Morning Note 5 Juni 2020
IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 24,30 poin atau melemah -0,49% setelah bergerka fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 201 saham di tutup turun, 210 saham di tutup naik dan 160 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor Aneka Indusri di susul oleh sektor Pertambangan yang di tutup amsing - masing -1,50% dan -1,01%. IHSG secara intraday sempat menyentuh level 5,014.76 atau menguat 1,49% sebelum akhir nya di tutup melemah. Setelah penguatan saham yang luar biasa dalam sepekan terakhir, fokus investor sekarang beralih ke Frankfurt, di mana ECB diharapkan untuk meningkatkan stimulus moneter yang sudah besar. Investor juga tengah menantikan data payroll dan pengangguran AS. Pelemahan IHSG disebabkan oleh sentimen PSBB Jakarta yang diperpanjang. Namun masa transisi ini juga perlu diapresiasi, karena berdasarkan pemaparan dari Pemprov DKI Jakarta sudah ada perkembangan yang signifikan dalam menekan angka infeksi virus dan kematian akibat virus . Selama masa transisi ada pelonggaran kegiatan ekonomi termasuk perdagangan seperti pertokoan atau pusat belanja namun tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, reli IHSG yang sudah naik cukup tajam dalam sepekan terkahir membuat investor melakukan aksi profit taking. Asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 1,08 triliun dengan saham - saham yang paling banyak di beli yakni BBCA, TLKM, BBNI, BBRI, PWON.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam mengakhiri relinya dengan ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,05%. Sementara Indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup melemah -0,69% dan -0,34%. Melemahnya indeks Nasdaq dan S&P serta terbatasnya penguatan indeks Dow, dipengaruhi oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor sebelum rilis data utama ketenagakerjaan AS serta mengakhiri reli di tengah-tengah meningkatnya sentimen pemulihan ekonomi. Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P, hanya sektor keuangan, industri dan material yang ditutup menguat. Dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam, menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di bawah 2 juta (sebesar 1,88 juta) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret 2020 dan anjloknya perdagangan internasional yang mengakibatkan pelebaran defisit neraca perdagangan AS. Untuk klaim lanjutan yakni jumlah warga AS yang sudah menerima tunjangan pengangguran, meningkat menjadi 21,5 juta orang, berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang memperkirakan penurunan. Investor juga sedang menantikan rencana stimulus ekonomi AS putaran selanjutnya, namun pejabat pemerintahan Trump menunda pembicaraan tersebut yang semula dijadwalkan pada pekan ini. Sementara itu, protes kekerasan terhadap kematian George Floyd tampaknya mereda tadi malam yang dikarenakan oleh Jaksa yang mengajukan dakwaan baru terhadap oknum polisi yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sedangkan terkait eksternal, Bank Sentral Eropa menyetujui paket stimulus yang melampaui ekspektasi menjadi 1,35 triliun Euro, hampir dua kali lipat ukuran rencana pembelian darurat Pandemi.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -0,36% yang dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah indeks Nikkei mengalami penguatan selama empat hari secara beruntun. Pelaku pasar di bursa Jepang juga menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS untuk mengetahui dampak pandemi Corona serta pemulihannya secara ekonomi.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan berpotensi mengalami tekanan aksi profit taking. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4872/4828 - 4988/5059.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam mengakhiri relinya dengan ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,05%. Sementara Indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup melemah -0,69% dan -0,34%. Melemahnya indeks Nasdaq dan S&P serta terbatasnya penguatan indeks Dow, dipengaruhi oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor sebelum rilis data utama ketenagakerjaan AS serta mengakhiri reli di tengah-tengah meningkatnya sentimen pemulihan ekonomi. Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P, hanya sektor keuangan, industri dan material yang ditutup menguat. Dari sisi data ekonomi yang dirilis tadi malam, menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di bawah 2 juta (sebesar 1,88 juta) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret 2020 dan anjloknya perdagangan internasional yang mengakibatkan pelebaran defisit neraca perdagangan AS. Untuk klaim lanjutan yakni jumlah warga AS yang sudah menerima tunjangan pengangguran, meningkat menjadi 21,5 juta orang, berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang memperkirakan penurunan. Investor juga sedang menantikan rencana stimulus ekonomi AS putaran selanjutnya, namun pejabat pemerintahan Trump menunda pembicaraan tersebut yang semula dijadwalkan pada pekan ini. Sementara itu, protes kekerasan terhadap kematian George Floyd tampaknya mereda tadi malam yang dikarenakan oleh Jaksa yang mengajukan dakwaan baru terhadap oknum polisi yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sedangkan terkait eksternal, Bank Sentral Eropa menyetujui paket stimulus yang melampaui ekspektasi menjadi 1,35 triliun Euro, hampir dua kali lipat ukuran rencana pembelian darurat Pandemi.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -0,36% yang dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah indeks Nikkei mengalami penguatan selama empat hari secara beruntun. Pelaku pasar di bursa Jepang juga menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS untuk mengetahui dampak pandemi Corona serta pemulihannya secara ekonomi.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan berpotensi mengalami tekanan aksi profit taking. IHSG hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 4872/4828 - 4988/5059.
Cermati :
WSKT, BBNI, EXCL, ICBP, TLKM

Tentang Kami
Tata kelola










