News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 16 Agustus 2021

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -0,16 poin atau melemah -0,003% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 314 saham di tutup turun, 195 saham di tutup naik dan 141 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor IDXCyclic di susul oleh sektor IDXTechno yang di tutup masing – masing -1,66% dan -1,55%. Minimnya katalis positif yang dapat mendongkrak kinerja keuangan membuat IHSG bergerak fluktuatif. Hal ini memberikan alasan bagi pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan di tengah perdagangan di hari terakhir pekan lalu. Investor juga cenderung berhati-hati setelah kekebalan kelompok (herd immunity) tidak mungkin dicapai dengan vaksin Covid-19, menyusul penyebaran varian Delta yang sangat mudah menular. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 590 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni BUKA, BBCA, BBRI, ASII, AKRA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat terbatas. Indeks Dow ditutup menguat 0,04%, Indeks Nasdaq menguat 0,04% dan Indeks S&P menguat 0,16%. Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh kenaikan saham Walt Disney yang\ dibayangi oleh penurunan tajam dalam sentimen konsumen AS dan turunnya saham sektor energi. Saham Walt Disney naik 1,00% dan menjadi pendorong terbesar indeks Dow dan S&P setelah melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar dikarenakan layanan streamingnya berhasil menambah lebih banyak pelanggan dari yang diharapkan serta bisnis taman hiburannya di AS kembali mendapatkan keuntungan paska pandemi. Sementara dari sisi data ekonomi, sebuah laporan dari University of Michigan menunjukkan bahwa indeks sentimen konsumen tercatat turun dari 81,2 ke 70,2, yang merupakan level terendah dalam satu dekade terakhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa varian Delta dari virus Corona masih berdampak ke konsumen. Laporan tersebut kemudian mendorong turun imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dan berdampak positif bagi pergerakan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,61% yang dipengaruhi oleh sentimen kasus infeksi Covid-19 yang meningkat di Jepang dan minimnya katalis positif serta menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6108/6077 – 6175/6211.

Cermati :
GGRM, MIKA, MNCN, EMTK, ANTM
 

Morning Note 6 September 2021

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 48,69 poin atau menguat 0,8% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup naik, 234 saham di tutup turun dan 160 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXIndust  di susul oleh sektor IDXEnergy yang di tutup masing – masing menguat 2,11% dan 1,91%. Penguatan IHSG terjadi di tengah tren pergerakan variatif di bursa Asia. Kekhawatiran seputar pandemi memperberat gerak bursa, menyusul penyebaran varian 'Mu'. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mutasi yang pertama ditemukan di Colombia dan menyebar ke 39 negara ini berpeluang lolos dari kekebalan tubuh mereka yang pernah terinfeksi atau divaksin. Namun, optimisme global muncul dari rilis klaim tunjangan asuransi pengangguran Amerika Serikat (AS) sepekan lalu yang bertambah 340.000, atau lebih baik dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones sebanyak 345.000 klaim. Hal ini memicu optimisme data tenaga kerja Agustus pada Jumat ini bakal berujung positif. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 245 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni  TLKM, UNTR, PTBA, BBCA, ADRO.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,21% dan -0,03%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,21% dan mencatatkan rekor penutupan tertingginya. Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan mengecewakan yang menimbulkan kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi. Saham-saham sektor yang sensitif secara ekonomi memimpin penurunan indeks. Sementara saham sektor teknologi ditutup menguat didukung oleh ekspektasi suku bunga tetap rendah di tengah fluktuatifnya laju pemulihan ekonomi AS. Data ketenagakerjaan AS periode Agustus 2021 yang dirilis akhir pekan kemarin yakni Non Farm Payrolls tercatat hanya sebesar 235.000, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 750.000 dan turun drastis dibanding Juli 2021 yang sebesar 1,05 juta. Data tersebut mencerminkan peningkatan infeksi virus Covid-19 khususnya varian Delta dan dampaknya laju pemulihan ekonomi AS. Dan pasar tenaga kerja tetap menjadi landasan utama bagi The Fed AS dimana ketua The Fed Jerome Powell pada pekan lalu mengisyaratkan bahwa mencapai pekerjaan penuh adalah prasyarat bagi bank sentral untuk memulai pengurangan pembelian asetnya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat  1,28% yang dipicu oleh sentimen politik domestik setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri untuk pemilihan ulang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6079/6032 – 6150/6174.

Cermati :
TLKM, ADRO, ANTM, MIKA, INDF
 
    

Morning Note 4 Oktober 2021

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -58,10 poin atau melemah -0,92% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 298 saham di tutup turun, 206 saham di tutup naik dan 145 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor IDXCyclic di susul oleh sektor IDXHealth yang di tutup masing – masing -1,67% dan -1,53%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona merah. Aksi ambil untung oleh investor mewarnai pedagangan pada akhir pekan kemarin setelah IHSG menguat cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya. Pasar juga memanfaatkan sentimen negatif yang datang dari Amerika Serikat di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak terkoreksi. Selain itu, pasar juga memantau arah kebijakan bank sentral AS. Bos The Fed Jerome Powell sebelumnya telah mengatakan bahwa kebijakan pengurangan pembelian obligasi di pasar bisa dijalankan tahun ini. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 1,3 triliun dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni BBRI, TLKM, BBCA, ASII, BMRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,43%, Indeks Nasdaq menguat 0,82% dan Indeks S&P menguat 1,15%. Menguatnya indeks tersebut didorong oleh data ekonomi yang positif, kemajuan dalam perlawanan terhadap Covid-19 dan perkembangan terakhir di Washington AS terkait potensi realisasi infrastruktur. Sejumlah data ekonomi yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan peningkatan belanja konsumen (tercatat naik 0,8%), aktivitas pabrik yang dipercepat (naik dari 59,9 ke 61,1) dan pertumbuhan inflasi yang meningkat, yang dapat membantu mendorong The Fed AS untuk mempersingkat waktunya untuk memperketat kebijakan moneter yang akomodatif. Di sisi lain, Presiden The Fed Philadelphia, Patrick Harker mengulangi pandangannya bahwa ia yakin bank sentral harus mulai mengurangi pembelian asetnya dengan ”segera” namun ia juga menegaskan kembali bahwa ia tidak mengharapkan kenaikan suku bunga utama terjadi sebelum akhir tahun depan atau awal 2023. Sementara dari dinamika politik AS, dikabarkan bahwa pihak Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden AS Joe Biden semakin terlibat dalam negosiasi mengenai RUU belanja infrastruktur yang sedang diperdebatkan dengan Senat AS di Capitol Hill. Presiden Joe Biden juga telah menandatangani UU yang menjaga pemerintahan tetap berjalan hingga 3 Desember 2021 untuk menghindari government shutdown. Sedangkan terkait Covid-19, saham Merck & Co Inc naik 8,4% setelah mengungkapkan bahwa sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa obat oral eksperimental untuk Covid-19 mengurangi risiko kematian dan rawat inap sekitar 50% dan kemudian meningkatkan sentimen pembukaan kembali ekonomi. Optimisme ekonomi dan obat Covid-19 mendorong value stock mengungguli growth stock serta saham transportasi dan saham smallcaps berkinerja lebih dibaik di pasar yang lebih luas.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,95% didukung oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan fokus investor terhadap pembukaan kabinet baru Jepang pada hari ini.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi untuk menguat. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6197/6165 – 6266/6304.

Cermati :
ACES, ANTM, BBRI, MEDC, TLKM
 
 

Morning Note 30 Desember 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 2,33 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 219 saham di tutup naik, 302 saham di tutup turun dan 146 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXCyclic di susul oleh sektor IDXTechno yang di tutup masing – masing menguat 1,57% dan 1,21%. IHSG bergerak fluktuatif yang di warnai aksi profi taking setelah 4 hari menguat secara berturut – turut. Namun sejatinya sentimen sedang cukup positif. Kabar baik bagi pasar finansial global datang dari Afrika Selatan dimana hasil studi terbaru menunjukkan orang-orang yang terinfeksi Omicron, terutama yang sudah divaksin akan memiliki imun yang lebih kuat dalam menghadapi varian Delta. Reuters melaporkan, riset tersebut baru dilakukan terhadap sekelompok kecil, hanya 33 orang yang sudah divaksin dan belum. Hasilnya, netralisasi virus Omicron meningkat 14 kali lipat selama 14 hari setelah terinfeksi, dan netralisasi varian naik 4,4 kali lipat. Hasil riset tersebut juga dikatakan konsisten dengan temuan sebelumnya yakni Omicron menggantikan varian Delta karena individu yang terinfeksi memperoleh kekebalan yang menetralisir Delta. Penelitian tersebut memberikan harapan Omicron akan menjadi akhir dari pandemi Covid-19, terlebih jika ada riset yang lebih luas juga menunjukkan hal yang sama. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 110 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di jual yakni  ADRO, BBCA, MTEL, IPTV, BBRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,25% dan 0,14%. Sementara indeks Nasdaq ditutup melemah –0,10%. Menguatnya indeks Dow dan S&P salah satunya didorong oleh menguatnya saham pengecer seperti Walgreens dan Nike di tengah-tengah sikap investor yang mengabaikan kekhawatiran pada penyebaran varian Omicron. Saham Walgreens dan Nike ditutup menguat masing-masing 1,59% dan 1,42% dengan latar belakang laporan terbaru yang menunjukkan penjualan musim liburan yang kuat untuk perusahaan ritel AS. Data ekonomi tadi malam menunjukkan defisit perdagangan barang AS berkembang cepat ke level terluas di November 2021 dikarenakan impor barang-barang konsumen mencapai rekor, sementara di sisi lain, pandemi virus Corona telah membatasi pengeluaran orang AS untuk layanan jasa-jasa. Sedangkan dari sisi varian Omicron, beberapa studi awal yang menunjukkan pengurangan risiko rawat inap dalam kasus Omicron, telah meredakan kekhawatiran beberapa investor atas gangguan perjalanan dan mendorong indeks S&P ke rekor tertingginya pada pekan ini. Untuk tahun depan, fokus investor diperkirakan akan beralih pada isu kenaikan suku bunga The Fed AS di tengah lonjakan harga yang disebabkan oleh kemacetan rantai pasokan dan rebound ekonomi yang kuat.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,35% yang dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor menyusul penutupan indeks yang beragam di bursa Wall Street tadi malam.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6585/6567 – 6622/6640.

Cermati :
BBRI, SMGR, ASII, CPIN, SCMA
    

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF