IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 69.56 poin atau menguat 0,99% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 7.059,92-7.167,26. Sebanyak 370 saham ditutup menguat, 208 saham ditutup melemah, 206 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 10 sektor ditutup menguat, dengan penguatan terbesar pada sektor IDXInfra dan IDXEnergy masing-masing 1,62% dan 1,38%. IHSG mengekor bursa Asia-Pasifik yang secara mayoritas juga bangkit dari zona koreksi. Indeks Nikkei 225 pun memimpin penguatan bursa Asia-Pasifik yakni naik 10,23%, disusul KOSPI Korea Selatan yang naik 3,3%. Rebound tersebut dipengaruhi oleh perkembangan seputar spekulasi pasar sehubungan dengan The Fed yang kemungkinan besar akan segera melakukan pemangkasan suku bunga akibat perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Saham petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi penopang terbesar IHSG di akhir perdagangan kemarin. Dari sisi mata uang, rupiah menguat 0,12% di angka Rp16.160/US$, memperpanjang tren apresiasi sejak 31 Juli 2024. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebanyak Rp 15 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni AMMN, BMRI, TPIA, FILM dan MYOR. Sementara investor asing banyak melakukan aksi jual pada saham-saham BBRI, BBCA, TLKM, UNTR dan GOTO.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,76%, Indeks Nasdaq menguat 1,03% dan Indeks S&P menguat 1,04%. Pembuat kebijakan bank sentral AS menolak gagasan bahwa data pekerjaan bulan Juli yang lebih lemah dari perkiraan berarti ekonomi menuju resesi. Namun mereka juga memperingatkan bahwa The Fed perlu memotong suku bunga untuk menghindari resesi. Kekhawatiran pasar baru-baru ini diperlemah saat kenaikan suku bunga Bank of Japan pada pekan lalu. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly yang mengatakan bahwa The Fed terbuka untuk memangkas suku bunga acuan apabila perlu, dan menekankan perlunya pendekatan proaktif terhadap kebijakan, tentunya hal tersebut suatu harapan bagi pasar, sebagai upaya The Fed untuk menghindari kemungkinan resesi AS. Sebagian besar saham mega caps menguat, termasuk Nvidia yang bangkit kembali sebesar lebih dari 6%. Saham META juga menguat hampir 4%. Saham emiten perbankan besar AS, JP Morgan naik 2,93%. Sementara untuk Apple masih turun -1,35% setelah Berkshire Hathaway milik Warren Buffett memangkas sekitar 50% kepemilikan mereka. Data ekonomi pada pekan ini yang dirilis yakni, klaim pengangguran mingguan yang diperkirakan turun menjadi 240.000 dari sebelumnya 249.000 dan agenda besar The Fed berikutnya adalah pidato Ketua Jerome Powell di Jackson Hole, Wyoming, pada 22-24 Agustus.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,59% karena kondisi volatilitas pasar, meskipun sebagian besar bursa di seluruh dunia pulih dalam semalam.
IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak menguat. Rilis cadangan devisa dan masih berlanjutnya rilis data laporan kinerja emiten diharapkan dapat menopang pergerakan indeks. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7070/7011 - 7178/7226. Cermati : AMRT, EXCL, MYOR, PTBA, dan BBTN
ROTI: Mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback). ROTI berencana melakukan buyback sebanyak 88 juta saham dengan harga maksimum Rp1.700 per saham. Buyback ini akan menggunakan dana internal perseroan.SRAJ: Meraup laba bersih Rp9,65 miliar atau menguat 123% dari episode sama tahun lalu dengan mengemas rugi Rp41,95 miliar. Pendapatan Rp1,51 triliun, melonjak 34% dari posisi sama tahun lalu Rp1,12 triliun. Beban langsung Rp1,07 triliun, bengkak dari fase sama tahun lalu Rp815,47 miliar. Laba kotor terakumulasi senilai Rp439,18 miliar, melonjak dari periode sama tahun lalu Rp309,18 miliar. HITS: Mendapatkan laba semester pertama 2024 USD4,73 juta atau turun 56% dari periode sama tahun lalu USD10,86 juta. Pendapatan usaha USD62,46 juta, melejit 12% dari fase sama tahun sebelumnya USD55,35 juta. Beban pokok pendapatan USD48,55 juta, bengkak dari periode sama tahun lalu USD38,18 juta. Laba kotor tercatat USD13,91 juta, turun dari periode sama tahun sebelumnya USD17,17 juta. BMRI: Bank Mandiri bersama anak perusahaan akan menggelar Mandiri Lelang Festival 2024, sebuah inisiatif untuk mengoptimalkan aset perseroan dan memberikan peluang investasi cerdas kepada masyarakat. Festival ini berlangsung dari 8 Agustus hingga 10 Oktober 2024, dan bertujuan untuk memperkenalkan serta memasarkan aset berkualitas perseroan. Festival ini melibatkan kolaborasi dengan anak perusahaan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri Taspen (Mantap), Mandiri Tunas Finance (MTF), dan Mandiri Utama Finance (MUF), serta menawarkan lelang untuk aset tanah, bangunan, dan kendaraan.EXCL: Berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih hingga double digit di semester I-2024. Ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan EXCL. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk EXCL mencapai Rp 1,02 triliun per Juni 2024, tumbuh 57,52% secara tahunan dari Rp 650,68 miliar. Dari sisi top line, EXCL mengantongi pendapatan sebesar Rp 17,05 triliun atau tumbuh 8,16% YoY pada periode Januari–Juni 2024. Pada periode yang sama di 2023, pendapatan EXCL mencapai Rp 15,76 triliun.PRDA: Meraup laba bersih Rp115,67 miliar, turun 22 % dari periode sama tahun lalu sejumlah Rp148,77 miliar. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp1,03 triliun, susut 2,83 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,06 triliun. Beban pokok pendapatan Rp413,34 miliar, turun tipis dari posisi sama tahun lalu Rp413,34 miliar. Laba kotor tercatat Rp618,93 miliar, mengalami penurunan dari sebelumnya Rp648,18 miliar. PPRO: Semester pertama 2024 merugi Rp459,57 miliar atau turun 1.135% dari periode sama tahun lalu rugi Rp37,20 miliar. Pendapatan usaha Rp189,81 miliar, turun 36% dari posisi sama tahun lalu Rp296,75 miliar. Beban pokok penjualan Rp170,35 miliar, mengalami penyusutan dari USD251,21 miliar. Laba kotor tercatat Rp19,45 miliar, mengalami perosotan dari sebelumnya Rp45,53 miliar. ACRO: Mengumumkan bahwa Samcro membeli mesin-mesin baru untuk meningkatkan produksi pabrik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memperkuat posisi pasar dan menciptakan pasar baru dengan nilai tambah produk. ACRO telah mengalokasikan dana sebesar Rp Rp 13,6 miliar untuk pembelian mesin produksi lanjutan yang baru guna memenuhi permintaan pasar yang meningkat dan mempertahankan keunggulan kompetitif. MTEL: Fokus menggarap bisnis serat optik atau fiber optic. Bahkan, MTEL meningkatkan target penambahan serat optik di tahun ini. Kinerja Mitratel di semester I sejalan dengan target perusahaan. Segmen bisnisnya yang cenderung baru, yakni serat optik mengalami pertumbuhan tertinggi. Hingga semester I, pertumbuhan bisnis serat optik mencapai 104,9% secara tahunan (YoY). Sementara itu, segmen bisnis tower related tumbuh 7,8% YoY, tower leasing 7,2% YoY, dan reseller justru turun 13,5% YoY.