Morning Note 6 September 2021
IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 48,69 poin atau menguat 0,8% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup naik, 234 saham di tutup turun dan 160 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXIndust di susul oleh sektor IDXEnergy yang di tutup masing – masing menguat 2,11% dan 1,91%. Penguatan IHSG terjadi di tengah tren pergerakan variatif di bursa Asia. Kekhawatiran seputar pandemi memperberat gerak bursa, menyusul penyebaran varian 'Mu'. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mutasi yang pertama ditemukan di Colombia dan menyebar ke 39 negara ini berpeluang lolos dari kekebalan tubuh mereka yang pernah terinfeksi atau divaksin. Namun, optimisme global muncul dari rilis klaim tunjangan asuransi pengangguran Amerika Serikat (AS) sepekan lalu yang bertambah 340.000, atau lebih baik dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones sebanyak 345.000 klaim. Hal ini memicu optimisme data tenaga kerja Agustus pada Jumat ini bakal berujung positif. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 245 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni TLKM, UNTR, PTBA, BBCA, ADRO.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,21% dan -0,03%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,21% dan mencatatkan rekor penutupan tertingginya. Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan mengecewakan yang menimbulkan kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi. Saham-saham sektor yang sensitif secara ekonomi memimpin penurunan indeks. Sementara saham sektor teknologi ditutup menguat didukung oleh ekspektasi suku bunga tetap rendah di tengah fluktuatifnya laju pemulihan ekonomi AS. Data ketenagakerjaan AS periode Agustus 2021 yang dirilis akhir pekan kemarin yakni Non Farm Payrolls tercatat hanya sebesar 235.000, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 750.000 dan turun drastis dibanding Juli 2021 yang sebesar 1,05 juta. Data tersebut mencerminkan peningkatan infeksi virus Covid-19 khususnya varian Delta dan dampaknya laju pemulihan ekonomi AS. Dan pasar tenaga kerja tetap menjadi landasan utama bagi The Fed AS dimana ketua The Fed Jerome Powell pada pekan lalu mengisyaratkan bahwa mencapai pekerjaan penuh adalah prasyarat bagi bank sentral untuk memulai pengurangan pembelian asetnya.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,28% yang dipicu oleh sentimen politik domestik setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri untuk pemilihan ulang.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6079/6032 – 6150/6174.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,21% dan -0,03%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,21% dan mencatatkan rekor penutupan tertingginya. Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan mengecewakan yang menimbulkan kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi. Saham-saham sektor yang sensitif secara ekonomi memimpin penurunan indeks. Sementara saham sektor teknologi ditutup menguat didukung oleh ekspektasi suku bunga tetap rendah di tengah fluktuatifnya laju pemulihan ekonomi AS. Data ketenagakerjaan AS periode Agustus 2021 yang dirilis akhir pekan kemarin yakni Non Farm Payrolls tercatat hanya sebesar 235.000, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 750.000 dan turun drastis dibanding Juli 2021 yang sebesar 1,05 juta. Data tersebut mencerminkan peningkatan infeksi virus Covid-19 khususnya varian Delta dan dampaknya laju pemulihan ekonomi AS. Dan pasar tenaga kerja tetap menjadi landasan utama bagi The Fed AS dimana ketua The Fed Jerome Powell pada pekan lalu mengisyaratkan bahwa mencapai pekerjaan penuh adalah prasyarat bagi bank sentral untuk memulai pengurangan pembelian asetnya.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,28% yang dipicu oleh sentimen politik domestik setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri untuk pemilihan ulang.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6079/6032 – 6150/6174.
Cermati :
TLKM, ADRO, ANTM, MIKA, INDF
SSIA : Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp871 miliar. Pendapatan ini mengalami penurunan sekitar 40,6% dari Rp1,46 triliun yang dibukukan pada periode yang sama tahun 2020. Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp190,8 miliar, turun 55,3% dibandingkan dengan rugi bersih Rp122,9 miliar di semester 1-2020.
HEAL : Perseroan mulai merealisasikan aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham Perseroan di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia. Buyback akan dilaksanakan terhitung sejak tanggal 3 September 2021 hingga 1 Oktober 2021 dengan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah maksimum Rp30 miliar dengan jumlah saham maksimum 25 juta lembar saham.
TINS : Persroan mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp 270 miliar pada semester I-2021. Seiring keberhasilan itu, perseroan berbalik untung dibandingkan periode sebelumnya yang rugi sebesar Rp 390 miliar. Kinerja positif Perseroan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong seperti peningkatan kinerja operasional anak perusahaan, efisiensi di seluruh lini operasional, implementasi strategi keuangan khususnya menekan keuangan, dan kenaikan harga logam timah yang signifikan di pasar komoditas dunia.
GMFI : Perseroan berhasil menekan rugi bersih hingga 72,4% pada semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan perseroan menyusul diterapkannya efisiensi dan menurunnya aktivitas produksi.
PSAB : Perseroan membukukan peningkatan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepeda pemilik entitas induk menjadi US$ 4,81 juta pada semester I-2021, dibandingkan periode sama tahu lalu US$ 3,27 juta. Peningkatan rugi tahun berjalan tersebut terjadi saat penjualan perseroan justru naik menjadi US$149,14 juta hingga Juni 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$118,60 juta.

Tentang Kami
Tata kelola










