Morning Note 22 Agustus 2024
IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 20,61 poin atau menguat 0,27% setelah positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 7.534,12-7.594,55. Sebanyak 362 saham ditutup menguat, 195 saham ditutup melemah dan 227 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor IDXTrans dan IDXPropert masing-masing 0,88% dan 0,75%. IHSG kembali mencetak rekor tertinggi (all time high) barunya kemarin. Secara sektoral, sektor transportasi menjadi penopang terbesar IHSG di akhir perdagangan kemarin, yakni mencapai 0,88%. Dari sisi saham dua emiten perbankan, BBRI dan BMRi menjadi penopang indeks. Dari pasar mata uang, rupiah turun 0,32% ke level Rp15.480/US$. Depresiasi rupiah ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk menahan suku bunganya. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 6,25% Selain itu, BI juga memutuskan suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,5% dan suku bunga lending facility tetap sebesar 7%. Keputusan ini, sesuai dengan perkiraan pasar dan tetap konsisten dengan fokus pada kebijakan moneter yang pro-stabilitas. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 1,7 triliun dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BBRI, BBCA, BMRI, ASII dan INDF. Sementara saham-saham yang paling banyak di jual yakni GOTO, MAPI, INCO, PGAS dan SMGR.
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam lalu ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,14%, Indeks Nasdaq menguat 0,57% dan Indeks S&P menguat 0,42%. Saham-saham chip mendorong kenaikan indeks Nasdaq. Kenaikan indeks Dow Jones tertahan, dibebani oleh saham-saham keuangan. Pejabat bank sentral AS, The Fed mengatakan bahwa penurunan suku bunga The Fed pada September semakin terbuka. Sinyal tersebut tercermin dari risalah Federal Open Market Committee (FOMC) Juli yang menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan disesuaikan jika data ekonomi terus sesuai dengan harapan, pelonggaran kebijakan pada rapat berikutnya kemungkinan tepat dilakukan. Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja merilis revisi acuan awal terhadap data penggajian untuk 12 bulan hingga Maret 2024 menjadi 818.000, dari yang semula dilaporkan sebesar 2,9 juta. Revisi ini merupakan revisi penurunan awal yang paling tajam sejak krisis keuangan global, dan menunjukkan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja bisa lebih signifikan dari perkiraan sebelumnya.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,22% didorong kenaikan dari perusahaan teknologi hingga produsen mesin. Sektor perbankan menjadi beban terberat pada indeks Topix setelah imbal hasil Treasury AS turun.
Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7528/7501 - 7588/7622. Cermati: MIDI, MIKA, MYOR, BRIS, TOWR.
BMRI: Menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung hilirisasi industri nasional. Melalui berbagai inisiatif strategis, Bank Mandiri berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan sektor industri hilir dengan penyaluran kredit yang difokuskan pada sektor manufaktur. Hingga Juni 2024 Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke sektor manufaktur (pengolahan) sebesar Rp 177,37 triliun. Penyaluran kredit tersebut tumbuh 15,66% secara year on year (YoY) dengan kualitas yang terjaga optimal.
RMKE: Menyampaikan bahwa membatalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin 26 Agustus 2024 menjadi pada 5 September 2024 untuk meminta persetujuan untuk memberikan jaminan perusahaan (Corporate Guarantee) atas akuisisi tiga perusahaan tambang.
MEDC: Tengah menggarap dua proyek energy baru terbarukan (EBT) senilai total US$ 440 juta atau setara Rp. 6,79 triliun. Kedua proyek hijau tersebut adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ijen di Jawa Timur dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Pulau Bulan di Kepulauan Riau.
WIKA: Upaya perseroan dalam melakukan penyehatan keuangan diklaim sudah berjalan on the track. Salah satunya ditandai dengan kesiapan perseroan membayar utang senilai total Rp. 896 miliar yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Utang tersebut masing-masing berasal dari Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 seri A sebesar Rp. 571 miliar dan pembayaran Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 seri A sebesar Rp. 325 miliar.
BPII: Akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp. 45 miliar pada pertengahan September 2024. Dividen senilai Rp. 4,55 per saham tersebut akan dibagikan untuk pemegang 10,3 miliar saham perseroan.
MCAS: Berencana menggelar aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham maksimal 30,2 juta saham dan menyiapkan anggaran sebesar Rp. 90,7 miliar. Aksi buyback saham akan dilaksanakan terhitung sejak 26 September 2024 hingga 25 September 2025. Perseroan mematok harga pembelian saham maksimal Rp. 3000 per saham dan juga akan membayar biaya perantara pedagang efek sekitar 0,15% dari nilai transaksi.
CYBR: Menargetkan 1000 pengguna atau end user untuk produk bernama IntelliBron di tahun 2024. Perseroan juga optimis jumlah pengguna dari IntelliBron akan melonjak hingga 20.000 pengguna pada tahun 2025.
ERAL: Melanjutkan rencana ekspansi penambahan jaringan ritel baru di semester II-2024. Setelah membuka 25 toko baru pada semester I-2024, perseroan menargetkan untuk membuka 25 toko baru di semester II-2024. Di tahun 2024 perseroan memproyeksikan kenaikan penjualan berkisar 15%-20%.
INPP: Di semester I-2024 mencatakan pendapatan sebesar Rp. 556 miliar, naik 4% secara tahunan. Sementara laba bersih meningkat 169% secara tahunan menjadi Rp. 315 miliar.
-DISC ON-

Tentang Kami
Tata kelola










