilai Rp 8,5 triliun. Aksi ini diharapkan memulihkan kinerja perseroan dari gerusan pandemi Covid-19.
 
PTPP : Perseroan mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 12,57 triliun hingga Oktober 2020. Realisasi tersebut baru 49,24% dari target nilai kontrak baru yang ditetapkan perseroan pada tahun ini yang capai Rp 25,53 triliun. Perolehan nilai kontrak yang baru mencapai setengah dari target disebabkan oleh jadwal tender proyek yang mundur ataupun ditunda ke 2021.
 
HRTA : Hingga kuartal III 2020 perseroan membukukan penjualan bersih hingga Rp 3,15 triliun. Realisasi ini bertumbuh 31,28% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 2,4 triliun.  Peningkatan penjualan ditopang oleh penjualan perhiasan dan logam mulia melalui grosir hingga Rp 2,88 triliun. Jumlah ini naik 36,66% yoy dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 2,11 triliun. Sementara, penjualan perhiasan dan logam mulia melalui toko justru terkikis 9,76% yoy menjadi Rp 255,85 miliar.

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF