News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 16 Juni 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 8,65 poin atau menguat 0,14% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 170 saham di tutup naik, 333 saham di tutup turun dan 146 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 4 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXBasic di susul oleh sektor IDXTechno yang di tutup masing – masing menguat 2,85% dan 1,7%. IHSG bergerak fluktuatif menyusul kekhawatiran kenaikan kasus Covid-19 yang membuyarkan outlook pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, ada tambahan kasus baru sebanyak 8.189. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1,9 juta orang. Selain itu Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 16,6 miliar. Turun 10,25% dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi melonjak 58,76% dari Mei 2020. Sementara nilai impor Indonesia pada Mei 2021 sebesar US$ 14,23 miliar. Turun 12,16% dibandingkan bulan sebelumnya tetapi meningkat 66,68% dibandingkan Mei 2020. Dengan nilai ekspor impor tersebut, neraca perdagangan mencatat surplus US$ 2,37 miliar. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 213 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni  BBRI, MDKA, BMRI, TLKM, GGRM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi -0,27%, Indeks Nasdaq terkoreksi -0,71% dan Indeks S&P terkoreksi -0,20%. Melemahnya indeks tersebut dipicu oleh kembali khawatirnya investor terhadap hasil pertemuan The Fed AS yang sedang berlangsung paska data inflasi yang lebih kuat dan penjualan ritel AS yang masih rendah di Mei 2021. Sebanyak tujuh sektor utama indeks S&P ditutup melemah. Di sisi lain, sektor energi menguat 2,1% yang dipicu harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi multi tahun dikarenakan prospek permintaan yang positif. Sementara itu dari sisi data ekonomi AS, data menunjukkan percepatan harga produsen di bulan Mei 2021 dikarenakan rantai pasokan berjuang untuk memenuhi permintaan usai pembukaan kembali ekonomi. Sebuah laporan terpisah menunjukkan penjualan ritel AS turun lebih dari yang diharapkan pada Mei 2021. Sedangkan terkait pertemuan The Fed AS, The Fed diprediksi baru akan mengumumkan strategi untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran pada bulan Agustus atau September 2021 mendatang. Sedangkan berdasarkan jajak pendapat ekonom yang dihimpun Reuters, The Fed AS tidak akan memulai pengurangan pembelian obligasi bulanan hingga akhir tahun dan suku bunga acuan diproyeksikan akan naik pada tahun 2023..
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,46% mengikuti penurunan di bursa Wall Street tadi malam di tengah-tengah sikap wait & see terhadap hasil pertemuan The Fed AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderunan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6063/6037 – 6103/6117.

Cermati :
BBRI, BRPT, MIKA, INDF, BBNI
 

Morning Note 18 Juni 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -10,12 poin atau melemah -0,17% setelah bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 327 saham di tutup turun, 179 saham di tutup naik dan 144 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup melemah dengan pelemahan terbesar di pimpin oleh sektor IDXEnergy di susul oleh sektor IDXNoncyc yang di tutup masing – masing -1,46% dan -1,08%. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Juni 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Bank Indonesia (BI) juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada rentang 4,1-5,1% di tengah lonjakan kasus covid-19. Optimisme BI didasari oleh aliran modal asing, ekspektasi konsumsi masyarakat yang terus meningkat, penjualan ritel hingga kenaikan indeks PMI manufaktur yang tertinggi sepanjang sejarah. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 181 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni MDKA, BMRI, BBRI, ARTO, GGRM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,62% dan -0,04%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,87%. Menguatnya indeks tersebut didukung oleh keyakinan pada kekuatan pemulihan ekonomi yang kemudian mendorong investor beralih ke saham sektor teknologi yang kemudian mendorong indeks Nasdaq mencapai rekor penutupan tertingginya. Saham Apple, Microsoft, Amazon, Facebook dan Nvidia menopang penguatan indeks Nasdaq dikarenakan investor berspekulasi bahwa rebound ekonomi yang stabil akan meningkatkan permintaan untuk produk teknologi dalam jangka panjang. Namun di sisi lain, indeks Dow dan indeks S&P ditutup melemah oleh saham sektor keuangan. Saham perbankan tadi malam ditutup turun 4,3% akibat imbal hasil obligasi AS yang berjangka lebih panjang mengalami penurunan. Di sisi lain masih banyak investor yang mencerna pernyataan hawkish The Fed AS yang tidak terduga tentang kebijakan moneter yan memproyeksikan kenaikan suku bunga pertama paska pandemi di tahun 2023 mendatang. Para pejabat The Fed juga berpandangan prospek ekonomi yang membaik dikarenakan ekonomi AS pulih dengan cepat dengan pertumbuhan keseluruhan diperkirakan mencapai 7% di tahun ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,41%  yang ditopang oleh reli saham teknologi di bursa Wall Street, dengan fokus pada peralihan keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ).
 
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6041/6014 – 6089/6109.

Cermati :
ASII, BBNI, JSMR, BBCA, SMGR
 

Morning Note 30 Juni 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 9,58 poin atau menguat 0,16% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 178 saham di tutup naik, 333 saham di tutup turun dan 137 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 6 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXNoncyc di susul oleh sektor IDXIndust yang di tutup masing – masing menguat 1,48% dan 0,41%. Perkembangan pandemi Covid-19 di RI semakin mengkhawatirkan dan masih menjadi perhatian pasar di dalam negeri, di mana kasus aktif Covid-19 kian hari makin bertambah besar setiap harinya. Hal inilah yang menyebabkan munculnya isu bahwa Pemerintah akan mengumumkan revisi aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan akan memberlakukan PPKM Darurat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 126 miliar dengan saham – saham  yang paling banyak di beli yakni  BMRI, ASII, AGRO, INDF, FREN.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat terbatas. Indeks Dow ditutup menguat 0,03%, Indeks Nasdaq menguat 0,19% dan Indeks S&P menguat 0,03%. Menguatnya indeks tersebut ditopang oleh naiknya harga saham Apple dan saham teknologi lainnya setelah data ekonomi terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen yang optimistis. CB Consumer Confidence bulan Juni 2021 tercatat naik dari 120 ke 127,3 yang merupakan level tertinggi sejak pandemi Covid-19, memperkuat ekspektasi untuk pertumbuhan ekonomi yang kuat pada Q2-2021. Namun pelaku pasar juga mencermati laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada akhir pekan ini yang dapat mempengaruhi sikap kebijakan The Fed AS yang bergantung pada pemulihan pasar tenaga kerja yang adil. Sentimen lainnya datang dari tanda-tanda bahwa vaksin dapat melawan varian virus Corona yang sangat menular dimana Moderna Inc mengatakan vaksin produksinya menghasilkan antibodi pelindung terhadap varian Delta yang telah menyebar ke seluruh dunia sejak muncul di India. Di sisi lain, imbal hasil US Treasury tampak stabil, dengan Presiden The Fed AS Thomas Barkin yang mengatakan ia ingin melihat lebih banyak kemajuan pasar tenaga kerja AS sebelum memperlambat pembelian aset bank sentral.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,29% mengikuti penguatan di bursa Wall Street setelah rilis data ekonomi yang kuat.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melemah. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 5910/5872 – 5990/6031.

Cermati :  
BBCA, ASII, TLKM, UNTR, HMSP
 

Morning Note 2 Juli 2021

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 20,47 poin atau menguat 0,34% setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 204 saham di tutup naik, 273 saham di tutup turun dan 159 saham di tutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor di tutup menguat dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXHealth di susul oleh sektor IDXNoncyc yang di tutup masing - masing menguat 1,92% dan 1,87%. Survei IHS Markit terbaru melaporkan Purchasing Managers’ Index atau PMI Indonesia pada Juni 2021 tercatat melandai di posisi 53,5 dibandingkan dengan Mei 55,3. Pelemahan dipicu akibat kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini. Meski demikian, level di atas 50 poin diklaim masih menjadi level ekspansif meskipun tidak setinggi dua bulan sebelumnya. Sentimen terbaru, pemerintah resmi akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat dimulai pada 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 untuk wilayah jawa dan Bali. keputusan ini harus diambil seiring dengan lonjakan kasus positif covid dalam beberapa waktu terakhir. Termasuk kehadiran varian baru dengan penyebaran yang lebih cepat. Investor asing mencatatkan aksi jual di pasar reguler sebesar Rp 55 miliar dengan saham - saham yang paling banyak di jual yakni BBCA,TLKM, GGRM,TBIG, EMTK.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,38%, Indeks Nasdaq menguat 0,13% dan Indeks S&P menguat 0,52%. Menguatnya indeks tersebut ditopang oleh laporan data ekonomi AS terbaru. Data terbaru tersebut yakni menunjukkan ekspansi manufaktur AS yang solid dan penurunan klaim tunjangan pengangguran yang lebih besar dari perkiraan dan menutupi kekhawatiran tentang penyebaran varian Covid-19 yang lebih menular. Klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu tercatat turun dari 415.000 ke 364.000, melampaui perkiraan yan sebesar 390.000. Sementara menurut indeks manajer pembelian (PMI) Institute for Supply Management (ISM), aktivitas pabrik-pabrik di AS berkembang dengan kecepatan yang sedikit melambat di bulan Juni 2021 dengan komponen ketenagakerjaan turun ke kontraksi untuk pertama kalinya sejak November 2020. Sedangkan indeks harga yang dibayar, menurut ISM, melonjak ke level tertinggi sejak tahun 1979 dikarenakan ketidakseimbangan permintaan/penawaran saat ini. Adapun harga minyak mentah naik lebih tinggi dikarenakan aliansi OPEC+ bertikai sengit  sehingga menimbulkan keraguan pada kesepakatan yang dapat meredakan lonjakan harga. Investor selanjutnya mencermati laporan penggajian tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat ini untuk mengetahui seberapa dekat The Fed AS akan mengurangi akomodasi kebijakannya dikarenakan laporan ketenagakerjaan yang membaik dan tekanan inflasi meningkat. Seorang pejabat The Fed AS yakni Patrick Harker (Presiden The Fed Philadelphia) mengatakan bahwa pemotongan pembelian aset sebesar US$ 10 miliar per bulan mungkin masuk akal dan pihaknya lebih suka memulai proses tersebut pada tahun ini. Di sisi lain IMF berpandangan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian aset pada paruh pertama tahun 2022 dan mungkin perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun 2022 atau pada awal tahun 2023.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,04% mengikuti pergerakan bursa di Wall Street tadi malam namun juga wait & see jelang rilis data utama ketenagakerjaan AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melemah. IHSG di perkirakan akan bergerak dalam range : 5970/5934 – 6040/6075.

Cermati :
TLKM, ASII, ADRO, BBCA, UNTR
 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF