Morning Note 13 February 2020
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kompak di tutup menguat, Indeks Dow Jones naik 0,94%, Indeks S&P naik 0,65% dan Indeks Nasdaq naik 0,90% . Saham teknologi memimpin rally yang mendorong tiga indeks utama AS naik ke level tertinggi baru. S&P dan Nasdaq mencatatkan penutupan tertinggi dalam tiga hari berturut-turut. China melaporkan, jumlah kasus virus corona baru terendah dalam dua pekan, sehari setelah penasihat medis senior China mengatakan epidemi ini bisa berakhir pada April. Saham Delta Airlines dan American Airlines naik masing-masing 1,4% dan 2,1%, karena didorong oleh optimisme tersebut. Sebelumnya, saham maskapai anjlok karena tingkat okupansi dikhawatirkan turun tajam karena masyarakat tidak berani bepergian. Wabah virus corona membuat investor cemas, mengganggu rantai pasok, penutupan pabrik dan WHO memperingatkan perlambatan yang tampak dalam penyebaran virus ini harus dilihat dengan sangat hati-hati. Untuk menangani efek virus tersebut, Bank sentral China memangkas suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4% dan tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55% guna meredam gejolak finansial. Selain itu, likuiditas senilai 1,7 triliun yuan (US$ 242,74 miliar) disuntikkan melalui operasi pasar terbuka.
Di sisi fiskal, pemerintah China sejak 1 Februari telah membebaskan tarif semua produk yang diperlukan untuk mengatasi wabah, dan mendukung pembiayaan obligasi oleh pengusaha yang bisnisnya terdampak virus tersebut. Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell dalam testimoninya yang kedua, kali ini di depan Komisi Perbankan Senat, mengatakan bahwa akan segera merilis laporan mengenai efek virus corona terhadap perekonomian AS. Pelaku pasar juga memantau kinerja keuangan AS. Data FactSet menyebutkan bahwa sekitar 70% dari perusahaan yang menjadi konstituen S&P 500 telah merilis kinerja keuangannya, dengan 71% di antaranya melaporkan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Powell juga menegaskan kembali keyakinannya bahwa ekspansi ekonomi AS yang memasuki tahun ke-11 akan terus berlanjut.
Dari kawasan regional pagi ini , Indeks Nikkei di buka melemah –0,05%
Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecendrungan menguat mengikuti redanya sentimen virus corona dan kenaikan di bursa wall street. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5885/5857—5952/5990. Cermati : BMRI, TLKM, WSKT, BBRI
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kompak di tutup menguat, Indeks Dow Jones naik 0,94%, Indeks S&P naik 0,65% dan Indeks Nasdaq naik 0,90% . Saham teknologi memimpin rally yang mendorong tiga indeks utama AS naik ke level tertinggi baru. S&P dan Nasdaq mencatatkan penutupan tertinggi dalam tiga hari berturut-turut. China melaporkan, jumlah kasus virus corona baru terendah dalam dua pekan, sehari setelah penasihat medis senior China mengatakan epidemi ini bisa berakhir pada April. Saham Delta Airlines dan American Airlines naik masing-masing 1,4% dan 2,1%, karena didorong oleh optimisme tersebut. Sebelumnya, saham maskapai anjlok karena tingkat okupansi dikhawatirkan turun tajam karena masyarakat tidak berani bepergian. Wabah virus corona membuat investor cemas, mengganggu rantai pasok, penutupan pabrik dan WHO memperingatkan perlambatan yang tampak dalam penyebaran virus ini harus dilihat dengan sangat hati-hati. Untuk menangani efek virus tersebut, Bank sentral China memangkas suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4% dan tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55% guna meredam gejolak finansial. Selain itu, likuiditas senilai 1,7 triliun yuan (US$ 242,74 miliar) disuntikkan melalui operasi pasar terbuka.
Di sisi fiskal, pemerintah China sejak 1 Februari telah membebaskan tarif semua produk yang diperlukan untuk mengatasi wabah, dan mendukung pembiayaan obligasi oleh pengusaha yang bisnisnya terdampak virus tersebut. Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell dalam testimoninya yang kedua, kali ini di depan Komisi Perbankan Senat, mengatakan bahwa akan segera merilis laporan mengenai efek virus corona terhadap perekonomian AS. Pelaku pasar juga memantau kinerja keuangan AS. Data FactSet menyebutkan bahwa sekitar 70% dari perusahaan yang menjadi konstituen S&P 500 telah merilis kinerja keuangannya, dengan 71% di antaranya melaporkan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Powell juga menegaskan kembali keyakinannya bahwa ekspansi ekonomi AS yang memasuki tahun ke-11 akan terus berlanjut.
Dari kawasan regional pagi ini , Indeks Nikkei di buka melemah –0,05%
Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecendrungan menguat mengikuti redanya sentimen virus corona dan kenaikan di bursa wall street. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5885/5857—5952/5990.
Cermati : BMRI, TLKM, WSKT, BBRI

Tentang Kami
Tata kelola










