Morning Note 7 Juli 2021
IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 41,50 poin atau menguat 0,69% setelah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 261 saham di tutup naik, 244 saham di tutup turun dan 144 saham ditutup stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor IDXTechno di susul oleh sektor IDXBasic yang di tutup masing – masing menguat 3,01% dan 2,58%. Dari dalam negeri, setelah pemerintah memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi bisa melambat jika penyebaran Covid-19 belum bisa diredam bulan ini, pelaku pasar akan lebih berhati-hati. Kasus Covid-19 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pada Senin, Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 29.745 dan menyentuh rekor tertinggi. Dengan begitu total kasus Covid-19 di tanah air mencapai 2,3 juta orang. Investor asing mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 63 miliar dengan saham – saham yang paling banyak di beli yakni ANTM, EMTK, MDKA, ASII, BMRI.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,60% dan -0,20%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,17%. Melemahnya indeks Dow dan S&P tertekan oleh penurunan pada saham sektor keuangan dan sektor lainnya yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Indeks perbankan pada S&P turun 2,5% setelah imbal hasil US Treasury mengalami penurunan. Bahkan yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke bawah 1,35% yang merupakan level terendah sejak 24 Februari 2021. Sementara sektor keuangan turun 1,6% yang diikuti oleh penurunan saham sektor energi. Saham sektor energi turun mengikuti harga minyak yang turun 2,4% menyusul ketidakpastian langkah OPEC selanjutnya setelah adanya perselisihan antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab sehingga menimbulkan ketidakjelasan potensi peningkatan pasokan minyak bulan depan. Dari sisi data ekonomi terbaru AS, menunjukkan aktivitas industri jasa AS tumbuh pada kecepatan sedang di Juni 2021 yang kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku. Menambah kehati-hatian investor datang dari eksternal terkait tindakan keras otoritas Tiongkok yang kemudian mendorong aksi jual terhadap saham-saham sejumlah perusahaan Tiongkok yang listing di bursa AS yang dipimpin oleh Didi Global Inc. Saham Didi Global anjlok 19,6% setelah regulator Tiongkok pada akhir pekan kemarin memerintahkan penghapusan agar platform aplikasi perusahaan tersebut dihapus, beberapa hari setelah Didi Global listing di AS dan mendapatkan dana segar sebesar US$ 4,4 miliar. Penurunan tersebut diikuti oleh Alibaba Group yang turun 2,8% dan Baidu melemah 5%.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,33% yang didorong oleh sentimen menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan tertekan aksi profit taking dan sentimen peningkatan kasus infeksi Covid-19 di Indonesia. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6021/5996 – 6063/6080.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup melemah masing-masing -0,60% dan -0,20%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,17%. Melemahnya indeks Dow dan S&P tertekan oleh penurunan pada saham sektor keuangan dan sektor lainnya yang terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Indeks perbankan pada S&P turun 2,5% setelah imbal hasil US Treasury mengalami penurunan. Bahkan yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke bawah 1,35% yang merupakan level terendah sejak 24 Februari 2021. Sementara sektor keuangan turun 1,6% yang diikuti oleh penurunan saham sektor energi. Saham sektor energi turun mengikuti harga minyak yang turun 2,4% menyusul ketidakpastian langkah OPEC selanjutnya setelah adanya perselisihan antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab sehingga menimbulkan ketidakjelasan potensi peningkatan pasokan minyak bulan depan. Dari sisi data ekonomi terbaru AS, menunjukkan aktivitas industri jasa AS tumbuh pada kecepatan sedang di Juni 2021 yang kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku. Menambah kehati-hatian investor datang dari eksternal terkait tindakan keras otoritas Tiongkok yang kemudian mendorong aksi jual terhadap saham-saham sejumlah perusahaan Tiongkok yang listing di bursa AS yang dipimpin oleh Didi Global Inc. Saham Didi Global anjlok 19,6% setelah regulator Tiongkok pada akhir pekan kemarin memerintahkan penghapusan agar platform aplikasi perusahaan tersebut dihapus, beberapa hari setelah Didi Global listing di AS dan mendapatkan dana segar sebesar US$ 4,4 miliar. Penurunan tersebut diikuti oleh Alibaba Group yang turun 2,8% dan Baidu melemah 5%.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,33% yang didorong oleh sentimen menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan tertekan aksi profit taking dan sentimen peningkatan kasus infeksi Covid-19 di Indonesia. IHSG di perdagangan hari ini di perkirakan akan bergerak dalam range 6021/5996 – 6063/6080.
Cermati :
TLKM, ASII, BBCA, BBRI, UNTR

Tentang Kami
Tata kelola










