News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 29 Juni 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 7,36 poin atau menguat 0,15% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 211 saham di tutup naik, 190 saham di tutup turun dan 171 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 6 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Infrastruktur di susul oleh sektor Property yang menguat masing – masing 1,08% dan 0,98%. Kinerja IHSG sejalan dengan inerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat menyusul pergerakan positif bursa Amerika Serikat yang didorong oleh prospek kucuran stimulus untuk menghadapi dampak negatif dari lonjakan kasus positif virus corona. Sementara itu, The Fed mengumumkan pembatasan buyback dan pembagian dividen oleh bank di AS untuk memastikan kecukupan likuiditas dan permodalan bank menyusul keluarnya hasil stress test The Fed. Dari dalam negeri, pemerintah telah menetapkan untuk memindahkan dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia ke bank Himbara dengan bunga ~80% dari suku bunga acuan saat ini. Hal ini untuk meningkatkan likuiditas bank Himbara dan memacu kredit pada sektor rill. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rpp 674 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, TLKM, UNVR, TCPI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi -2,84%, Indeks Nasdaq terkoreksi -2,59% dan Indeks S&P terkoreksi -2,42%. Koreksi indeks tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut yakni beberapa negara bagian AS yang kembali memberlakukan pembatasan bisnis dalam merespon  lonjakan kasus virus Corona. Sebelumnya, sejumlah negara bagian di AS yang sempat melonggarkan pembatasan, mencatatkan peningkatan kasus baru infeksi Corona. Oleh karena itu, pada Jumat pekan kemarin, Texas dan Florida membatasi berbagai kegiatan di tempat umum di wilayahnya. Dan adanya kekhawatiran gelombang kedua pandemi Corona meredam optimisme pembukaan kembali ekonomi. Sentimen negatif lainnya penekan indeks datang sentimen perang dagang, dimana Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase satu bisa berisiko menjadi penekan pasar ekuitas. Menurut laporan tersebut, para pejabat Tiongkok memperingatkan bahwa “campur tangan” AS di Hong Kong dan Taiwan, dapat membuat Tiongkok mundur dari komitmennya untuk membeli barang-barang pertanian AS. Sementara itu, sentimen negatif lainnya datang dari melemahnya saham perbankan. Saham perbankan mengalami tekanan setelah The Fed AS membatasi perbankan dalam hal pembayaran dividen bagi pemegang saham. Selain itu, The Fed AS juga melarang perbankan melakukan buyback saham sampai setidaknya kuartal keempat setelah stress test tahunan. Sementara itu dari sisi emiten, anjloknya saham Facebook dan Nike turut berkontribusi menekan pergerakan indeks. Saham Facebook anjlok 8,32% setelah Unilever PLC dan Verizon Communications memutuskan memboikot pemasangan iklan di Facebook karena Facebook dianggap tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan pidato kebencian di platform-platformnya. Sementara saham Nike anjlok 7,62% dikarenakan secara mengejutkan melaporkan kerugian kuartalan yang terjadi akibat banyaknya penutupan toko dikarenakan pandemi Corona.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -1,14%. Koreksi tersebut dipicu oleh melemahnya pergerakan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan kekhawatiran terhadap meningkatnya kembali kasus infeksi virus Corona. Di sisi lain, sentimen tersebut juga turut menekan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan regional.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melemah seiring dengan maraknya sentimen negatif eksternal dan infeksi kasus Corona domestik yang belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4887/4850 – 4936/4968.

Cermati :
PTBA, ICBP, ITMG, TLKM, UNTR

Morning Note 9 Juli 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 89,09 poin atau menguat 1,79% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 224 saham di tutup naik, 174 saham di tutup turun dan 174 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Keuangan di susukl oleh sektor Industri Dasar yang di tutup masing – masing menguat 3,58% dan 1,71%. Penguatan IHSG di dorong oleh saham – saham perbankan berkapitalisasi besar yang menguat signifikan pada perdagangan kemarin. Menguatnya sektor  keuangan akibat sentimen kesepakatan burden sharing antara pemerintah dan bank sentral. Kebijakan itu akan membuat likuiditas perbankan membaik. Selain itu pasar uga mengapresiasi sentimen rekstrukturisasi kredit yang melandai pada bulan juni. Namun, penguatan IHSG masih di bayangi oleh kekhawatiran coronavirus yang muncul kembali ketika para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat pandemi mungkin mulai naik lagi setelah 200 ilmuwan mengingatkan temuan mereka yang menyatakan bahwa virus corona dapat tertular melalui udara kepada lembaga kesehatan dunia itu agar merevisi panduan pengendalian Covid-19. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 218 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBRI, BBCA, MDKA, UNVR, ASII.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,68%, Indeks Nasdaq menguat 1,44% dan Indeks S&P menguat 0,78%. Menguatnya indeks tadi malam didukung oleh kenaikan saham-saham sektor teknologi yang mendorong indeks Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Naiknya saham-saham sektor teknologi tersebut kemudian dipandang investor sebagai tanda awal dari rebound. Selain saham sektor teknologi, naiknya saham sektor kesehatan juga menopang indeks yang salah satunya adalah saham Biogen yang naik 4,4% setelah mengajukan aplikasi pemasaran untuk terapi penyakit Alzheimer eksperimental. Faktor tersebut kemudian mampu mengimbangi kekhawatiran pasar tentang penguncian (Lockdown) lebih lanjut akibat lonjakan kasus Corona di AS serta memanasnya hubungan AS-Tiongkok. Naiknya saham Apple sebesar 2,33%, saham Microsoft yang naik 2,20% dan saham Amazon yang naik 2,70% memberikan dorongan terbesar bagi indeks Nasdaq dan indeks S&P. Sentimen positif lainnya yang menopang indeks tadi malam datang dari pernyataan Presiden St. Louis, James Bullard, yang mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pengangguran di AS kemungkinan akan turun hingga dibawah 8% dan mungkin bahkan di bawah 7% pada akhir tahun 2020.  Namun meskipun ditutup menguat, bursa saham di AS masih dibayang-bayangi oleh lonjakan kasus virus Corona di AS yang dikonfirmasi sudah melampaui 3 juta infeksi. Belum lagi negara-negara bagian AS seperti California, Hawaii, Idaho, Missouri, Montana, Oklahoma dan Texas yang memecahkan rekor tertinggi hariannya untuk kasus infeksi baru Corona. Di sisi lain, pelaku pasar di bursa AS juga bersiap menghadapi musim laporan keuangan emiten yang akan dimulai pada pekan depan dimana bank-bank besar akan merilis laporan kuartalannya. Menurut data IBES dari Refinitiv, pendapatan kuartalan emiten dalam indeks S&P diperkirakan turun hampir 44% secara tahunan, yang merupakan penurunan paling tajam sejak krisis keuangan 2020. Sementara itu, pergerakan indeks tadi malam juga dibayangi oleh ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Tiongkok setelah Tiongkok menegaskan kekuatan baru yang luas untuk mengendalikan oposisi di Hong Kong. Menambah ketegangan juga datang dari AS dimana beberapa penasihat Presiden AS, Donald Trump, mengusulkan langkah untuk memberi sanksi pada bank-bank di Hong Kong dan destabilasasi pasar mata uang Hong Kong terhadap US Dollar sebagai cara untuk menekan Tiongkok.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 0,02% yang turut didukung oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam dengan dibayangi oleh kekhawatiran peningkatan kasus infeksi Corona dan ketegangan hubungan AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi untuk kembali menguat secara terbatas dengan dibayangi oleh aksi profit taking dan peningkatan kasus infeksi Corona di dalam negeri. IHSG hari ini di perkirakan akan begerak dalam range 5014/4952 – 5109/5142.

Cermati :
TLKM, BSDE, GGRM, ITMG, PTBA
 

Morning Note 13 Juli 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun 21,54 poin atau melemah -0,43% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 262 saham di tutup turun, 142 saham di tutup naik dan 150 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Property di susul oleh sektor Aneka Industri yang melemah masing – masing -1,19% dan -1,14% . Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup melemah. Bursa asia ditutup melemah mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap lonjakan angka kasus positif virus corona yang dapat berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi global. Hal ini membuat antusiasme investor terhadap prospek pembukaan ekonomi langsung tersapu oleh lonjakan kasus positif virus corona yang terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar bahwa pemulihan ekonomi akan berjalan lebih lambat. Meskipun kebijakan fiskal dan moneter dapat menekan sentimen negatif ini, pasar tenaga kerja yang masih labil dinilai memperbesar sentimen negatif yang ada. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp 46 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, UNVR, BBRI, CPIN, MDKA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin, ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,44%, Indeks Nasdaq menguat 0,66% dan Indeks S&P menguat 1,05%. Menguatnya indeks tersebut didukung oleh sentimen positif dari obat antivirus Gilead Sciences Inc, yang dipercaya dapat mengobati Covid-19 serta sokongan saham sektor keuangan yang melonjak tajam. Saham sektor keuangan melonjak 3,5% dan memimpin kenaikan sektor dalam komponen indeks S&P. Saham Bank of America Corp meningkat 5,5%, Citigroup Inc melonjak 6,5% dan JP Morgan Chase naik 5,5% menjelang laporan keuangannya yang rencananya dirilis pekan depan yang sekaligus menandai dimulainya musim laporan kinerja keuangan Q2-2020. Menurut data IBES dari Refinitiv, pendapatan kuartalan emiten dalam indeks S&P diperkirakan turun hampir 40% secara tahunan, yang merupakan penurunan paling tajam sejak krisis keuangan 2020Sementara itu, kabar terbaru dari Gilead turut menopang penguatan indeks. Obat Remdesivir Gilead dikabarkan secara signifikan meningkatkan pemulihan klinis dan mengurangi risiko kematian pada pasien penderita Covid-19. Saham Gilead kemudian naik 2,2% meskipun temuan tersebut masih membutuhkan konfirmasi lanjutan dalam uji klinis. Sentimen-sentimen tersebut kemudian meredam sentimen negatif terkait infeksi Covid-19 di AS. Hari Kamis pekan kemarin, AS mencatatkan peningkatan satu hari terbesar dalam infeksi baru Covid-19 secara global untuk hari kedua berturut-turut. Dan hal tersebut kemudian memaksa warga aS untuk mengambil tindakan pencegahan baru. Beberapa negara bagian AS bahkan telah membatalkan rencana pembukaan kembali beberapa kegiatan bisnis.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,35% yang turut dipicu oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan harapan akan ditemukannya obat untuk virus Corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street dan dikawasan regional dengan dibayangi oleh peningkatan infeksi Corona secara global maupun secara domestik. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5010/4929 – 5064/5098.

Cermati :
TLKM, GGRM, ITMG, PTBA
 

Morning Note 17 Juli 2020

IHSG di perdagangan kemaarin di tutup naik 22,58 poin atau menguuat 0,44% setelah bergerak menguuat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 190 saham di tutup naik, 216 saham di tutuup tuurun dan 176 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor di tutup meguat dengan penguuatan terbesar di pimpin oleh sektor Konsumer di susul oleh sektor Manufaktur yang di tutup masing – masing menguat 2,52% dan 1,63%. Apresiasi IHSG merespons data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua tahun ini yang mampu tumbuh 3,2% (yoy) ketika mayoritas negara lain di dunia berada di ambang resesi. Angka tersebut berada di atas konsensus pasar yang memperkirakan ekonomi China hanya akan tumbuh 2,5% pada kuartal kedua tahun ini. Hal ini menandakan ekonomi China pulih dari kontraksi terburuknya yang terkontraksi 6,8%, di kuartal I 2020 dan merupakan kontraksi pertama sejak 1992 silam. Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4%.Namun bayang – bayang resesi masih menghantui perekonomian dalam negeri dimana Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bakal kontraksi cukup dalam hingga minus 4% di kuartal II-2020. Namun Gubernur Bank Indonesia, Perry memberikan catatan, di mana kemungkinan perbaikan ekonomi akan terjadi pada kuartal III-2020. Terutama, ditopang oleh kecepatan stimulus yang diberikan pemerintah. Investor asing mrncatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 184 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni ASII, BBCA, ICBP, TLKM, CPIN.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,50%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,73% dan Indeks S&P terkoreksi -0,34%. Melemahnya indeks tersebut tertekan oleh aksi profit taking serta tekanan terhadap saham sektor teknologi. Saham Microsoft yang melemah -1,98% dan saham Apple yang melemah -1,23% memimpin penurunan indeks tadi malam. Di sisi lain, rilis data ekonomi AS juga turut menekan pergerakan indeks tadi malam. Data Retail Sales AS periode Juni 2020 tercatat naik 7,5%, melampaui ekspektasi 5%, namun jauh lebih rendah dibanding periode Mei 2020 yang tercatat naik 18,2%. Sementara data lainnya yakni Initial Jobless Claims (tunjangan klaim pengganguran) pada pekan lalu tercatat sebesar 1,3 juta orang, lebih besar dari perkiraan yakni 1,25 juta orang. Data klaim pengangguran tersebut menunjukkan bahwa pandemi Corona termasuk kasus-kasus infeksi barunya membebani pemulihan ekonomi dan telah membuat sebanyak lebih dari 51 juta orang AS mengajukan tunjangan klaim pengangguran dikarenakan pandemi Corona terus membebani pasar tenaga kerja. Lonjakan kasus baru Corona telah memaksa California dan beberapa negara bagian lainnya mengambil kembali kebijakan lockdown yang memicu kekhawatiran lebih banyak kerusakan bisnis. Menurut Universitas Johns Hopkins, lebih dari 3,5 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi di AS dengan lebih dari 138.000 kematian.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,13% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Namun pergerakan indeks di bursa Jepang maupun bursa di kawasan regional cenderung terbatas dikarenakan minimnya sentimen positif dan melonjaknya kasus infeksi baru Corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5080/5062 – 5112/5125.

Cermati :  UNVR, INDF, ITMG, INTP, PTBA, TLKM
 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF