News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Oktober 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 34.81 poin atau menguat 0,70% setelah bergerak mayoriitas menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 257 saham di tutup naik, 179 saham di tutup turun dan 165 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Manufaktur yang di tutup masing – masing menguat 1,78% dan 1,01%.. Sentimen positif pengerak IHSG datang dari pasar global yakni stimulus mini yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump. Dalam cuitannya, Trump menyarankan Kongres untuk menyetujui stimulus bagi maskapai AS, dengan menggunakan uang dari sisa anggaran lebih (SAL) stimulus paket 1 sebelumnya. Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan dari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus 2020 tumbuh negatif 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Membaik dibandingkan Juli 2020 yang terkontraksi 12,3% YoY. Penjualan ritel merupakan salah satu indikator awalan (leading indicator) yang bisa menerawang arah gerak ekonomi ke depan. Jika terus turun, maka bisa disimpulkan bahwa ekonomi sedang lesu, masyarakat cenderung menahan uangnya. Selain itu, aksi demo di beberapa tempat yang memanas dan mogok nasional masih akan membagikan sentimen negatif bagi investor. Efek jangka panjang UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) untuk sementara tertunda oleh efek jangka pendek penolakan buruh. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 61 miiar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni BMRI, TLKM, TBIG, PGAS, ADRO
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,43%, Indeks Nasdaq menguat 0,50% dan Indeks S&P menguat 0,80%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh komentar terbaru Presiden AS, Donald Trump, yang memicu harapan akan dukungan bantuan fiskal baru. Presiden Trump mengatakan kepada Fox Business bahwa pemerintah dan Partai Demokrat AS “mulai melakukan pembicaraan yang sangat produktif”, dalam artian bahwa Presiden Trump membuka pintu terkait negosiasi paket stimulus setelah sebelumnya memberikan penoloakan terhadap stimulus yang diajukan oleh Partai Demokrat AS. Namun di sisi lain, ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan tidak ada rencana stimulus yang berdiri sendiri untuk maskapai penerbangan tanpa paket bantuan yang lebih besar. Sementara itu, dari sisi pemilihan Presiden AS, terdapat peningkatan ekspektasi bahwa kemenangan calon Presiden AS, Joe Biden dan Partai Demokrat di Kongres AS akan mendorong pasar saham. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS terbaru, data Initial Jobless Claims pada pekan lalu tercatat turun dari 849.000 ke 840.000, yang mana meskipun mengalami penurunan, namun masih tetap saja tinggi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,29% yang turut dipengaruhi oleh reli di Wall Street tadi malam di tengah munculnya kembali ekspektasi atas paket stimulus dan juga turut ditopang oleh nilai tukar Yen yang melemah terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan tekanan. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5014/4989 – 5052/5064.

Cermati :
ADRO, ASII, TLKM, EXCL, GGRM, INDF
 

Morning Note 15 Oktober 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 43.83 poin atau menguat 0,85% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup naik, 217 saham di tutup turun dan 161 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Pertambangan di susul oleh sektor Infrastruktur yang menguat masing – masing 3,72% dan 1,69%. International Monetary Fund (IMF) telah merilis proyeksi ekonomi terbaru. Dalam laporan berjudul A Long and Difficult Ascent tersebut, IMF merevisi ramalan pertumbuhan ekonomi global dan sejumlah negara. IMF kini memperkirakan ekonomi dunia pada 2020 mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) 4,4%. Membaik dibandingkan proyeksi yang dirilis pada April lalu yaitu -4,9%. Pada Juni lalu, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia terkontraksi 0,3% pada tahun ini. Dalam laporan Oktober, proyeksinya memburuk menjadi kontraksi 1,5%. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 61 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBNI, BMRI, BBCA, MDKA, BBRI.
 
Indeks di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow melemah -0,58%, Indeks Nasdaq melemah -0,80% dan Indeks S&P melemah -0,66%. Sentimen pembahasan paket stimulus yang berlarut-larut dan tidak menemui kesepakatan, masih menjadi faktor utama penekan pergerakan indeks. Hal tersebut dipertegas oleh komentar suram yang datang dari Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin yang mengatakan bahwa kesepakatan stimulus kemungkinan tidak akan tercapai sebelum pemilihan Presiden AS 3 November 2020 mendatang. Mnuchin mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa mendapatkan kesepakatan stimulus sebelum pemilihan Presiden AS dan kemudian melaksanakannya, adalah hal yang akan sulit. Pernyataannya tersebut muncul setelah serangkaian pertemuan panjang dengan Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang gagal mencapai kesepakatan dikarenakan ada perbedaan pandangan terhadap masalah-masalah tertentu. Mnuchin juga mengharapkan dukungan bipartisan untuk gagasan terbaru pemimpin mayoritas Senat AS, Mitch McConnell terkait pemungutan suara pada pekan depan mengenai RUU untuk membantu bisnis kecil, yang mana dalam hal tersebut anggota Senat AS dari Partai Demokrat tidak berminat untuk mengambil tindakan sedikit demi sedikit. Di sisi lain, investor juga memantau laporan keuangan dari perbankan dimana saham Wells Fargo turun 6,0% setelah melaporkan penurunan laba 56% dan memperingatkan bahwa pendapatan bunga bersih bisa lebih tertekan pada 2021.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,33% mengikuti pelemahan indeks di bursa Wall Street tadi malam seiring dengan memudarnya harapan tercapainya kesepakatan paket stimulus sebelum pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi rawan akan tekanan aksi profit taking. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5141/5107 – 5194/5213.

Cermati:
ASII, EXCL, INDF, ITMG, PGAS, PTBA
 

Morning Note 19 Oktober 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 1,74 poin atau melemah -0,03% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 228 saham di tutup turun, 179 saham di tutup naik dan 166 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 3 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Keuangan di susul oleh sektor Perdagangan yang melemah masing – masing -0,67% dan -0,46%. Penurunan IHSG masih  di pengaruhi oleh aksi profit taking yang masih berlanjut setelah IHSG terbang 8 hari beruntun. Selain itu para pelaku pasar juga mulai pesimis setelah bursa acuan global di Wall Street terkoreksi pada perdagangan sebelumnya dan peningkatan kasus corona di AS dan Benua Biru. Dari AS, rilis data ketenagakerjaan terbaru di AS mengecewakan. Klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 10 Oktober tercatat 898.000, naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 845.000. Juga lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Rdengan perkiraan 825.000. Data ekonomi lain juga membuat investor kecewa. Angka pembacaan awal indeks kondisi bisnis keluaran Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) cabang New York periode Oktober 2020 adalah sebesar 32,8. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yakni 40,3. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 506 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni TLKM, BBCA, BBRI, BMRI, ADRO .
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,39% dan 0,01%. Sementara Indeks Nasdaq ditutup melemah -0,36%. Menguatnya indeks Dow dan indeks S&P tersebut ditopang oleh kejelasan kelanjutan timeline pengembangan vaksin virus Corona dan penjualan ritel yang jauh lebih baik dari perkiraan dibulan September 2020. Namun indeks Nasdaq masih mengalami tekanan dan ditutup terkoreksi. Saham Pfizer Inc menguat 3,83% setelah perusahaan mengatakan akan meminta izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 pada akhir November 2020 apabila terbukti efektif. Sementara dari sisi data ekonomi AS terbaru, penjualan ritel AS periode September 2020 tercatat naik 1,9% (lebih baik dari perkiraan yang sebesar 1,9% yang menandakan rebound belanja konsumen pada Q3-2020 seiring dengan semakin meningkatnya tantangan. Sedangkan dari pembahasan stimulus, ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan kepada Partai Demokrat AS, bahwa masih ada perbedaan pendapat dengan pihak Gedung Putih atas sejumlah komponen stimulus fiskal yang sedang di negosiasikan. Sementara itu, penasihat ekonomi Presiden Donald Trump, Larry Kudlow mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network, akan sulit bagi anggota parlemen untuk mengesahkan paket bantuan sebelum pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang. Hal tersebut juga dipertegas oleh pemimpin Partai Republik AS, Kevin McCarthy yang mengatakan bahwa pihaknya tidak mengharapkan kesepakatan stimulus akan tercapai menjelang Pilpres 3 November selama Nancy Pelosi masih terlibat dalam negosiasi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,57% yang didukung oleh aksi berburu saham-saham yang dipandang murah oleh investor sembari mencermati perkembangan terbaru pembahasan paket stimulus di AS dan situasi penyebaran virus Corona gelombang kedua secara global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi rawan tekanan. IHSG diperdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5075/5048 – 5123/5143.

Cermati :
BBNI, EXCL, INDF, MEDC, TLKM
   

Morning Note 21 Oktober 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -26,49 poin atau melemah -0,52% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 318 saham di tutup turun, 112 saham di tutup naik dan 157 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Property di susul oleh sektor Consumer yang di tutup melemah masing – masing -1,91% dan -1,29%. Dari dalam negeri, Harga saham perusahaan rokok kompak bertumbangan pada perdagangan kemarin setelah Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengungkapkan perlu tambahan waktu untuk merumuskan besaran kenaikan tarif cukai rokok untuk 2021. Ketidakpastian yang menyelimuti cukai rokok menyebabkan investor kabur dari saham rokok sehingga membuat sahamnya terkoreksi. Terkoreksinya saham – saham rokok yang memiliki kapitaliasi besar dalam bobot IHSG membuat IHSG di tutup di zona merah. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 171 miliar dengan saham – saham yang paling bayak di jual yakni TLKM, BBRI, ICBP, BBNI, TOWR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,40%, Indeks Nasdaq menguat 0,33% dan Indeks S&P menguat 0,47%. Menguatnya indeks tersebut tadi malam dibayangi oleh kabar bahwa anggota parlemen AS tetap tidak mencapai kesepakatan mengenai paket stimulus baru untuk mendukung pemulihan ekonomi AS. Meski belum ada kata sepakat, optimisme tetap ada yang muncul setelah ketua DPR AS, Nancy Pelosi, tadi malam mengatakan bahwa ia berharap perjanjian bantuan virus Corona dapat diselesaikan pada akhir pekan ini. Pelosi telah berbicara dengan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin tentang kesepakatan stimulus. Sebelumnya ketidakpastian atas paket bantuan virus Corona membebani indeks utama Wall Street pada hari Senin dan analis memperkirakan turbulensi pasar meningkat dengan hanya dua minggu tersisa hingga hari pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang. Dan indeks kemudian mendapatkan dorongan setelah Presiden The Fed Chicago, Charles Evans mengatakan bahwa dirinya “agak optimis” terhadap pemulihan ekonomi AS di tahun 2021. Sementara itu, Departemen Kehakiman AS dan 11 negara bagian AS, mengajukan gugatan antitrust terhadap Google Alphabet Inc dikarenakan diduga melanggar hukum dalam menggunakan kekuatan pasarnya untuk menangkis saingannya. Namun meski diterpa sentimen negative, saham Alphabet ditutup menguat 1,38%. Sedangkan dari sisi laporan keuangan Q3-2020, dari 66 emiten dalam komponen indeks S&P yang telah melaporkan kinerjanya, sebanyak 86,4% telah melampaui ekspektasi dari sisi pendapatan, menurut data IBES Refinitiv.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,21% yang didukung oleh harapan tercapainya kesepakatan paket stimulus di AS yang juga menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks di bursa kawasan regional pagi ini. Namun pergerakan indeks Nikkei pagi ini juga dibayangi oleh sentimen menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5076/5051 – 5130/5159.

Cermati :
TLKM, EXCL, INDF, MEDC, PGAS
 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF