News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 13 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun  41,32 poin atau melemah –0,69% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 274 saham di tutup turun, 116 saham di tutup naik dan 142 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, 9 sektor di tutup turun dengan penurunan terbesar di pimpin oleh sektor Consumer di susul oleh sektor Aneka Industri yang di tutup melemah masing—masing –2,44% dan –1,86%. Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Aksi beli asing di pasar reguler yang mencapai Rp 129 miliar turut menahan melemahnya IHSG lebih dalam dengan saham—saham yang paling banyak di beli yakni BMRI, BBRI, BBCA, TLKM, UNTR.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kompak di tutup menguat, Indeks Dow Jones naik 0,94%, Indeks S&P naik 0,65% dan Indeks Nasdaq naik 0,90% . Saham teknologi memimpin rally yang mendorong tiga indeks utama AS naik ke level tertinggi baru. S&P dan Nasdaq mencatatkan penutupan tertinggi dalam tiga hari berturut-turut. China melaporkan, jumlah kasus virus corona baru terendah dalam dua pekan, sehari setelah penasihat medis senior China mengatakan epidemi ini bisa berakhir pada April. Saham Delta Airlines dan American Airlines naik masing-masing 1,4% dan 2,1%, karena didorong oleh optimisme tersebut. Sebelumnya, saham maskapai anjlok karena tingkat okupansi dikhawatirkan turun tajam karena masyarakat tidak berani bepergian. Wabah virus corona membuat investor cemas, mengganggu rantai pasok, penutupan pabrik dan WHO memperingatkan perlambatan yang tampak dalam penyebaran virus ini harus dilihat dengan sangat hati-hati. Untuk menangani efek virus tersebut, Bank sentral China memangkas suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4% dan tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55% guna meredam gejolak finansial. Selain itu, likuiditas senilai 1,7 triliun yuan (US$ 242,74 miliar) disuntikkan melalui operasi pasar terbuka.
Di sisi fiskal, pemerintah China sejak 1 Februari telah membebaskan tarif semua produk yang diperlukan untuk mengatasi wabah, dan mendukung pembiayaan obligasi oleh pengusaha yang bisnisnya terdampak virus tersebut. Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell dalam testimoninya yang kedua, kali ini di depan Komisi Perbankan Senat, mengatakan bahwa akan segera merilis laporan mengenai efek virus corona terhadap perekonomian AS. Pelaku pasar juga memantau kinerja keuangan AS. Data FactSet menyebutkan bahwa sekitar 70% dari perusahaan yang menjadi konstituen S&P 500 telah merilis kinerja keuangannya, dengan 71% di antaranya melaporkan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Powell juga menegaskan kembali keyakinannya bahwa ekspansi ekonomi AS yang memasuki tahun ke-11 akan terus berlanjut.
Dari kawasan regional pagi ini , Indeks Nikkei di buka melemah –0,05%
Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecendrungan menguat mengikuti redanya sentimen virus corona dan kenaikan di bursa wall street. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5885/5857—5952/5990. Cermati : BMRI, TLKM, WSKT, BBRI
IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun  41,32 poin atau melemah –0,69% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 274 saham di tutup turun, 116 saham di tutup naik dan 142 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, 9 sektor di tutup turun dengan penurunan terbesar di pimpin oleh sektor Consumer di susul oleh sektor Aneka Industri yang di tutup melemah masing—masing –2,44% dan –1,86%. Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan kinerja bursa kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Aksi beli asing di pasar reguler yang mencapai Rp 129 miliar turut menahan melemahnya IHSG lebih dalam dengan saham—saham yang paling banyak di beli yakni BMRI, BBRI, BBCA, TLKM, UNTR.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kompak di tutup menguat, Indeks Dow Jones naik 0,94%, Indeks S&P naik 0,65% dan Indeks Nasdaq naik 0,90% . Saham teknologi memimpin rally yang mendorong tiga indeks utama AS naik ke level tertinggi baru. S&P dan Nasdaq mencatatkan penutupan tertinggi dalam tiga hari berturut-turut. China melaporkan, jumlah kasus virus corona baru terendah dalam dua pekan, sehari setelah penasihat medis senior China mengatakan epidemi ini bisa berakhir pada April. Saham Delta Airlines dan American Airlines naik masing-masing 1,4% dan 2,1%, karena didorong oleh optimisme tersebut. Sebelumnya, saham maskapai anjlok karena tingkat okupansi dikhawatirkan turun tajam karena masyarakat tidak berani bepergian. Wabah virus corona membuat investor cemas, mengganggu rantai pasok, penutupan pabrik dan WHO memperingatkan perlambatan yang tampak dalam penyebaran virus ini harus dilihat dengan sangat hati-hati. Untuk menangani efek virus tersebut, Bank sentral China memangkas suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4% dan tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55% guna meredam gejolak finansial. Selain itu, likuiditas senilai 1,7 triliun yuan (US$ 242,74 miliar) disuntikkan melalui operasi pasar terbuka.
Di sisi fiskal, pemerintah China sejak 1 Februari telah membebaskan tarif semua produk yang diperlukan untuk mengatasi wabah, dan mendukung pembiayaan obligasi oleh pengusaha yang bisnisnya terdampak virus tersebut. Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell dalam testimoninya yang kedua, kali ini di depan Komisi Perbankan Senat, mengatakan bahwa akan segera merilis laporan mengenai efek virus corona terhadap perekonomian AS. Pelaku pasar juga memantau kinerja keuangan AS. Data FactSet menyebutkan bahwa sekitar 70% dari perusahaan yang menjadi konstituen S&P 500 telah merilis kinerja keuangannya, dengan 71% di antaranya melaporkan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Powell juga menegaskan kembali keyakinannya bahwa ekspansi ekonomi AS yang memasuki tahun ke-11 akan terus berlanjut.
Dari kawasan regional pagi ini , Indeks Nikkei di buka melemah –0,05%
Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecendrungan menguat mengikuti redanya sentimen virus corona dan kenaikan di bursa wall street. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 5885/5857—5952/5990.

Cermati : BMRI, TLKM, WSKT, BBRI

Morning Note 14 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -41.12 poin atau melemah -0,70% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 284 saham di tutup turun, 119 saham di tutup naik dan 136 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor perkebunan di susul oleh sektor industri dasar yang di tutup masing - masing -2,73% dan -1,96%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa kawasan asia yang kompak di tutup melemah. Bursa asia melemah karena investor mempertimbangkan implikasi lonjakan jumlah kasus virus corona di provinsi hubei china setelah merevisi metodologi perhitungan kasus dimana sebelumnya sentimen investor sempat membaik di tengah spekulasi bahwa dampak dari wabah virus corona terhadap pertumbuhan global tidak akan berlangsung lama. Pemerintah kota hubei melaporkan hampir 15.000 kasus baru setelah merevisi datanya untuk memasukkan kasus kasus yang di diagnosis secara klinis dalam pengungkapan hariannya. Sementara itu, investor beli asing tercatat melakukan aksi beli di pasar reguler yang mencapai Rp. 152 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di beli yakni BMRI, PGAS, BBNI, ASII, BBRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup melemah. Indeks Dow ditutup melemah –0,43%, Indeks Nasdaq melemah –0,14% dan Indeks S&P melemah –0,16%. Melemahnya indeks tadi malam dikarenakan investor mempertimbangkan perkembangan terbaru dari wabah virus corona dan berita bahwa The Fed AS akan mengurangi suntikan likuiditasnya. Saham Cisco System Inc yang melemah –5,23% menjadi penekan utama terhadap pelemahan indeks Dow yang disusul oleh pelemahan saham Dow Inc sebesar –0,43%.  Di sisi lain, saham Walmart yang menguat 1,37% dan saham Procter & Gamble yang menguat 1,22% menjadi penahan penurunan lebih dalam dari indeks Dow. Dari sisi wabah virus corona, Harapan bahwa epidemic virus corona bisa teratasi, semakin berkurang setelah adanya lonjakan korban jiwa, terutama di Tiongkok. Namun masih ada sedikit optimisme ketika Direktur WHO mengatakan pada sebuah pengumuman bahwa WHO tidak melihat adanya peningkatan dramatis dalam kasus corona di luar Tiongkok. Sedang di sisi lain, dilansir dari Bloomberg, The Fed AS of New York mengatakan akan menyusutkan operasi repo-agreement lebih dari yang diperkirakan analis. Investor menilai langkah The Fed AS untuk menurunakn operasi repo mengingat dukungan bank sentral tersebut telah membantu menenangkan pasar terhadap lonjakan volatilitas sejak September 2019 yang lalu. Sementara itu, emiten terus merevisi estimasi laba di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona akan merusak pertumbuhan kinerja. Salah satunya adalah Alibaba yang merevisi proyeksi pertumbuhan tahun 2020 di tengah kekhawatiran bahwa konsumen menurunkan pengeluarannya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,48% yang turut dpicu oleh kekhawatioran terhadap penyebaran wabah virus corona dan konsekuensinya terhadap ekonomi Jepang dan global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan, namun juga berpeluang mengalami teknikal rebound. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range : 5845/5818-5914/5956.

Cermati :
BMRI, BBNI, SMGR, TLKM, PTBA
      

Morning Note 17 February 2020

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun tipis -5.01 poin atau melemah -0,09% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 207 saham di tutup turun, 163 saham di tutup naik dan 153 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 3 sektor di tutup melemah dimana pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor infrastruktur di susul oleh sektor keuangan yang di tutup masing -masing -1,62% dan -0,56%. Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan kinerja bursa saham kawasan asia yang mayoritas di tutup di zona hijau. Minimnya sentimen positif serta belum meredanya wabah virus corona membuat investor menarik dananya dari pasar saham. Provinsi Hubei Tiongkok, yang menjadi pusat penyebaran virus corona melaporkan hampir 5.000 kasus baru sehari setelah mengkonfirmasi hampir 15.000 kasus tambahan. Sementara itu jumlah korban meninggal dunia di china di revisi turun lebih dari 100 menjadi 1.380 jiwa karena adanya revisi dari adanya perhitungan ganda. Sebelumnya WHO mengatakan lonjakan diagnosa virus corona tidak selalu mengindikasikan adanya lonjakan infeksi. Aksi jual asing di pasar reguler yang mencapai Rp 368 miliar turut menekan pergerakan IHSG dimana saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA, TLKM, ICBP, TOWR, BTPS.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%. Sementara Indeks Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,20% dan 0,18%. Indeks sempat bergerak melemah yang dipicu oleh ketidakpastian seputar epidemic virus corona dan data ekonomi AS yang lemah. Akan tetapi indeks kemudian pulih meski sedikit terlambat dengan indeks Nasdaq dan S&P ditutup menguat setelah adanya sebuah laporan CNCB yang menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan memperkenalkan insentif pajak bagi orang-orang yang berpengahasilan kurang dari US$ 200.000 hingga US$ 10.000 untuk berinvestasi di pasar saham AS. Menguatnya indeks Nasdaq dan S&P juga mendapatkan dorongan dari naiknya saham Nvidia 7,02% setelah melaporakn kinerja pendapatan yang kuat. Sementara dari sisi epidemic virus corona, penyebaran virus corona tetap membayangi pasar dikarenakan pihak berwenang Tiongkok menyebutkan bahwa virus corona telah merenggut 1.380 jiwa dan menginfeksi 63.851 orang. Di sisi lain, dalam survey Reuter baru-baru ini terhadap 40 ekonom, para responden melihat bahwa ekonomi Tiongkok pada Q1-2020 mengalami pertumbuhan paling lambat sejak krisis keuangan terakhir, namun ekonom tersebut percaya bahwa penurunan akan berlangsung singkat apabila wabah tersebut dapat dibendung. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS, Retail Sales MoM periode Januari 2020 tercatat naik 0,3% atau sesuai dengan ekspektasi. Meski menunjukkan kenaikan, dalam komponen data tersebut menunjukkan penjualan toko pakaian yang mencatatkan koreksi bulanan sejak 2009, ada penurunan di penjualan elektronik dan kesehatan serta penjualan online yang cenderung tak bergairah.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,84% di tengah-tengah pergerakan mixed indeks di bursa kawasan regional. Melemahnya indeks Nikkei tersebut masih dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyebaran wabah virus corona. Di sisi lain, investor juga mencermati laporan IMF yang menurunkan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 sebesar 0,1% menjadi 3,3% sebagai dampak dari epidemic virus corona.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan seiring dengan masih minimnya katalis positif, namun juga berpeluang mengalami teknikal rebound. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5844/5820 - 5890/5913.

Cermati :
ICBP, INDF, PGAS, ASII, UNTR, JSMR, PTBA, SMGR
      

Morning Note 18 February 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik tipis 0,58 poin atau menguat 0,01% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 174 saham di tutup naik, 218 saham di tutup turun dan 152 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 5 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Industri Dasar di susul oleh sektor Pertambangan yang di tutup masing - masing 0,33% dan 0,19%. Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin di antaranya di pengaruhi oleh rilis data neraca perdagangan. Badan Pusat Statistik mencatatkan kinerja total ekspor Kanuari 2020 turun 7,16%  menjadi US$ 13,41 miliar secara bulanan dari desember 2019 yang sebesar US$ 14,45 miliar yang menyebabkan terjadinya defisit neraca perdagangan sebesar US$ 870 juta. Disisi lain wabah virus corona masih menjadi sentimen negative pada perdagangan hari kemarin. Meskipun Indonesia belum melaporkan adanya kasus virus corona namun penutupan pabrik di Tiongkok akibat wabah ini tampak telah mengurangi permintaan untuk ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan tembaga. Aksi jual investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp. 630 miliar turut membatasi penguatan IHSG dimana saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, TLKM, SMGR, BBTN.
 
Bursa Wall Street tadi malam tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional Presidential Day. Untuk perdagangan nanti malam, pergerakan indeks di perkirakan berpotensi mengalami tekanan seiring dengan wabah virus corona yang belum mereda dan adanya ancaman resesi terhadap Jepang setelah Jepang mencatatkan pertumbuhan ekonomi –1,6% di Q4-2020. Ancaman resesi tersebut diperkirakan juga membayangi Jerman dan Singapura yang memiliki hubungan dagang yang erat dengan Tiongkok.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,53%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut masih dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Jepang awal pekan ini dimana data ekonomi tersebut yakni GDP Growth Rate QoQ Preliminary Q4-2020 yang menunjukkan kontraksi dalam pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi Jepang Q4-2020 tercatat turun 1,6% dibanding periode sebelumnya yang tercatat naik 0,1% dan di bawah ekspektasi turun 0,9%. GDP Jepang secara tahunannya juga turun 6,3% dibanding tahun sebelumnya yang naik 0,5%. Data tersebut juga menunjukkan bahwa Jepang dibayangi ancaman resesi. Sentimen tersebut juga mendorong nilai tukar Yen bergerak menguat terhadap US Dollar. Dan apabila pertumbuhan ekonomi Jepang kembali mengalami kontraksi di Q1-2020, maka Jepang akan mengalami resesi.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan seiring dengan minimnya katalis positif dan adanya peringatan akan ancaman resesi terhadap sejumlah negara maju seperti Jepang, Jerman dan Singapura. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5855/5842—5879/5891.

Cermati :
ASII, ICBP, INDF, JSMR, LPPF, PTBA, SMGR
 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF