Morning Note 29 Juni 2020
IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 7,36 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 211 saham di tutup naik, 190 saham di tutup turun dan 171 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 6 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Infrastruktur di susul oleh sektor Property yang menguat masing – masing 1,08% dan 0,98%. Kinerja IHSG sejalan dengan inerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat menyusul pergerakan positif bursa Amerika Serikat yang didorong oleh prospek kucuran stimulus untuk menghadapi dampak negatif dari lonjakan kasus positif virus corona. Sementara itu, The Fed mengumumkan pembatasan buyback dan pembagian dividen oleh bank di AS untuk memastikan kecukupan likuiditas dan permodalan bank menyusul keluarnya hasil stress test The Fed. Dari dalam negeri, pemerintah telah menetapkan untuk memindahkan dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia ke bank Himbara dengan bunga ~80% dari suku bunga acuan saat ini. Hal ini untuk meningkatkan likuiditas bank Himbara dan memacu kredit pada sektor rill. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rpp 674 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, TCPI.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi -2,84%, Indeks Nasdaq terkoreksi -2,59% dan Indeks S&P terkoreksi -2,42%. Koreksi indeks tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut yakni beberapa negara bagian AS yang kembali memberlakukan pembatasan bisnis dalam merespon lonjakan kasus virus Corona. Sebelumnya, sejumlah negara bagian di AS yang sempat melonggarkan pembatasan, mencatatkan peningkatan kasus baru infeksi Corona. Oleh karena itu, pada Jumat pekan kemarin, Texas dan Florida membatasi berbagai kegiatan di tempat umum di wilayahnya. Dan adanya kekhawatiran gelombang kedua pandemi Corona meredam optimisme pembukaan kembali ekonomi. Sentimen negatif lainnya penekan indeks datang sentimen perang dagang, dimana Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase satu bisa berisiko menjadi penekan pasar ekuitas. Menurut laporan tersebut, para pejabat Tiongkok memperingatkan bahwa “campur tangan” AS di Hong Kong dan Taiwan, dapat membuat Tiongkok mundur dari komitmennya untuk membeli barang-barang pertanian AS. Sementara itu, sentimen negatif lainnya datang dari melemahnya saham perbankan. Saham perbankan mengalami tekanan setelah The Fed AS membatasi perbankan dalam hal pembayaran dividen bagi pemegang saham. Selain itu, The Fed AS juga melarang perbankan melakukan buyback saham sampai setidaknya kuartal keempat setelah stress test tahunan. Sementara itu dari sisi emiten, anjloknya saham Facebook dan Nike turut berkontribusi menekan pergerakan indeks. Saham Facebook anjlok 8,32% setelah Unilever PLC dan Verizon Communications memutuskan memboikot pemasangan iklan di Facebook karena Facebook dianggap tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan pidato kebencian di platform-platformnya. Sementara saham Nike anjlok 7,62% dikarenakan secara mengejutkan melaporkan kerugian kuartalan yang terjadi akibat banyaknya penutupan toko dikarenakan pandemi Corona.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -1,14%. Koreksi tersebut dipicu oleh melemahnya pergerakan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan kekhawatiran terhadap meningkatnya kembali kasus infeksi virus Corona. Di sisi lain, sentimen tersebut juga turut menekan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan regional.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melemah seiring dengan maraknya sentimen negatif eksternal dan infeksi kasus Corona domestik yang belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4887/4850 – 4936/4968.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi -2,84%, Indeks Nasdaq terkoreksi -2,59% dan Indeks S&P terkoreksi -2,42%. Koreksi indeks tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut yakni beberapa negara bagian AS yang kembali memberlakukan pembatasan bisnis dalam merespon lonjakan kasus virus Corona. Sebelumnya, sejumlah negara bagian di AS yang sempat melonggarkan pembatasan, mencatatkan peningkatan kasus baru infeksi Corona. Oleh karena itu, pada Jumat pekan kemarin, Texas dan Florida membatasi berbagai kegiatan di tempat umum di wilayahnya. Dan adanya kekhawatiran gelombang kedua pandemi Corona meredam optimisme pembukaan kembali ekonomi. Sentimen negatif lainnya penekan indeks datang sentimen perang dagang, dimana Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase satu bisa berisiko menjadi penekan pasar ekuitas. Menurut laporan tersebut, para pejabat Tiongkok memperingatkan bahwa “campur tangan” AS di Hong Kong dan Taiwan, dapat membuat Tiongkok mundur dari komitmennya untuk membeli barang-barang pertanian AS. Sementara itu, sentimen negatif lainnya datang dari melemahnya saham perbankan. Saham perbankan mengalami tekanan setelah The Fed AS membatasi perbankan dalam hal pembayaran dividen bagi pemegang saham. Selain itu, The Fed AS juga melarang perbankan melakukan buyback saham sampai setidaknya kuartal keempat setelah stress test tahunan. Sementara itu dari sisi emiten, anjloknya saham Facebook dan Nike turut berkontribusi menekan pergerakan indeks. Saham Facebook anjlok 8,32% setelah Unilever PLC dan Verizon Communications memutuskan memboikot pemasangan iklan di Facebook karena Facebook dianggap tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan pidato kebencian di platform-platformnya. Sementara saham Nike anjlok 7,62% dikarenakan secara mengejutkan melaporkan kerugian kuartalan yang terjadi akibat banyaknya penutupan toko dikarenakan pandemi Corona.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -1,14%. Koreksi tersebut dipicu oleh melemahnya pergerakan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan kekhawatiran terhadap meningkatnya kembali kasus infeksi virus Corona. Di sisi lain, sentimen tersebut juga turut menekan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan regional.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melemah seiring dengan maraknya sentimen negatif eksternal dan infeksi kasus Corona domestik yang belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4887/4850 – 4936/4968.
Cermati :
PTBA, ICBP, ITMG, TLKM, UNTR

Tentang Kami
Tata kelola










