News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 14 Agustus 2024

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 59,01 poin setelah bergerak positif hampir di sepanjang sesi perdagangan dalam range 7.286,55 - 7.366,65. Sebanyak 332 saham ditutup menguat, 231 saham melemah dan 224 saham stagnan. Secara sektoral. sebanyak 11 sector menopang pergerakan IHSG dengan penguatan terbesar ada pada sector IDXCyclic dan IDXTrans masing-masing 2,99% dan 2,30%. Menguatnya IHSG tersebut sejalan dengan pergerakan indeks di bursa kawasan regional yang bergerak positif. Selain itu katalis positif pendorong IHSG datang dari menguatnya nilai tukar Rupiah, ekspektasi pemangkasan suku bunga bunga The Fed AS serta naiknya harga saham-saham sector konstruksi dan property setelah Presiden RI terpilih Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).  Di sisi lain, aksi beli investor asing juga turut menopang penguatan IHSG. Investor asing tercatat melakukan aksi beli mencapai Rp. 588 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BBCA, BMRI, BBRI, INDF dan TPIA. Sementara saham-saham yang paling banyak di jual yakni ANTM, TLKM, ASII, ADRO dan UNTR.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,04%, indeks Nasdaq ditutup menguat 2,43%, dan indeks S&P ditutup menguat 1,68%. Saham Energi melemah karena harga minyak yang lebih rendah. OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan pada tahun 2024 karena ekspektasi yang melemah di China meredakan kekhawatiran risiko pasokan yang disebabkan oleh konflik yang meluas di Timur Tengah. Saham Starbucks melonjak 24,5% menjadi persentase kenaikan satu hari terbesar. Penguatan indeks ditopang dari data harga produsen yang lebih rendah memperkuat taruhan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September. Producer price index (PPI)untuk bulan Juli 2024 dirilis sebesar 0,1% dari bulan sebelumnya sebesar 0,2%, dibawah perkiraan pasar. Kenaikan biaya barang diredam oleh sektor jasa yang lebih murah, yang menunjukkan bahwa inflasi terus menurun. Dalam 12 bulan hingga Juli, producer price index (PPI) meningkat 2,2% setelah naik 2,7% pada bulan Juni. Investor menunggu angka harga konsumen atau consumer price index (CPI) bulan Juli yang akan dirilis pada hari Rabu nanti malam dan data penjualan ritel pada hari Kamis malam untuk memperkuat taruhan pada pemotongan suku bunga yang agresif oleh bank sentral AS.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,85% yang masih didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen dan data sentiment bisnis (Reuters Tankan Index) di produsen periode Agustus 2024 yang tercatat turun dari 11 ke 10, di atas perkiraan. Sementara Pasar Asia-Pasifik memperpanjang kenaikan pada hari Rabu setelah harga produsen di AS turun dari yang diharapkan untuk bulan Juli.

Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan berpotensi melanjutkan penguatannya. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7307/7257 - 7387/7417. Cermati : AMRT, ISAT, ACES, BBTN, CTRA



ITMG: Mengalami penurunan kinerja pada semester I-2024. Laba bersih ITMG terpangkas 57,94% secara tahunan menjadi US$ 129,07 juta pada semester I-2024. Keuntungan ITMG setara dengan Rp 2,04 triliun jika dikonversi memakai kurs saat ini sebesar Rp 15.830 per dolar Amerika Serikat. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan perolehan pendapatan bersih ITMG yang menurun 19,37% (YoY) dari US$ 1,29 miliar menjadi US$ 1,04 miliar hingga Juni 2024. Penurunan pendapatan ITMG disebabkan oleh penjualan batubara ke pihak ketiga yang menyusut 21,01% (YoY) dari US$ 1,24 miliar menjadi US$ 983,67 juta.

MLPT: Akan membagikan dividen interim sebesar Rp. 206,25 miliar, setara 86,06% dari laba bersih perseroan semester I-2024 yang sebesar Rp. 239,66 miliar. Dividen tersebut sebesar Rp. 110 per saham dengan yield dividen sebesar 7,17%. Cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi tanggal 21 Agustus 2024, di pasar tunai pada 23 Agustus 2024. Sementara pembayaran dividen pada 6 September 2024.

MTMH: Telah melakukan pembelian saham atau akuisisi PT. Gamaliel Elia Tua, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia dengan nilai mencapai Rp. 800 juta. Tujuan akuisisi tersebut untuk meningkatkan efisiensi perseroan dalam melakukan pengadaan persediaan terutama alat kesehatan dan obat yang merupakan bagian penting dalam kegiatan usaha utama perseroan.

PTRO: Meraih kontrak jumbo senilai Rp. 17,4 triliun dari PT. Pasir Bara Prima yang merupakan anak usaha PT. Singaraja Putra Tbk (SINI) dengan jangka waktu dari kontrak adalah life of mine atau sepanjang hidup tambang. Kontrak tersebut mencakup pengupasan lapisan penutup dan penggalian batubara di area tambang dengan lokasi tambang di Kecamatan Kapuas Tengah Kalimantan Tengah.

PWON: Memastikan konstruksi proyek superblock di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai total Rp. 5 triliun bakal dimulai tahun ini. Saat ini perseroan tengah mempersiapkan lahan serta lelang untuk bisa segera mengeksekusi proyek tersebut yang direncanakan akan selesai dalam dua tahun.

MYOR: Di semester I-2024 mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 1,71 triliun, naik 40,92% dibanding semester I-2023 yang sebesar Rp. 1,21 triliun. Sementara penjualan tercatat naik 9,47% secara tahunan menjadi Rp. 16,23 triliun.

INKP: Di semester I-2024 mencatatkan laba bersih sebesar US$ 278,76 juta, naik 3,18% secara tahunan dibanding semester I-2023 yang sebesar US$ 268,52 juta. Namun penjualan bersih turun 16,9% secara tahunan dari US$ 1,93 miliar menjadi US$ 1,60 miliar. Turunnya beban pokok penjualan dan beban-beban lainnya berdampak positif ke pencapaian laba bersih perseroan.

FREN: Di semester I-2024 mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp. 5,57 triliun, naik tipis dibanding semester I-2023 yang sebesar Rp. 5,56 triliun. Sementara rugi bersih tercatat turun dari Rp. 543,21 miliar menjadi Rp. 473,77 miliar.

 

-DISC ON-

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF