News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 10 Maret 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -361.73 poin atau -6.58% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 382 saham di tutup turun, 43 saham di tutup naik dan 102 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Perkebunan yang di tutup masing - masing -9,42% dan -7,92%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup melemah. Merebaknya kasus virus corona menyebabkan tekanan pada bursa global. Sejak diumumkannya lonjakan kasus virus corona di luar China, bursa saham global bergerak dengan volatilitas tinggi. Di sisi lain, anjloknya harga minyak dunia juga memberikan tekanan masif terhadap pergerakan indeks saham di  bursa global. Tekanan jual yang signifikan membuat mayoritas bursa saham utama kawasan Asia tertekan  sejak awal tahun. Asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp 431 miliar dengan saham - saham yang paling banak di jual yakni BBCA, BBRI, TLKM, LINK, GGRM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi sangat signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –7,79%, Indeks Nasdaq terkoreksi –7,29% dan Indeks S&P terkoreksi –7,60%. Pelemahan indeks tersebut merupakan yang terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008 yang lalu. Anjloknya bursa Wall Street tersebut dipicu oleh perang harga minyak yang mendorong anjloknya harga minyak dan kegelisahan investor terhadap penyebaran virus corona yang melonjak. Imbal hasil obligasi AS pun turut anjlok dan harga minyak mentah anjlok 20%. Yield obligasi negara AS bertenor 10 tahun merosot ke 0,318% yang menunjukkan kenaikan harga dan perburuan investor di aset safe haven tersebut dan merupakan rekor terendah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun. Sedangkan harga minyak mencatatkan penurunan harian terbesar sejak perang teluk tahun 1991. Indeks S&P anjlok paling dalam sejak tahun 2008. Sementara indeks Dow jatuh hingga 2.000 poin dan saham-saham berkapitalisasi kecil turun lebih dari 9% dikarenakan investor mengalihkan modalnya dari aset-aset berisiko. Di sisi lain, investor meminta tanggapan dari pemerintahan Presiden Trump yang sejauh ini mengisyaratkan bahwa mereka yakin penyebaran virus corona akan terkendali. Hampir semua emiten kecuali sembilan emiten dalam komponen indeks S&P mengalami penurunan harga. Exxon Mobil dan Chevron turun lebih dari 12% sedangkan saham perbankan anjlok 11%. Saham Apple anjlok 7,9% dan Dow Chemical anjlok 22%. Di awal perdagangan, yaitu pada pukul 09.34 waktu New York-AS atau pukul 21.34 WIB, Wall Street melakukan penghentian perdagangan sementara selama 15 menit untuk mencegah kepanikan pasar lebih besar seperti pada krisis tahun 2008 lalu. Sementara itu Presiden Trump dan tim ekonominya akan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi dampak dari virus corona dan kejatuhan harga minyak yang berlangsung tiba-tiba. Langkah tersebut antara lain adalah opsi pendanaan untuk pendanaan orang sakit dan bantuan untuk produsen energi AS yang tengah terpukul.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,14% yang turut dipicu oleh anjloknya pasar saham di AS yang diikuti oleh pasar saham global akibat jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran terhadap meningkatnya penyebaran wabah virus corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih rawan akan tekanan seiring dengan anjloknya indeks di bursa Wall Street dan pasar saham global. Adanya kebijakan terbaru dari BEI dan OJK diharapkan dapat menahan laju penurunan IHSG. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5058/4980—52920/5443.

Cermati :
ERAA, LPPF, PTBA, JSMR, TLKM, WIKA
 

Morning Note 11 Maret 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 84.02 poin atau menguat 1.64% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 255 saham di tutup naik, 145 saham di tutup turun dan 143 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Finance di susul sektor Consumer yang di tutup menguat masing - masing 2,38% dan 2,19%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup menguat. Pemulihan pada pasar saham asia di antaranya di dorong oleh rencana presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memangkas pajak penghasilan dan meluncurkan paket kebijakan bagi industri—industri yang terdampak virus corona. Sementara dari dalam negeri, katalis positif yang menopang IHSG datang dari adanya pelonggaran kebijakan dari BEI dan OJK yang salah satunya adalah mengizinkan aksi buy back saham oleh emiten tanpa melalui persetujuan RUPS. Hal tersebut kemudian direspon oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  menyampaikan bahwa ada 12 emiten BUMN yang siap melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di pasar dengan total anggaran mencapai Rp. 7 triliun—Rp 8 Triliun. Namun disisi lain, meski IHSG ditutup menguat, investor asing masih saja mencatatkan aksi jual di pasar reguler yang kali mencapai Rp. 857 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, ASII, BMRI, BBNI, TLKM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup rebound signifikan dan bangkit dari rekor terburuknya sejak krisis keuangan tahun 2008. Indeks Dow ditutup menguat 4,89%, Indeks Nasdaq menguat 4,95% dan Indeks S&P menguat 4,94%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan menerapkan stimulus untuk melawan dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona. Presiden Trump dan tim ekonominya dikabarkan berencana untuk memotong pajak penghasilan dan membantu bisnis yang merugi akibat dampak virus corona. Meski demikian, Presiden Trump belum merinci penawaran apa yang akan diberikan untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Presiden Trump mengatakan akan mengambil langkah-langkah utama untuk menghilangkan ketakutan pasar dengan meminta Kongres AS memasukkan pemangkasan pajak gaji dalam paket stimulus fiscal di antara langkah-langkah lainnya. Di sisi lain, sebagian besar pelaku pasar mengharapkan The Fed AS akan memangkas suku bunganya untuk kedua kalinya pada bulan ini pada akhir pertemuan kebijakan moneter pekan depan. Sementara itu, harga minyak rebound dari penurunan persentase terbesar sejak Perang Teluk tahun 1991 setelah Rusia mengindikasikan bahwa pihaknya terbuka untuk pembicaraan dengan OPEC. Kabar tersebut mendorong saham energi bangkit kembali dari penurunan terburuknya dengan naik 5%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,55% meski indeks di bursa Wall Street tadi malam rebound signifikan, dikarenakan investor masih fokus terhadap perkembangan dari virus corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking dan sentimen domestik terkait peningkatan jumlah kasus corona di Indonesia. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5154/5087—5283/5345.

Cermati :
TLKM, WIKA, BBNI, BBRI, INDF, JSMR, LPPF, PTBA

Morning Note 24 Maret 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -205.42 poin atau melemah -4,90% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 332 saham di tutup turun, 68 saham di tutup naik dan 112 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah, dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Insutri Dasar di susul oleh sektor Manufaktur yang di tutup masing-masing melemah -5,87% dan -5,77%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup melemah. IHSG bahkan sempat di berhentikan perdagangannya selama 30 menit menjelang akhir perdagangan karena anjlok -5,01%. Bursa Asia melemah akibat terbebani lonjakan jumlah korban jiwa pandemi virus corona (Covid-19) dan tak tercapainya kesepakatan dalam Kongres Amerika Serikat soal rencana paket bantuan. Hingga Senin 23/3, jumlah total kasus Covid-19 mencapai lebih dari 340.000 kasus, dengan lebih dari 14.000 korban jiwa dan hampir 100.000 orang dinyatakan sembuh di seluruh dunia. Ekonom Morgan Stanley memperingatkan epidemi corona dapat menyebabkan PDB AS menyusut hingga 30 persen pada kuartal II/2020. Pandemi virus corona dikatakan akan menimbulkan resesi yang lebih dalam bagi ekonomi AS daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun bergantung pada cara penanganan Covid-19, baik di dalam negeri maupun seluruh dunia. Sri Mulyani memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa tumbuh 4 persen dengan skenario moderat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa hanya tumbuh 2,5 persen bahkan 0 persen jika durasi Covid-19 lebih dari 3 sampai 6 bulan terutama jika penanganan bencana Covid-19 dengan cara lockdown. Di sisi lain Asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler yang mecapai Rp 111 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, TLKM, BBRI, GGRM, UNTR.  
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow ditutup melemah –3,04%, Indeks Nasdaq melemah –0,27% dan Indeks S&P melemah –2,93%. Melemahnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh kegagalan tercapainya kesepakatan di parlemen AS terkait Rancangan Undang yang akan mengesahkan pengeluaran fiscal raksasa untuk merangsang ekonomi AS untuk mengurangi pukulan ekonomi dari virus corona. Dan gagalnya kesepakatan tersebut adalah untuk kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Padahal sebelumnya di awal pekan, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan kepada Jim Cramer dari CNBC bahwa Kongres AS “sangat dekat” untuk menyelesaikan paket fiscal dan menggarisbawahi “harus didorong maju hari ini”. Mnuchin juga menegaskan bahwa pemerintah AS menggunakan sebagian dana yang dimilikinya dan membutuhkan tambahan dana untuk dapat bergerak maju dan mendukung rakyat dan ekonomi AS. Faktor kegagalan tersebut menekan pergerakan indeks di tengah-tengah sikap The Fed AS yang mengumumkan program pembelian aset. The Fed mengatakan bahwa program tersebut akan berjalan dalam “jumlah yang diperlukan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi kebijakan moneter yang efektif ke kondisi keuangan dan ekonomi yang lebih luas”.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,89% yang dipengaruhi oleh langkah-langkah stimulus dari otoritas global untuk memerangi tekanan ekonomi akibat virus corona dimana salah satunya adalah kebijakan The Fed AS yang mengatakan akan melakukan program pembelian aset besar-besaran. Sentimen tersebut juga turut mendorong pergerakan positif indeks di bursa kawasan regional.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami teknikal rebound mengikuti pergerakan indeks di bursa kawasan regional dengan dibayangi kekhawatiran meningkatnya kasus corona di dalam negeri. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range : 3911/3833—4131/4273.

Cermati :
ADRO, CTRA, EXCL, ICBP, INDF, ITMG, MNCN
  

Morning Note 7 April 2020

IHSG di perdagangan kemarin naik 188.40 poin atau menguat 4.07% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 287 saham di tutup naik, 131 saham di tutup turun dan 135 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup menguat, dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor properti di susul oleh sektor infrastruktur yang di tutup masing - masing menguat 7,13% dan 5,57%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat setelah jumlah korban jiiwa secara harian di beberapa episentrum penyakit virus corona  dilaporkan menurun. Angka kematian di negara bagian New York dilaporkan turun untuk pertama kalinya pada Minggu lalu, meskipun Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa fase sangat buruk dalam pandemi ini semakin dekat. Angka kematian di New York telah mendatar selama tiga hari setelah mengalami kenaikan dramatis dan hari Minggu menandai penurunan pertamanya. Sementara itu, Italia mencatat angka kematian paling sedikit dalam lebih dari dua pekan, Prancis melaporkan angka kematian terendah dalam lima hari, dan Spanyol mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Angka-angka kematian terbaru yang menurun melonggarkan gempuran kabar Covid-19 baru-baru ini, meskipun dampak ekonomi dari pandemi ini akan terus menggigit selama beberapa waktu. Namun, asing masih mencatatkan aksi jualnya di pasar reguler mencapai Rp 410 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, ASII, BMRI, BBNI, PGAS.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat signifikan. Indeks Dow ditutup menguat 7,73%, Indeks Nasdaq menguat 7,33% dan Indeks S&P menguat 7,03%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh optimisme terhadap meredanya pandemi corona setelah data menunjukkan menurunnya angka kematian yang dilaporkan di beberapa hot spot virus Corona dunia. Sementara itu di AS, khususnya di negara bagian New York yang merupakan pusat penyebaran virus Corona di AS menunjukkan penurunan tingkat kematian akibat Corona untuk pertama kalinya. Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan tadi malam bahwa rawat inap pasien virus Corona menurun dan tingkat kematian mulai melandai. Namun meski demikian, Cuomo mengingatkan agar tidak berpuas diri. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, mengatakan pada hari Minggu, bahwa ia melihat tanda-tanda pandemi mulai mendatar. Saham Boeing menjadi pendorong terbesar indeks dengan ditutup menguat 19,76% dan saham American Express melonjak 13,95%. Sementara itu, dari sisi laporan keuangan emiten, pendapatan emiten di Q1-2020 diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 6%. Sedangkan untuk Q2-2020, diperkirakan emiten akan memasuki resesi pendapatan dikarenakan permintaan yang menurun di berbagai sektor.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,63% yang turut dipengaruhi oleh pergerakan positif indeks di bursa Wall Street dan bursa Eropa paska munculnya optimisme terhadap meredanya pandemi Corona yang ditunjukkan oleh menurunnya tingkat kematian akibat Corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatannya mengikuti pergerakan positif bursa Wall Street dan global.IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4686/4561 - 4875/4937.

Cermati :
TLKM, ASII, BBNI,BBRI, ERAA,, ITMG, MNCN, PTBA
 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF