News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 27 Juli 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -62,02 poin atau melemah -1,21% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 299 saham di tutup turun, 136 saham di tutup naik dan 163 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Konsumer yang di tutup masing – masing -1,84% dan -1,58%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup di zona merah. Bursa saham di Asia melemah setelah pemerintah China akhirnya mewujudkan ancamannya dengan memerintahkan AS untuk menutup kantor konsulat AS di kota barat daya Chengdu. Langkah balasan ini direalisasikan hanya berselang sekitar 48 jam setelah tersiar informasi bahwa pemerintah AS memerintahkan China untuk menutup kantor konsulatnya di Houston. Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya telah membuat tuntutan khusus atas penghentian semua operasi dan agenda oleh kantor konsulat AS. Langkah terbaru Beijing menambah ancaman atas hubungan yang telah memburuk dengan AS dalam beberapa bulan terakhir karena berbagai isu mulai dari perdagangan hingga penanganan pandemi Covid-19. Turut memukul sentimen adalah rilis data klaim pengangguran mingguan AS yang menunjukkan peningkatan untuk pertama kalinya sejak Maret. Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis, klaim pengangguran awal mencapai 1,42 juta orang untuk pekan yang berakhir pada 18 Juli atau bertambah sebanyak 109.000 dari pekan sebelumnya. Jumlah tersebut lebih tinggi dari proyeksi para ekonom dalam survei yang memperkirakan klaim awal akan mencapai 1,3 juta, dengan kisaran proyeksi antara 1-1,55 juta. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 692 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni TLKM, BBCA, BBNI, ASII, INTP.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,68%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,94% dan Indeks S&P terkoreksi -0,62%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya dipengaruhi oleh konflik geopolitik yang semakin memanas antara AS dengan Tiongkok, di tengah-tengah rilis kinerja emiten Q2-2020. Salah satu saham yang menjadi penekan indeks adalah saham Intel yang anjlok 16,2% setelah di sesi perdagangan sebelumnya melemah -9%. Anjloknya harga saham Intel tersebut terjadi setelah melaporkan penundaan produksi cip 7-nanometer yang lebih kecil dan lebih cepat. Selain itu, tekanan yang dihadapi oleh saham-saham sektor teknologi, tampaknya disebabkan oleh aksi profit taking jelang musim laporan kuartalan sejumlah perusahaan teknologi besar pada pekan ini. Apple, Amazon dan Alphabet akan merilis laporan kuartalannya pada tanggal 30 Juli 2020 mendatang dimana pada hari yang sama, Departemen Perdagangan AS akan merilis angka awal PDB AS pada Q2-2020. Analis memperkirakan ekonomi AS akan turun 35% pada periode Q2-2020. Sedangkan dari sisi kasus infeksi Corona, kasus baru tercatat berada di atas 1.000 per hari dalam  tiga hari berturut-turut. Meski menghadapi kasus Corona terbesar di dunia, AS masih saja berkonflik dengan Tiongkok. AS memberi waktu yang pendek bagi Tionggkok untuk menutup konsulatnya di Houston. Sebagai balasannya, Tiongkok menutup konsulat AS di Chengdu. Dan pelaku pasar pun dilingkupi oleh kekhawatiran bahwa pemulihan perekonomian tidak berjalan seperti yang diharapkan, apalagi setelah data klaim pengangguran menunjukkan peningkatan serta juga memanasnya hubungan AS-Tiongkok.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,12% yan dipengaruhi oleh sen timen meningkatnya ketegangan geo politik antara AS dengan Tiongkok yang juga turut mendorong menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5055/5027 – 5130/5177.

Cermati :
BBRI, ITMG, PTBA, TLKM, BSDE
 

Morning Note 18 Agustus 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 8,44 poin atau menguat 0,16% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 170 saham di tutup naik, 245 saham di tutup turun dan 167 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak  5 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Pertambangan di susul oleh sektor Konsumer yang menguat masing – masing 0,95% dan 0,58%. Sentimen negatif perdagangan akhir pekan kemarin datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kembali memperpanjang PSBB untuk dua pekan ke depan hingga 27 Agustus mendatang. Hal ini kembali diputuskan lantaran kasus infeksi baru di ibu kota masih terus bertambah. Anies memaparkan jumlah terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 621 kasus baru sehingga total akumulasi kasus positif di DKI Jakarta menjadi 27.863. Kasus yang masih terus melonjak baik skala nasional terutama di DKI Jakarta semakin membuat prospek ekonomi Tanah Air penuh ketidakpastian ke depannya. Sentimen negatif juga datang dari negeri tetangga. Bank sentral Malaysia pada jumat lalu melaporkan produk domestic bruto (PDB) kuartal II-2020 mengalami kontraksi 17,1% year-on-year (YoY). Kontraksi merupakan yang pertama sejak 2009, dan menjadi yang terburuk sepanjang sejarah. Di kuartal I-2020, PDB Malaysia masih tumbuh 0,7% YoY. Kontraksi tersebut juga lebih dalam dari hasil survei Reuters terhadap 11 ekonom yang memprediksi kontraksi di kisaran -5,6% sampai -13,6%. Sementara itu jika dilihat secara kuartalan, PDB Malaysia mengalami kontraksi 16,5% di kuartal II, sementara kuartal I kontraksinya sebesar 2% QtQ. Sehingga Malaysia sah mengalami resesi teknikal. Investor mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 335 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni MNCN, BBNI, FREN, UNTR, MDKA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,31%. Sementara indeks Nasdaq dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 1,00% dan 0,27%. Naiknya harga saham Nvidia sebesar 6,68% serta harga saham sektor teknologi lainnya mendorong penguatan indeks Nasdaq dan S&P. Sementara melemahnya saham Boeing sebesar -3.41% serta beberapa saham lainnya seperti American Express, JP Morgan dan Goldman Sachs, mendorong melemahnya indeks Dow. Perdagangan tadi malam juga dipengaruhi oleh sikap investor yang menantikan risalah rapat The Fed AS bulan lalu yang akan diumumkan pada Rabu mendatang untuk mengetahui pandangan The Fed secara menyeluruh terkait pemulihan ekonomi. Di sisi lain, investor juga mencermati dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang. Sementara itu dari sisi laporan keuangan kuartalan, sebanyak 457 emiten dalam indeks S&P telah merilis kinerjanya dimana sebanyak 81,4% mencatat kinerja yang melampaui ekspektasi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 0,005% dimana pergerakan indeks Nikkei hari ini rawan akan tekanan aksi profit taking, tekanan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta tekanan minimnya katalis positif.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan tekanan. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5228/5208 – 5261/5275.

Cermati :
TLKM, BRPT, HMSP, INTP, JSMR, PTBA
 

Morning Note 24 Agustus 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 22,36 poin atau melemah -0,42% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 244 saham di tutup turun, 163 saham di tutup naik dan 173 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Industri Dasar yang melemah masing – masing -1,19% dan -1,09%. Melemahnya IHSG di warnai aksi profit taking oleh investor setelah sebelumnya IHSG menguat secara 6 hari beruntun. Sentimen datang dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia Agustus 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%. Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan keputusan ini konsisten dengan perlunya menjaga stabilitas eksternal di tengah inflasi yang diperkirakan akan tetap rendah.Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 319 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni BBNI, TLKM, FREN, JSMR, INKP.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,69%, Indeks Nasdaq menguat 0,42% dan Indeks S&P menguat 0,34%. Menguatnya indeks tersebut di dukung oleh rilis data ekonomi AS dan naiknya saham Apple 5,15%. Data ekonomi AS periode Agustus 2020 tersebut yakni Markit Manufacturing PMI Flash yang tercatat naik dari 50,9 ke 53,6 ; Markit Services PMI Flash yang tercatat naik dari 50 ke 54,8, Markit Composite PMI Flash tercatat 50,3 ke 54,7 dan Existing Home Sales tercatat naik dari 20,2% ke 24,7%. Mengingkatnya data Markit tersebut dikarenakan perusahaan-perusahaan di sektor manufaktur dan jasa mencatat kenaikan dalam pesanan baru. Kenaikan tajam yang tidak terduga dalam data ekonomi tersebut melanjutkan pola data ekonomi AS yang menggambarkan pemulihan yang tidak stabil dari resesi akibat pandemi Covid-19, meskipun masih dipandang pada jalur yang benar. Sebelumnya Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim tunjangan pengangguran yang kembali tercatat di atas angka 1 juta. Di sisi lain, investor juga khawatir tentang kebuntuan dalam pembicaraan antara Partai Demokrat AS dan Gedung Putih mengenai anggaran virus Corona berikutnya karena sekitar 28 juta orang AS terus mengajukan klaim dana untuk pengangguran.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,03% yang dipengaruhi oleh minimnya katalis positif penggerak pasar yang diimbangi oleh stabilnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi terkoreksi. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5252/5231 – 5311/5348.

Cermati :  PTBA, TLKM, BRPT, ITMG, BBNI
 

Morning Note 7 September 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -40,96 poin atau melemah -0,78% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 311 saham di tutup turun, 122 saham di tutup naik dan 156 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh Aneka Industri yang di tutup masing – masing -1,84% dan -1,67%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona merah. Melemahnya bursa asia mengikuti bursa wall street terbanting pada penutupan perdagangan sebelumnya menyusul aksi ambil untung besar - besaran dengan mengacuhkan data tenaga kerja yang menunjukkan berkurangnya tingkat pengangguran baru. Departemen Tenaga Kerja merilis update jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kali, alias terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebanyak 881.000 pada pekan terakhir Agustus. Ini lebih baik dari ekspektasi pasar. Ekonom dalam polling Dow Jones mengekspektasikan angka klaim baru bakal mencapai 950.000 pekan lalu, atau berkurang dibandingkan dengan posisi sepekan sebelumnya yang melebihi angka 1 juta orang. Investor asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rop miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni BBNI, BBCA, ASII, BBRI, BMRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya setelah melalui sesi perdagangan dengan volatilitas tinggi. Indeks Dow ditutup melemah -0,56%, Indeks Nasdaq melemah -1,27% dan Indeks S&P melemah -0,81%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya didorong oleh aksi lepas saham oleh investor terhadap saham-saham teknologi besar. Aksi jual tersebut didasarkan pada kekhawatiran investor terhadap over valuation dari saham sektor teknologi dan pemulihan ekonomi yang tidak merata. Rilis data utama ketenagakerjaan AS pun tidak mampu menahan tekanan jual. Secara intra day, Indeks Dow sempat melemah hingga -2,22%, Indeks Nasdaq sempat melemah hingga -5,08% dan Indeks S&P sempat melemah hingga -3,05%. Di sisi lain, pelaku pasar dikabarkan tengah memperhitungkan valuasi yangg tepat untuk saham teknologi. Saham teknologi mencuat dikarenakan pandemi Corona menyebabkan pengggunaan produk dan jasa berbasis teknologi meningkat pesat, dan apablia perekonomian telah pulih, kondisi tersebut diyakini bakal berbanding terbalik. Data utama ketenagakerjaan AS tersebut yakni Unemployment Rate tercatat turun dari 10,2% ke 8,4% (lebih baik dari perkiraan yang sebesar 9,8%) ;  Non Farm Payrolls tercatat sebesar turun dari 1,73 juta menjadi 1,37 juta (di bawah ekspektasi yang sebesar 1,4 juta dan Average Hourly Earnings MoM yang tercatat naik 0,4% (estimasi mengalami stagnansi). Dan tekanan jual yang sedang melanda bursa Wall Street diperkirakan bisa menjadi gambaran awal dari dua bulan yang sulit menjelang Pemilihan Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,26% seiring dengan sentimen melemahnya indeks di bursa Wall Street. Namun indeks Nikkei berpeluang bergerak positif seiring dengan melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi mengalami tekanan seiring dengan maraknya aksi jual yang melanda bursa Wall Street yang diikuti oleh bursa di kawasan regional. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5192/5144 – 5284/5329.

Cermati : ASII, GGRM, ITMG, JSMR, PTBA
 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF