IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 55.44 poin atau melemah -0.90% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 271 saham di tutup turun, 129 saham di tutup naik dan 124 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, seluruh sektor di tutup melemah dimana pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Industri di susul sektor Indusri Dasar yang di tutup masing - masing -2,4% dan -1,39%. Kinerja IHSG sejalan dengan kinerja bursa saham asia yang kompak bergerak melemah. Bursa asia melemah setelah meningkatnya jumlah kematian akibat virus corona yang membuat maskapai penerbangan mengurangi penerbangan dan peritel menutup toko. Pabrik - pabrik di Tiongkok memperpanjang masa liburan, sedangkan maskapai global memangkas jumlah penerbangan. Wabah virus corona membuat para ekonom mulai memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Komite kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan berkumpul kembali untuk memutuskan apakah meningkatkan status penyebaran virus corona menjadi keadaan darurat global. Aksi jual asing di pasar reguler yang mencapai Rp. 336 miliar turut menekan IHSG dimana saham yang paling banyak di jual yakni BBRI, BBCA, ASII, BMRI, dan BBNI.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,43%, Indeks Nasdaq menguat 0,26% dan Indeks S&P menguat 0,31%. Indeks tadi malam sempat mengalami tekanan jual yang mendorong pelemahan indeks yang masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap penyebaran wabah virus corona di Tiongkok serta dampaknya terhadap perekonomian. Namun indeks kemudian mampu berbalik arah dan ditutup menguat setelah adanya pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan virus corona Tiongkok sebagai darurat kesehatan global dan menyatakan kepercayaan terhadap aksi tanggap Tiongkok. WHO melalui Direktur Jenderalnya, Tedros Adhanom, juga mengatakan bahwa WHO tidak menyukai bahkan menentang pemberlakuan pembatasan atau perdagangan ke Tiongkok. Seperti diketahui, kasus meninggal karena virus corona telah mencapai 171 orang dengan 8.000 kasus terinfeksi. Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit AS kemudian mengkonfirmasi penularan pertama virus corona manusia ke manusia di AS. Di sisi lain, dari kinerja emiten, saham Tesla melonjak 10,30% setelah melaporkan laba yang lebih kuat dari perkiraan dan saham Facebook anjlok 6,14% setelah melaporkan kinerja kuartalan yang menunjukkan kenaikan tajam namun memperingatkan perlambatan pertumbuhan dan melaporkan lonjakan beban. Sementara saham-saham berbasis perjalanan yang sebelumnya mengalami tekanan sentimen virus corona, tadi malam mencatatkan rebound. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS, pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 2,3% pada tahun 2019 dibanding 2,9% pada 2018 dan sebesar 2,1% pada Q4-2019 dalam perkiraan awal yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS. Perlambatan pertumbuhan PDB riil pada 2019 tersebut mencerminkan perlambatan investasi tetap perusahaan dan pengeluaran konsumsi Pribadi serta penurunan ekspor.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,74% yang dipicu oleh pernyataan WHO yang menyatakan bahwa virus corona sebagai darurat internasional namun tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Senada dengan bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga bergerak positif termasuk bursa Hang Seng yang sebelumnya mengalami tekanan masif.
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi rebound mengikuti pergerakan indeks di kawasan regional. IHGS di perkirakan akan bergerak dalam range 6027/5997—6109/6161.
Cermati :
UNVR, WSKT, ASII, HMSP, JSMR