Morning Note 10 Maret 2020
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi sangat signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –7,79%, Indeks Nasdaq terkoreksi –7,29% dan Indeks S&P terkoreksi –7,60%. Pelemahan indeks tersebut merupakan yang terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008 yang lalu. Anjloknya bursa Wall Street tersebut dipicu oleh perang harga minyak yang mendorong anjloknya harga minyak dan kegelisahan investor terhadap penyebaran virus corona yang melonjak. Imbal hasil obligasi AS pun turut anjlok dan harga minyak mentah anjlok 20%. Yield obligasi negara AS bertenor 10 tahun merosot ke 0,318% yang menunjukkan kenaikan harga dan perburuan investor di aset safe haven tersebut dan merupakan rekor terendah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun. Sedangkan harga minyak mencatatkan penurunan harian terbesar sejak perang teluk tahun 1991. Indeks S&P anjlok paling dalam sejak tahun 2008. Sementara indeks Dow jatuh hingga 2.000 poin dan saham-saham berkapitalisasi kecil turun lebih dari 9% dikarenakan investor mengalihkan modalnya dari aset-aset berisiko. Di sisi lain, investor meminta tanggapan dari pemerintahan Presiden Trump yang sejauh ini mengisyaratkan bahwa mereka yakin penyebaran virus corona akan terkendali. Hampir semua emiten kecuali sembilan emiten dalam komponen indeks S&P mengalami penurunan harga. Exxon Mobil dan Chevron turun lebih dari 12% sedangkan saham perbankan anjlok 11%. Saham Apple anjlok 7,9% dan Dow Chemical anjlok 22%. Di awal perdagangan, yaitu pada pukul 09.34 waktu New York-AS atau pukul 21.34 WIB, Wall Street melakukan penghentian perdagangan sementara selama 15 menit untuk mencegah kepanikan pasar lebih besar seperti pada krisis tahun 2008 lalu. Sementara itu Presiden Trump dan tim ekonominya akan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi dampak dari virus corona dan kejatuhan harga minyak yang berlangsung tiba-tiba. Langkah tersebut antara lain adalah opsi pendanaan untuk pendanaan orang sakit dan bantuan untuk produsen energi AS yang tengah terpukul.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,14% yang turut dipicu oleh anjloknya pasar saham di AS yang diikuti oleh pasar saham global akibat jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran terhadap meningkatnya penyebaran wabah virus corona.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih rawan akan tekanan seiring dengan anjloknya indeks di bursa Wall Street dan pasar saham global. Adanya kebijakan terbaru dari BEI dan OJK diharapkan dapat menahan laju penurunan IHSG. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5058/4980—52920/5443.
Cermati :
ERAA, LPPF, PTBA, JSMR, TLKM, WIKA

Tentang Kami
Tata kelola










