News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Januari 2020

IHSG di perdanagan kemarin di tutup turun -53.66 poin atau melemah -0.85% setelah bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 304 saham di tutup melemah, 105 saham di tutup naik dan 131 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor di tutup turun dengan penurunan terbesar di pimpin oleh sektor Industri dasar di susul sektor pertanian yang di tutup masing masing -2.15% dan -1.55%. Aksi jual asing di saham saham unggulan seperti BBCA, BMRI, TLKM turut menekan pergerakan IHSG. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa saham utama kawasan asia yang kompak di tutup di zona merah. Bursa asia melemah bersama pasar saham global  setelah Iran menembakkan rudal ke dua fasilitas militer Amerika Serikat di Irak. Pihak Pentagon AS telah mengkonfirmasi perihal serangkaian rudal tersebut. Serangan tersebut merupakan pembalasan Iran atas serangan udara AS di Irak yang menewaskan Jendral Iran Qasem Soleimani pada jumat lalu.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow di tutup menguat 0,56%, Indeks Nasdaq menguat 0,67% dan Indeks S&P menguat 0,49%. Menguatnya indeks tadi malam dipicu oleh setelah adanya pernyataan yang menenangkan dari Presiden Donald Trump terkait serangan rudal Iran ke fasilitas militer AS di Irak sebagai aksi balasan terhadap kematian Jendral Iran, Qasem Soleimani. Presiden Trump mengatakan bahwa semua baik-baik saja dan serangan Iran tersebut tidak menimbulkan korban di pihak AS serta juga mengatakan bahwa pemerintah Iran tampaknya akan menyudahi aksinya. Sementara di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut. Pernyataan Presiden Trump dan Menlu Iran tersebut membantu menenangkan kegelisahan investor. Menambah sentimen positif pada pasar, datang dari data ekonomi AS yakni ADP Employment Change Desember 2019 menunjukkan bahwa pembayaran gaji swasta naik 202.000, lebih tinggi dari proyeksi yang sebesar 160.000. Meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran, mendorong anjloknya harga emas dan harga minyak mentah dunia.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,40% yang turut dipicu oleh meredanya ketegangan geo politik di kawasan Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar Yen. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut bergerak positif.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari, IHSG diperkirakan berpotensi menguat seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran. IHSG di perkirakan akan bergerak pada range 6213/6199—6244/6263.

Cermati :
WSKT, AKRA, ANTM, EXCL, INTP, ITMG, PTBA
 

Morning Note 15 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 28.84 poin atau menguat 0.46% setelah bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. sebanyak 165 saham di tutup menguat, 219 saham di tutup melemah dan 164 saham di tutup stagnan. Scara sektoral, 7 sektor menopang kenaikan IHSG diamana penguatan terbesar di topang oleh sektor Aneka Industri di susul sektor Finance yang menguat masing - masing 2,66% dan 1,13%. Aksi beli asing di pasar reguler yang mencapai Rp 1 triliun turut meno[ang kenaikan IHSG di mana saham - saham yang paling banyak di beli yakni BBRI, BBCA, ASII, BMRI, ACES. IHSG menguat di saat indeks bursa saham asia di tutup variatif, dimana sentimen optimisme kesepakatan dagang AS-Tiongkok menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Bursa asia memangkas penguatannya setelah rilis data dari Tiongkok yang menunjukan perdagangan Tiongkok dengan AS merosot tahun lalu, yang di akibatkan perang dagang antara kedua negara. Perdagangan dengan AS turun hampir 11%, meskipun total ekspor Tiongkok sepanjang 2019 mengalami kenaikan seiring dengan lonjakan permintaan global. Uni Eropa tetap menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok, di ikuti oleh negara-negara ASEAN pada peringkat kedua dan AS pada peringkat ketiga.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,11%. Sementara indeks Nasdaq dan S&P ditutup melemah masing-masing –0,24% dan –0,15%. Bervariasinya indeks tadi malam dipengaruhi oleh aksi profit taking di saham-saham sektor teknologi, rilis laporan keuangan emiten perbankan yang bervariasi dan adanya kecemasan di pelaku pasar menyusul laporan yang menyebutkan bahwa AS kemungkinan akan mempertahankan tarif impor terhadap barang-barang asal Tiongkok sampai dengan setelah Pemilihan Presiden AS November 2020. Dilansir dari Reuters, penghapusan tarif impor oleh AS akan tergantung pada kepatuhan Tiongkok terhadap perjanjian dagang fase satu yang akan ditandatangani pada hari ini waktu setempat di Washington-AS. Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa Tiongkok berjanju untuk membeli barang-barang manufaktur dari AS dengan nilai hampir US$ 80 miliar dalam dua tahun ke depan dan lebih dari US$ 50 miliar unruk pasokan energi. Dari sisi emiten, musim laporan keuangan Q4-2019 telah dimulai di mana saham JP Morgan naik 1,17% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan yang ditopang oleh kuatnya bisnis trading dan bisnis penjaminan. Saham Wells Fargo anjlok –5,39% setelah melaporkan penurunan laba karena menyisihkan biaya sebesar US$ 1,5 miliar untuk biaya hukum. Sementara saham Citigroup naik 1,56% setelah melaporkan laba yang melampaui perkiraan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,42%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut dipengaruhi oleh aksi profit taking paska penguatan indeks tiga hari beruntun, menguatnya nilai tukar Yen dan wait & see jelang penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase satu.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6308/6290 - 6334/6343.

Cermati :
BBTN, EXCL, INTP, JSMR, SMGR, TLKM, UNVR
     

Morning Note 16 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 42.04 point atau melemah -0.66% setelah bergerak sideways sepanajng sesi perdagangan. Sebanyak 285 saham di tutup turun, 121 saham di tutup naik dan 137 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor perkebunan di susul sektor pertambangan yang masing - masing di tutup turun -2,94% dan -1,78%. Aksi jual asing di saham saham unggulan seperti TLKM, UNTR, HMSP, BBNI turut menekan IHSG. IHSG melemah sejalan dengan mayoritas kwasan utama bursa asia yang di tutup melemah menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS - Tiongkok. Melemahnya bursa asia akibat sentimen komentar dari Menteri Keuangan AS bahwa AS akan tetap menerapkan tarif atas barang - barang impor asal Tiongkok sampai penyelesaian tahap kedua dari perjanjian perdagangan AS - Tiongkok yang memicu beberapa aksi ambil untung aset beresiko seperti saham. Sentimen itu muncul beberapa jam sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama yang akan meredakan perang dagang yang telah berlangsung selama 18 bulan. Dari dalam negeri, BPS mencatatkan neraca perdagangan desember 2019 defisit sebesar US$ 28,2 juta. Defisit tersebut terjadi seiring dengan nilai impor desember 2019 yang mencapai US$ 14,50 miliar di bandingkan dengan kinerja nilai ekspor desember 2019 yang mencapai US$ 14,47 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,31% dan Indeks S&P menguat 0,19% sekaligus mencatatkan rekor penutupan tertinggi barunya. Sementara Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,08%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen AS dan Tiongkok yang telah menandatangani perjanjian dagang fase pertama dan berjanji untuk menyelesaikan sengketa tarif impor. Dilansir dari Reuters, inti dari kesepakatan dagang adalah bahwa Tiongkok berjanji untuk membeli produk pertanian AS serta barang dan jasa lainnya senilai lebih dari US$ 200 miliar selama dua tahun, meningkat dari pembelian pada tahun 2017 yang senilai US$ 186 miliar. Perjanjian perdagangan tersebut kemudian membuka jalan bagi investor untuk fokus pada laporan pendapatan kuartalan emiten, termasuk pandangan yang diberikan oleh emiten mengenai kesepakatan dagang tersebut. Di sisi lain, Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan menghapus semua tarif AS pada impor Tiongkok segera setelah kedua negara menyelesaikan perjanjian perdagangan fase kedua, dimana negosiasi dagang akan segera dimulai. Sementara dari sisi rilis laporan keuangan emiten, saham Bank of America melemah –1,81% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan namun memproyeksikan pendapatan bunga bersih yang lemah pada semester I-2020, sehingga mendorong indeks keuangan S&P turun 0,55%. Saham Goldman Sachs melemah –0,2% setelah melaporkan penurunan laba yang lebih besar dari perkiraan karena menyisihkan lebih banyak modal untuk menutupi biaya hukum.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,18% yang turut dipicu oleh penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase pertama. Sentimen tersebut juga turut mendorong pergerakan positif indeks di kawasan regional.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan sentimen positif eksternal. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range 6243/6203—6336/6389.

Cermati :
WSKT, BRPT, BSDE, INTP, UNVR
 
    

Morning Note 17 Januari 2020

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,68 poin atau menguat 0,04% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.255,49 - 6.299,54. Sebanyak 195 saham ditutup menguat, 189 saham melemah dan 169 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak enam sektor menopang penguatan IHSG dengan sektor Agri dan Perdagangan memimpin penguatan masing-masing 1,48% dan 1,09%. Penguatan IHSG kemarin dipengaruhi oleh sentimen positif eksternal terkait ditandataanganinya kesepakatan dagan AS-Tiongkok tahap pertama yang menjadi awal dari berakhirnya perang dagang yang berlarut-larut. Sentimen kemudian tersebut mendorong aksi beli di bursa kawasan regional termasuk bursa domestik. Namun aksi beli tersebut kemudian dimanfaatkan oleh investor asing untuk melakukan aksi profit taking yang sempat mendorong IHSG bergerak melemah sebelum akhirnya ditutup menguat terbatas. Investor asing tercatat melakukan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp. 831 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual antara lain BMRI, TLKM, LPPF, BBCA dan ASII.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat dan mencatatkan rekor tertinggi barunya dan indeks S&P yang untuk pertama kalinya ditutup di atas level 3.300. Indeks Dow ditutup menguat 0,92%, Indeks Nasdaq menguat 1,06% dan Indeks S&P menguat 0,84%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh kenaikan saham sektor teknologi, data penjualan ritel yang solid dan kinerja positif dari Morgan Stanley. Saham Morgan Stanley melonjak 6,61% dan memimpin penguatan indeks S&P setelah mencatatkan laba kuartalan di atas estimasi dan meningkatkan target kinerja. Sentimen selanjutnya datang dari data ekonomi terbaru AS yakni penjualan ritel yang tercatat naik 0,3% pada Desember 2019 yang sejalan dengan perkiraan para ekonom. Data ritel tersebut menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019 dan meredakan kekhawatiran tentang kesehatan sektor tersebut setelah penjualan liburan yang mengecewakan dari Target Corp dan JC Penney. Di sisi lain, saham sektor teknologi juga mencatatkan kinerja positif. Indeks teknologi informasi naik 1,4% dan memimpin kenaikan di antara sektor-sektor utama indeks yang didukung oleh naiknya saham Microsoft 1,8% dan saham produsen chip yang melonjak menyusul peningkatan proyeksi proyeksi produsen chip. Sedangkan dari sisi perdagangan, Tiongkok diperkirakan akan mendorong pembelian barang dan jasa AS sebagai imbalan atas pencabutan sejumlah tarif sebagai bagian dari kesepakatan tetapi beberapa masalah pelik belum terselesaikan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,71% yang mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street dan melemahnya nilai tukar Yen. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga mayoritas bergerak positif.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan adanya sentimen positif eksternal. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6261/6236 - 6305/6324.

Cermati :
BRPT, BSDE, INTP, TLKM, BBNI, WSKT.

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF