News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 19 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 19.44 poin atau menguat 0,33% setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 219 saham di tutup naik, 146 saham di tutup turun dan 161 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh sektor Properti yang di tutup menguat masing - masing 1,86% dan 1,47%. IHSG mencatatkan penguatannya di saat bursa kawasan asia mayoritas di tutup melemah. Bursa Asia tertekan setelah apple menyampaikan peringatan bahwa target penjualan kuartalannya beresiko meleset sebagai dampak dari wabah virus corona. Namun disisi lain, Kinerja IHSG di tunjang bebrapa faktor seperti masih tercatatnya inflow secara ytd, stabilnya perekonomian serta kuatnya fundamental perekonomian. Namun di sisi lain, investor asing masih mencatatkan aksi jual di pasar reguler yang kali ini mencapai Rp. 359 miliar di mana saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, BBRI, BBNI, HMSP, SCMA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi.  Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup melemah masing-masing –0,56% dan –0,29%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,02%. Melemahnya indeks tadi malam khususnya indeks Dow dan indeks S&P salah satunya dipengaruhi oleh turunnya saham Apple 1,83% setelah Apple menyampaikan peringatan tentang gangguan produksi dan permintaan akibat terdampak epidemic virus corona. Apple juga menyatakan bahwa pasoka iPhone, yang menghasilkan sebagian besar pendapatan Apple, untuk sementara dibatasi dikarenakan perlambatan produksi. Selain itu, permintaan untuk iPhone juga telah berkurang dikarenakan toko-toko di Tiongkok di tutup ataupun beroperasi dengan jam kerja yang berkurang dan sedikit pelanggan. Peringatan Apple bahwa penjualan akan meleset dari perkiraan, menyulut kekhawatiran pada investor yang mengharapkan dampak ekonomi terbatas dari wabah virus corona yang mematikan tersebut. Melemahnya saham Apple tersebut juga mendorong penurunan harga saham pemasok Apple dan saham-saham produsen chip. Di sisi lain, penguatan saham Microsoft, Amazon dan Facebook mampu menahan tekanan melemahnya saham Apple dan mendorong indeks Nasdaq ditutup menguat.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,58% yang didorong oleh sikap investor yang mengambil posisi beli paska melemahnya indeks selama empat hari perdagangan secara beruntun di tengah-tengah kekhawatiran dampak virus corona terhadap perekonomian global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan berpotensi melanjutkan penguatannya. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5860/5832—5911/5935. Cermati :
ASII, GGRM, ICBP, INDF, ITMG, JSMR, LPPF, PTBA
    

Morning Note 20 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 41,83 poin atau menguat 0,71% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 207 saham di tutup menguat, 175 saham di tutup melemah dan 145 saham di tutup stagnan. Secara sektoral 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul oleh sektor Manufaktur yang di tutup masing - masing menguat 1,93% dan 1,04%. KInerja IHSG sejalan dengan mayoritas kinerja bursa asia yang di tutup di zona hijau. Bursa asia menguat seiring dengan tanda—tanda bahwa Tiongkok merencanakan langkah lebih lanjut untuk mendukung bagian perekonomiannya salah satunya kemungkinan bailout sejumah maskapai penerbangan. Dari dalam negeri, pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur terkait keputusan suku bunga acuannya. BI di prediksi akan memangkas suku bunga acuannya dari 5% menjadi 4,75% untuk menahan perekonomian domestik dari seranan virus corona. Aksi beli asing di pasar reguler yang mencapai Rp 164 miliar juga turut menopang kinerja IHSG dengan saham - saham yang paling banyak di beli yakni BMRI, BBRI, ASII, BBCA, ADRO.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,40%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,87% dan Indeks S&P menguat 0,47% serta sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Sentimen eksternal datang dari optimisme bahwa pemerintah Tiongkok akan mengambil lebih banyak langkah untuk menopang perekonomiannya yang terdampak oleh epidemic virus corona. Optimisme juga semakin menguat lantaran jumlah kasus baru virus corona pada Selasa 18 Feb 2020 turun untuk hari kedua secara beruntun di Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga pinjamannya pada hari ini dan akan menambah langkah-langkah yang bertujuan membatasi dampak dari penutupan bisnis dan pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Sementara sentimen domestik datang dari rilis risalah dari pertemuan terakhir The Fed AS. Dalam risalah tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan yakin tentang kemampuan mereka untuk mempertahankan suku bunga stabil di tahun ini dan mengakui adanya risiko baru yang disebabkan oleh wabah virus corona.  Di perdagangan tadi malam indeks juga mendapat dorongan dari saham Apple yang berhasil naik 1,4% dan saham sektor energi yang menguat yang didukung oleh naiknya harga minyak.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,14% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar, menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam dan respon positif investor terhadap sikap pemerintah Tiongkok yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga pinjamannya.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan masih berpotensi melanjutkan penguatannya dengan dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5909/5889—5939/5949.

Cermati :
ANTM, ASII, GGRM, ICBP, INDF, PTBA, TLKM
    

Morning Note 28 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -153.22 poin atau melemah signifikan -2,70% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 335 saham di tutup turun, 77 saham di tutup naik dan 117 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Finance di susul oleh sektor Industri Dasar yang melemah masing - masing -3,94% dan -2,66%. Kinerja IHSG sejalan dengan mayoritas bursa kawasan regional yang di tutup melemah. Menyebarnya virus corona dengan cepat ke luar Tiongkok yang memakan korban cukup banyak dengan penyebaran yang sangat cepat meningkatkan kekhawatiran investor. Kekhawatiran ini membuat investor melakukan pergeseran kepemilikan di aset berisiko ke instrument save heaven. Sementara itu saham—saham perbankan mengalami tekanan paling besar saat ini. Terganggunya proses bisnis akan menyebabkan melemahnya kualitas kredit bank dimana kemungkinan adanya kredit bermasalah (NPL). Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 904 miliar turut menekan pergerakan IHSG dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, ICBP.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –4,42%, Indeks Nasdaq terkoreksi –4,61% dan Indeks S&P terkoreksi –4,42%. Melemahnya indeks tersebut seiring dengan meningkatnya obligasi pemerintah dan penurunan berkepanjangan harga minyak dikarenakan membesarnya kecemasan terhadap dampak virus corona yang menyebar dengan cepat secara global dan dampaknya terhadap perekonomian. Indeks S&P mengonfirmasi penurunan tercepat dalam sejarah dan ditutup di bawah level 3.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2019 yang lalu . Sementara indeks Dow mencatatkan penurunan satu hari terbesar dalam sejarah yakni sebesar 1.190 poin, melampaui penurunan sebesar 1.031 pada awal pekan ini. Pada hari Rabu kemarin, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di AS yang tidak diketahui asalnya di California Utara yang mengindikasikan kemungkinan penyakit tersebut. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan atau kontak yang akan membuat orang tersebut dalam risiko. Di sisi lain, kemarin, Gubernur California Gavin Newson, mengatakan bahwa pihaknya sedang memantau sebanyak 8.400 orang yang terindikasi corona setelah melakukan perjalanan ke Asia. Menurut WHO, wabah corona berpotensi menjadi pandemic dan memasuki tahap yang sangat menentukan. Sementara di sisi lain, Bank of America memprediksi ekonomi global akan cenderung melemah. Goldman Sachs sebelumnya memprediksi prospek pertumbuhan laba perusahaan di AS menjadi 0 alias stagnan. Arab Saudi juga menghentikan kunjungan keagamaan, yang seharusnya menarik jutaan pendatang.
 
Dari kawasan regional pagi ini, indeks Nikkei dibuka melemah –1,96% yang turut dipicu oleh aksi jual masif di bursa AS dan Eropa akibat kekhawatiran terhadap dampak dari virus corona ke perekonomian. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut mengalami tekanan masif.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih rawan akan tekanan seiring dengan aksi jual yang melanda bursa global. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5480/5425—5638/5740.

Cermati :
ICBP, INDF, ITMG, PTBA, ANTM
  

Morning Note 3 Maret 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -91.46 poin atau melemah -1,68% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 236 saham di tutup turun, 158 saham di tutup naik dan 138 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor finance di susul oleh sektor mining yang di tutup melemah masing - masing -3,05% dan -1,58%. Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Penurunan IHSG di sebabkan oleh aksi jual karena kasus wabah virus corona pertama di Indonesia. Pengumuman pemerintah terhadap kasus wabah virus corona di Indonesia membuat IHSG berbalik arah ke zona merah yang sempat menguat pada awal sesi perdagangan.  Sementar itu, aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp 325 miliar turut menekan kinerja IHSG dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni ASII, BBNI, UNVR, BBCA, BBRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat signifikan sekaligus mengakhiri pelemahan selama tujuh hari beruntun serta mengakhiri pekan terburuk sejak tahun 2008. Indeks Dow ditutup menguat 5,09%, Indeks Nasdaq menguat 4,49% dan Indeks S&P menguat 4,60%. Menguatnya indeks tadi malam yang dipimpin oleh saham sektor teknologi, salah satunya dipengaruhi oleh adanya upaya-upaya bank sentral dunia dalam menghadapi dampak ekonomi akibat virus corona. The Fed AS membuka peluang penurunan suku bunga lanjutan untuk meminimalkan dampak wabah corona. Bank Sentral Jepang dan Inggris pun akan melakukan stimulus guna mendorong ekonomi. Pelaku pasar pun kemudian memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed AS hingga 50 bps dari level sekarang 1,50%-1,75% pada rapat yang akan diadakan pada 17-18 Maret 2020. Selain itu, para menteri keuangan negara G-7 juga berencana mengadakan teleconference untuk membahas tindakan untuk mengatasi virus corona baru. Presiden AS, Donald Trump juga meminta The Fed AS untuk bergerak lebih cepat dengan penurunan suku bunga dan juga mengatakan bahwa dirinya telah mengarahkan perusahaan obat untuk mempercepat kerja untuk membuat vaksin virus corona. Virus corona yang menyebar ke berbagai negara memang mengkhawatirkan prospek pertumbuhan ekonomi global. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan global secara full year dari 2,9% menjadi hanya 2,4%, laju terlemah sejak krisis finansial 2008-2009. Dan juga memperkirakan dengan scenario terburuk pertumbuhan ekonomi global bisa turun menjadi 1,5% pada tahun ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, indeks Nikkei dibuka menguat 1,44% yang turut dipengaruhi oleh rebound signifikan indeks di bursa Wall Street serta kabar bahwa menteri keuangan negara G-7 dan bank sentral akan mengadakan pembicaraan mengenai masalah dampak virus corona terhadap perekonomian.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG berpeluang menguat mengikuti penguatan indeks di bursa regional dan global dengan dibayangi sentimen domestik terkait adanya WNI yang terkena virus corona. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5314/5266—5450/5539.

Cermati :
BMRI, BBNI, BBRI, ADRO, ASII, BRPT, EXCL, GGRM
       

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF