News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 2 Juli 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 20,47 poin atau menguat 0,34% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 204 saham di tutup naik, 273 saham di tutup turun dan 159 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXHealth di susul oleh sektor IDXNoncyc yang di tutup masing - masing menguat 1,92% dan 1,87%. Survei IHS Markit terbaru melaporkan Purchasing Managers’ Index atau PMI Indonesia pada Juni 2021 tercatat melandai di posisi 53,5 dibandingkan dengan Mei 55,3. Pelemahan dipicu akibat kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini. Meski demikian, level di atas 50 poin diklaim masih menjadi level ekspansif meskipun tidak setinggi dua bulan sebelumnya. Sentimen terbaru, pemerintah resmi akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat dimulai pada 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 untuk wilayah jawa dan Bali. keputusan ini harus diambil seiring dengan lonjakan kasus positif covid dalam beberapa waktu terakhir. Termasuk kehadiran varian baru dengan penyebaran yang lebih cepat. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 55 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA,TLKM, GGRM,TBIG, EMTK.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,38%, Indeks Nasdaq menguat 0,13% dan Indeks S&P menguat 0,52%. Menguatnya indeks tersebut ditopang oleh laporan data ekonomi AS terbaru. Data terbaru tersebut yakni menunjukkan ekspansi manufaktur AS yang solid dan penurunan klaim tunjangan pengangguran yang lebih besar dari perkiraan dan menutupi kekhawatiran tentang penyebaran varian Covid-19 yang lebih menular. Klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu tercatat turun dari 415.000 ke 364.000, melampaui perkiraan yan sebesar 390.000. Sementara menurut indeks manajer pembelian (PMI) Institute for Supply Management (ISM), aktivitas pabrik-pabrik di AS berkembang dengan kecepatan yang sedikit melambat di bulan Juni 2021 dengan komponen ketenagakerjaan turun ke kontraksi untuk pertama kalinya sejak November 2020. Sedangkan indeks harga yang dibayar, menurut ISM, melonjak ke level tertinggi sejak tahun 1979 dikarenakan ketidakseimbangan permintaan/penawaran saat ini. Adapun harga minyak mentah naik lebih tinggi dikarenakan aliansi OPEC+ bertikai sengit  sehingga menimbulkan keraguan pada kesepakatan yang dapat meredakan lonjakan harga. Investor selanjutnya mencermati laporan penggajian tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat ini untuk mengetahui seberapa dekat The Fed AS akan mengurangi akomodasi kebijakannya dikarenakan laporan ketenagakerjaan yang membaik dan tekanan inflasi meningkat. Seorang pejabat The Fed AS yakni Patrick Harker (Presiden The Fed Philadelphia) mengatakan bahwa pemotongan pembelian aset sebesar US$ 10 miliar per bulan mungkin masuk akal dan pihaknya lebih suka memulai proses tersebut pada tahun ini. Di sisi lain IMF berpandangan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian aset pada paruh pertama tahun 2022 dan mungkin perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun 2022 atau pada awal tahun 2023.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,04% mengikuti pergerakan bursa di Wall Street tadi malam namun juga wait & see jelang rilis data utama ketenagakerjaan AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melemah. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range : 5970/5934 – 6040/6075.

Cermati :
TLKM, ASII, ADRO, BBCA, UNTR
 


BERITA EMITEN

BKSL : Perseroan meraih kinerja positif dengan berhasil mengembalikan rugi menjadi untung sebanyak Rp 239 miliar pada akhir Maret 2021, dari sebelumnya menanggung kerugian sejumlah Rp 189,64 miliar di periode yang sama tahun 2020. Peningkatan ditopang oleh melonjaknya pendapatan yang mencapai 310,74% menjadi Rp 462,70 miliar.

ASGR : Perseroan tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp 250 miliar, meningkat 60% dibandingkan capex tahun lalu sekitar Rp 155 miliar. Sebagian besar capex perseroan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan mesin Fuji Xerox. Sumber dananya berasal dari arus kas internal dan tidak menutup kemungkinan dari eksternal.

TSPC :  Perseroan akan membagikan dividen Rp 60 per saham dari laba tahun lalu atau setara dengan Rp 270 miliar. Pembagian dividen yang mencapai 34,27% dari laba 2020 ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Tempo Scan Pacific pada 25 Juni lalu. Perseroan menyisihkan Rp 2,25 miliar laba sebagai dana cadangan. Sedangkan sisa laba dicatat sebagai laba ditahan.

IMAS : Perseroan akan membagikan dividen meski tahun lalu mencatat kerugian bersih. Emiten sektor otomotif ini menebar dividen total Rp 15,98 miliar atau setara dengan Rp 4 per saham. Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) senin lalu.

BRPT :  Perseroan akan menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II dengan target dana yang dihimpun Rp 1,5 triliun. Untuk tahap awal, perseroan akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap I Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 750 miliar.

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF