Morning Note 27 Juli 2020
IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun -62,02 poin atau melemah -1,21% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 299 saham di tutup turun, 136 saham di tutup naik dan 163 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Konsumer yang di tutup masing – masing -1,84% dan -1,58%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup di zona merah. Bursa saham di Asia melemah setelah pemerintah China akhirnya mewujudkan ancamannya dengan memerintahkan AS untuk menutup kantor konsulat AS di kota barat daya Chengdu. Langkah balasan ini direalisasikan hanya berselang sekitar 48 jam setelah tersiar informasi bahwa pemerintah AS memerintahkan China untuk menutup kantor konsulatnya di Houston. Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya telah membuat tuntutan khusus atas penghentian semua operasi dan agenda oleh kantor konsulat AS. Langkah terbaru Beijing menambah ancaman atas hubungan yang telah memburuk dengan AS dalam beberapa bulan terakhir karena berbagai isu mulai dari perdagangan hingga penanganan pandemi Covid-19. Turut memukul sentimen adalah rilis data klaim pengangguran mingguan AS yang menunjukkan peningkatan untuk pertama kalinya sejak Maret. Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis, klaim pengangguran awal mencapai 1,42 juta orang untuk pekan yang berakhir pada 18 Juli atau bertambah sebanyak 109.000 dari pekan sebelumnya. Jumlah tersebut lebih tinggi dari proyeksi para ekonom dalam survei yang memperkirakan klaim awal akan mencapai 1,3 juta, dengan kisaran proyeksi antara 1-1,55 juta. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 692 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di jual yakni TLKM, BBCA, BBNI, ASII, INTP.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,68%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,94% dan Indeks S&P terkoreksi -0,62%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya dipengaruhi oleh konflik geopolitik yang semakin memanas antara AS dengan Tiongkok, di tengah-tengah rilis kinerja emiten Q2-2020. Salah satu saham yang menjadi penekan indeks adalah saham Intel yang anjlok 16,2% setelah di sesi perdagangan sebelumnya melemah -9%. Anjloknya harga saham Intel tersebut terjadi setelah melaporkan penundaan produksi cip 7-nanometer yang lebih kecil dan lebih cepat. Selain itu, tekanan yang dihadapi oleh saham-saham sektor teknologi, tampaknya disebabkan oleh aksi profit taking jelang musim laporan kuartalan sejumlah perusahaan teknologi besar pada pekan ini. Apple, Amazon dan Alphabet akan merilis laporan kuartalannya pada tanggal 30 Juli 2020 mendatang dimana pada hari yang sama, Departemen Perdagangan AS akan merilis angka awal PDB AS pada Q2-2020. Analis memperkirakan ekonomi AS akan turun 35% pada periode Q2-2020. Sedangkan dari sisi kasus infeksi Corona, kasus baru tercatat berada di atas 1.000 per hari dalam tiga hari berturut-turut. Meski menghadapi kasus Corona terbesar di dunia, AS masih saja berkonflik dengan Tiongkok. AS memberi waktu yang pendek bagi Tionggkok untuk menutup konsulatnya di Houston. Sebagai balasannya, Tiongkok menutup konsulat AS di Chengdu. Dan pelaku pasar pun dilingkupi oleh kekhawatiran bahwa pemulihan perekonomian tidak berjalan seperti yang diharapkan, apalagi setelah data klaim pengangguran menunjukkan peningkatan serta juga memanasnya hubungan AS-Tiongkok.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,12% yan dipengaruhi oleh sen timen meningkatnya ketegangan geo politik antara AS dengan Tiongkok yang juga turut mendorong menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5055/5027 – 5130/5177.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,68%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,94% dan Indeks S&P terkoreksi -0,62%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya dipengaruhi oleh konflik geopolitik yang semakin memanas antara AS dengan Tiongkok, di tengah-tengah rilis kinerja emiten Q2-2020. Salah satu saham yang menjadi penekan indeks adalah saham Intel yang anjlok 16,2% setelah di sesi perdagangan sebelumnya melemah -9%. Anjloknya harga saham Intel tersebut terjadi setelah melaporkan penundaan produksi cip 7-nanometer yang lebih kecil dan lebih cepat. Selain itu, tekanan yang dihadapi oleh saham-saham sektor teknologi, tampaknya disebabkan oleh aksi profit taking jelang musim laporan kuartalan sejumlah perusahaan teknologi besar pada pekan ini. Apple, Amazon dan Alphabet akan merilis laporan kuartalannya pada tanggal 30 Juli 2020 mendatang dimana pada hari yang sama, Departemen Perdagangan AS akan merilis angka awal PDB AS pada Q2-2020. Analis memperkirakan ekonomi AS akan turun 35% pada periode Q2-2020. Sedangkan dari sisi kasus infeksi Corona, kasus baru tercatat berada di atas 1.000 per hari dalam tiga hari berturut-turut. Meski menghadapi kasus Corona terbesar di dunia, AS masih saja berkonflik dengan Tiongkok. AS memberi waktu yang pendek bagi Tionggkok untuk menutup konsulatnya di Houston. Sebagai balasannya, Tiongkok menutup konsulat AS di Chengdu. Dan pelaku pasar pun dilingkupi oleh kekhawatiran bahwa pemulihan perekonomian tidak berjalan seperti yang diharapkan, apalagi setelah data klaim pengangguran menunjukkan peningkatan serta juga memanasnya hubungan AS-Tiongkok.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,12% yan dipengaruhi oleh sen timen meningkatnya ketegangan geo politik antara AS dengan Tiongkok yang juga turut mendorong menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5055/5027 – 5130/5177.
Cermati :
BBRI, ITMG, PTBA, TLKM, BSDE

Tentang Kami
Tata kelola










