News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi Online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Bapak Ronny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 22 Agustus 2024

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 20,61 poin atau menguat 0,27% setelah positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 7.534,12-7.594,55. Sebanyak 362 saham ditutup menguat, 195 saham ditutup melemah dan 227 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor IDXTrans dan IDXPropert masing-masing 0,88% dan 0,75%.  IHSG kembali mencetak rekor tertinggi (all time high) barunya kemarin. Secara sektoral, sektor transportasi menjadi penopang terbesar IHSG di akhir perdagangan kemarin, yakni mencapai 0,88%. Dari sisi saham dua emiten perbankan, BBRI dan BMRi menjadi penopang indeks. Dari pasar mata uang,  rupiah turun 0,32% ke level Rp15.480/US$. Depresiasi rupiah ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk menahan suku bunganya. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 6,25% Selain itu, BI juga memutuskan suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,5% dan suku bunga lending facility tetap sebesar 7%. Keputusan ini, sesuai dengan perkiraan pasar dan tetap konsisten dengan fokus pada kebijakan moneter yang pro-stabilitas. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 1,7 triliun dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BBRI, BBCA, BMRI, ASII dan INDF. Sementara saham-saham yang paling banyak di jual yakni GOTO, MAPI, INCO, PGAS dan SMGR.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam lalu ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,14%, Indeks Nasdaq menguat 0,57% dan Indeks S&P menguat 0,42%. Saham-saham chip mendorong kenaikan indeks Nasdaq. Kenaikan indeks Dow Jones tertahan, dibebani oleh saham-saham keuangan. Pejabat bank sentral AS, The Fed mengatakan bahwa penurunan suku bunga The Fed pada September semakin terbuka.  Sinyal tersebut tercermin dari risalah Federal Open Market Committee (FOMC) Juli yang menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan disesuaikan jika data ekonomi terus sesuai dengan harapan, pelonggaran kebijakan pada rapat berikutnya kemungkinan tepat dilakukan. Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja merilis revisi acuan awal terhadap data penggajian untuk 12 bulan hingga Maret 2024 menjadi 818.000, dari yang semula dilaporkan sebesar 2,9 juta. Revisi ini merupakan revisi penurunan awal yang paling tajam sejak krisis keuangan global, dan menunjukkan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja bisa lebih signifikan dari perkiraan sebelumnya.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,22% didorong kenaikan dari perusahaan teknologi hingga produsen mesin. Sektor perbankan menjadi beban terberat pada indeks Topix setelah imbal hasil Treasury AS turun.

Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini, IHSG diperkirakan bergerak sideways  dengan kecenderungan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7528/7501 - 7588/7622. Cermati: MIDI, MIKA, MYOR, BRIS, TOWR.



BMRI: Menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung hilirisasi industri nasional. Melalui berbagai inisiatif strategis, Bank Mandiri berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan sektor industri hilir dengan penyaluran kredit yang difokuskan pada sektor manufaktur.  Hingga Juni 2024 Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke sektor manufaktur (pengolahan) sebesar Rp 177,37 triliun. Penyaluran kredit tersebut tumbuh 15,66% secara year on year (YoY) dengan kualitas yang terjaga optimal. 

RMKE: Menyampaikan bahwa membatalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang  digelar pada Senin 26 Agustus 2024 menjadi pada 5 September 2024 untuk meminta persetujuan untuk memberikan jaminan perusahaan (Corporate Guarantee) atas akuisisi tiga perusahaan tambang.

MEDC: Tengah menggarap dua proyek energy baru terbarukan (EBT) senilai total US$ 440 juta atau setara Rp. 6,79 triliun. Kedua proyek hijau tersebut adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ijen di Jawa Timur dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Pulau Bulan di Kepulauan Riau.

WIKA: Upaya perseroan dalam melakukan penyehatan keuangan diklaim sudah berjalan on the track. Salah satunya ditandai dengan kesiapan perseroan membayar utang senilai total Rp. 896 miliar yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Utang tersebut masing-masing berasal dari Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 seri A sebesar Rp. 571 miliar dan pembayaran Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 seri A sebesar Rp. 325 miliar.

BPII: Akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp. 45 miliar pada pertengahan September 2024. Dividen senilai Rp. 4,55 per saham tersebut akan dibagikan untuk pemegang 10,3 miliar saham perseroan.

MCAS: Berencana menggelar aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham maksimal 30,2 juta saham dan menyiapkan anggaran sebesar Rp. 90,7 miliar. Aksi buyback saham akan dilaksanakan terhitung sejak 26 September 2024 hingga 25 September 2025. Perseroan mematok harga pembelian saham maksimal Rp. 3000 per saham dan juga akan membayar biaya perantara pedagang efek sekitar 0,15% dari nilai transaksi.

CYBR: Menargetkan 1000 pengguna atau end user untuk produk bernama IntelliBron di tahun 2024. Perseroan juga optimis jumlah pengguna dari IntelliBron akan melonjak hingga 20.000 pengguna pada tahun 2025.

ERAL: Melanjutkan rencana ekspansi penambahan jaringan ritel baru di semester II-2024. Setelah membuka 25 toko baru pada semester I-2024, perseroan menargetkan untuk membuka 25 toko baru di semester II-2024. Di tahun 2024 perseroan memproyeksikan kenaikan penjualan berkisar 15%-20%.

INPP: Di semester I-2024 mencatakan pendapatan sebesar Rp. 556 miliar, naik 4% secara tahunan. Sementara laba bersih meningkat 169% secara tahunan menjadi Rp. 315 miliar.

 

-DISC ON-

Morning Note 29 Agustus 2024

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 60.99 poin atau melemah –0,80% setelah bergerak beragam di sepanjang sesi perdagangan dalam range 7.581,05-7.658,88. Sebanyak 311 saham ditutup menguat, 280 saham ditutup melemah dan 198 saham stagnan. Sebanyak 5 sektor ditutup melemah dengan pelemahan terbesar pada sektor IDXTechno dan IDXTrans masing-masing –1,40% dan –0,30%. Pasar saham dan nilai tukar rupiahterhadap dolar kompak mencatatkan kinerja terbaik tengah optimisme pasar global, didorong oleh peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Amerika Serikat (AS) yang mencapai 103,3 pada bulan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa ke posisi 7.658,87, sementara Rupiah berada di posisi terbaik sepanjang tahun di Rp15.420/US$. Nilai transaksi indeks pada perdagangan kemarin mencapai sekitar Rp 116 triliun yang ditopang oleh adanya transaksi crossingjumbo dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Namun hingga saat ini terkait transaksi super jumbo ini manajemen BYAN belum menyampaikan informasi pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 257 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BMRl, BRPT, BREN, CUAN dan BBCA. Sementara saham-saham yang paling banyak dijual yakni BBRI, UNTR, BBNI, TPIA dan AMMN.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup melemah jelang laporan kinerja kuartalan dari Nvidia. Indeks Dow ditutup melemah –0,39%,  Indeks Nasdaq melemah –1,12% dan Indeks S&P melemah –0,60%. Dari 11 sektor dalam indeks S&P, delapan sektor mengalami penurunan dipimpin oleh sector teknologi yang turun 1,3% dan sector barang konsumsi yang melemah –1,05%. Rilis hasil kinerja kuartalan dari Nvidia dipandang sebagai sentiment negative atau positif pada reli bursa AS yang didorong oleh optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) dimana terkait peningkatan pengeluaran yang sudah besar oleh Microsoft, Alphabet dan pemain utama lainnya dalam perlombaan untuk mendominasi teknologi AI yang sedang berkembang. Di sisi lain, investor secara luas memperkirakan The Fed AS akan menurunkan suku bunga pada pertemuannya September 2024 mendatang setelah adanya dukungan pada pekan lalu dari ketua The Fed AS Jerome Powell untuk penyesuaian kebijakan yang akan segera dilakukan. Alat FedWatch milik CME Group saat ini melihat peluang 64% untuk pengurangan 25 bps dan peluang 37% untuk pemotongan 50 bps. Laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk periode Juli 2024 yang akan dirilis akhir pekan ini akan memberikan pandangan lebih jauh mengenai kemungkinan jalur penurunan suku bunga oleh The Fed AS.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah -0,66% didorong oleh penurunan saham teknologi setelah laporan laba yang mengecewakan dari Nvidia yang meredam prospek sector teknologi.

Untuk perdagangan di bursa domestic hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7603/7546 - 7694/7729. Cermati: MIDI, ERAA, TLKM, BMRI, TPIA



ADHI: Mencatatkan raihan nilai kontrak baru sebesar Rp 12 triliun hingga bulan Juli 2024. Perolehan ini meningkat dibandingkan raihan nilai kontrak baru per Juni 2024 yang sebesar Rp 9,4 triliun. Mayoritas nilai kontrak itu berasal dari segmen engineeringdan constructiondengan porsi 90%. Lalu diikuti, segmen property dan hospitality 4%, segmen manufacture 4%, dan segmen investment 2%.

BREN: Kembali menjalankan langkah ekspansi untuk pengembangan proyek energi angin. Mengakselerasi strategi tersebut, BREN menggandeng ACEN, perusahaan energi dari Grup Ayala. Kolaborasi ini terjalin melalui anak perusahaan ACEN, ACEN Indonesia Investment Holdings Pte. Ltd., dan anak perusahaan BREN, PT Barito Wind Energy. 

JSMR: Mengatakan akan terus membuka peluang asset recycling di berbagai ruas tol milik perseroan maupun anak usaha, untuk memastikan berkelanjutan bisnis perseroan. Saat ini, perseroan tengah merampungkan divestasi saham PT. Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang ditargetkan selesai bulan depan. Skema daur ulang aset digunakan sebagai langkah dalam pemanfaatan maupun pemindahan aset lama, untuk membangun aset yang baru.

TOWR: Menegaskan akan terus memperluas jangkauan layanan Fiber Optic To The Home (FTTH) ke sejumlah wilayah Indonesia. Hingga akhir 2024, perseroan menargetkan layanan FTTH ini mampu mencakup 1,6 – 1,8 juta homes passed.

ITMG: Tetap mempertahankan bisnis intinya di batu bara dan secara gradual akan mendiversifikasi ke mineral kritis lain. Batubara dinilai masih prospektif bukan hanya di sisi keterjangkauannya (affordability) tetapi juga keamanan cadangannya.

ANJT: Di semester I-2024 mencatatkan penurunan pendapatan 6,1% secara tahunan menjadi US$ 108,3 juta. Menyusutnya pendapatan dipicu anjloknya pasokan tandan buah segar yang dipengaruhi oleh El Nino atau cuaca panas ekstrem. Selain factor cuaca, adanya pabrik kelapa sawit tanpa kebut membuat adanya perebutan bahan baku di lapangan.

DMAS: Optimistis mampu mencapai target pra penjualan (marketing sales) di sisa tahun 2024. Di semester I-2024 perseroan berhasil membukukan pra penjualan sebesar Rp. 1,1 triliun atau setara dengan 60,7% dari target tahun 2024 sebesar Rp. 1,1 triliun.

 

-DISC ON-

Morning Note 06 September 2024

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 8.15 poin atau menguat 0.11% setelah bergerak beragam di sepanjang sesi perdagangan dalam range 7.650,80-7.722,23. Sebanyak 348 saham ditutup menguat, 235 saham ditutup melemah dan 211 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 7 sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor IDXPropert dan IDXNonCyc masing-masing 1,72% dan 1,63%. Bursa regional Asia didominasi penguatan setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan dan semakin meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed AS. Menurunnya JOLTs Job Openings yang di luar prediksi pasar mengindikasikan bahwa lowongan pekerjaan terus menurun yang semakin mendorong The Fed untuk memangkas suku bunganya agar terhindar dari resesi. Sementara dari pasar obligasi Indonesia, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun tercatat turun ke posisi 6.62% dari perdagangan sebelumnya, menandakan bahwa para pelaku pasar sedang kembali mengumpulkan surat berharga negara (SBN). Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 584 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BBNI, BMRI, INDF, BBCA dan BBRI. Sementara saham-saham yang paling banyak dijual yakni TLKM, BREN, ANTM, PTRO dan SRTG.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup melemah –0,54%, Indeks Nasdaq menguat 0,25% dan Indeks S&P melemah –0,30%. Pasar Wall Street bergerak beragam, didorong oleh melemahnya data-data pekerja AS. Pasar saham bergerak hati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan non-farm payrolls yang diperkirakan akan menjadi acuan bagi The Fed untuk memulai pemangkasan suku bunga akhir bulan ini. Wall street sempat menguat ditopang dari survei Institute for Supply Management menunjukkan, aktivitas sektor jasa meningkat pada Agustus di 51.5 dari perkiraan 51.1. Adapun, menurut Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran turun 5000 pekan lalu menjadi 227.000 klaim, lebih rendah dari perkiraan pasar sebanyak 230.000 klaim. Menurut laporan ADP National Employment Report pada bulan Agustus, perusahaan swasta di AS mempekerjakan pekerja paling sedikit sejak Januari 2021 dan direvisi lebih rendah sebanyak 99.000 pada bulan Agustus dari perkiraan sebanyak 145.000, yang mungkin mengindikasikan perlambatan tajam di pasar tenaga kerja.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,43% yang didukung oleh laporan pengeluaran rumah tangga Jepang periode Juli 2024 yang tercatat naik 0,1%, jauh dibawah ekspektasi yang sebesar 1,2%. Laporan pengeluaran yang lemah ini dapat membatasi pilihan Bank of Japan (BOJ) untuk menaikkan suku bunga. Namun meski demikian, investor masih dilingkupi oleh kekhawatiran bahwa Bank of Japan akan tetap menaikkan suku bunga acuannya dan juga menguatnya nilai tukar Yen.

IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan bergerak sideways dengan berpotensi terkoreksi. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7647/7613 - 7719/7756. Cermati : ISAT, BBNI, CPIN, SMRA, PGAS



KRAS : RUPST perseroan memberikan lampu hijau terhadap rencana restrukturisasi utang lanjutan senilai US$ 1,44 miliar atau setara Rp. 21,55 triliun. Hasil RUPST terkait dengan persetujuan restrukturisasi lanjutan akan segera dibahas dengan para kreditur sindikasi dalam waktu dekat. Adapun para kreditur tersebut adalah Bank Himpunan Milik Negara (Himbara) hingga bank swasta.

MFIN: Perseroan berencana membagikan saham bonus kepada para pemegang saham yang berasal dari kapitalisasi saldo laba perseroan. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2023, perseroan memiliki jumlah saldo laba Rp. 3,29 triliun. Dan Direksi perseroan akan mengusukan untuk melakukan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi saldo laba sejumlah Rp. 117,2 miliar. Pelaksanaan pembagian saham bonus tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan upaya perseroan untuk melakukan penyesuaian modal disetor sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.

PORT: Usai menjadi pemegang saham pengendali, China Merchants International Port-Integrated Development Company Ltd (CMIPD) melakukan penawaran tender wajib (tender offer) saham perseroan. China Merchants menyiapkan anggaran Rp 593,84 miliar untuk tender offer 725.976.358 saham PORT. Jumlah saham publik tersebut setara 25,80% dari saham yang tidak wajib dibeli oleh China Merchants. Harga tender offer saham PORT ditetapkan senilai Rp 818 per saham. Periode penawaran tender wajib berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 3 September 2024 dan berakhir pada 2 Oktober 2024.

GGRP: Telah menandatangani perjanjian dengan International Finance Corporation (IFC) untuk mendukung peralihannya ke produksi rendah karbon dan membantunya mengakses pasar baja hijau. IFC akan menyediakan dana sebesar US$ 60 juta untuk membantu meningkatkan kapasitas tanur busur listrik (EAF) perseroan dan membantu efisiensi energi. IFC juga akan mengeksplorasi cara untuk membiayai penghentian operasional tanur sembur perseroan.

AGRS: Industrial Bank of Korea (IBK) mengurangi kepemilikan saham perseroan. Pengurangan porsi saham sang pengendali itu, dilakukan dengan melepas 250 juta lembar. Transaksi tersebut telah dituntaskan pada 28 Agustus 2024. Transaksi penjualan telah dilakukan dengan pelaksanaan harga Rp77 per helai. Menyusul skema harga tersebut, IBK mengantongi dana segar senilai Rp19,25 miliar. Sebagai konsekuensi, tabulasi saham AGRS dalam genggaman IBK berkurang. Transaksi tersebut dilakukan dalam memenuhi ketentuan free float pada peraturan Bursa Efek Indonesia No I-A

 

-DISC ON-

Morning Note 10 September 2024

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 19.11 poin atau melemah -0,25% setelah bergerak bervariasi disepanjang sesi perdagangan dalam range 7.654,73-7.748,33. Sebanyak 236 saham ditutup menguat, 353 saham ditutup melemah dan 211 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor ditutup melemah dengan pelemahan terbesar pada sektor IDXHealth dan IDXEnergy masing-masing –0,97% dan –0,62%. Pelemahan IHSG merespon data pasartenaga kerja AS yang mengecewakan. Tiga emiten perbankan big caps menjadi penekan terbesar IHSG di akhir perdagangan yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mencapai 5,5 indeks poin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 5 indeks poin, dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 4,7 indeks poin. Bank Indonesia (BI) merilis data transaksi pada periode perdagangan 2-5 September 2024, di mana asing tercatat jual neto Rp 2,49 triliun terdiri dari beli neto Rp 2,65 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 2,24 triliun di pasar saham, serta jual neto sebesar Rp 7,38 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Dari sisi mata uang, rupiah ditutup melemah 0,59% di angka Rp15.450/US$. Pergerakan rupiah dipicu oleh kenaikan indeks dolar AS (DXY) selama dua hari berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh data ketenagakerjaan AS. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 422 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli yakni BBNI, ADRO, BMRI, BBCA dan BRIS. Sementara saham-saham yang paling banyak dijual yakni BBRI, ASII, ANTM, SMGR dan PTRO.

 

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,20%, Indeks Nasdaq menguat 1,16% dan Indeks S&P menguat 1,16%. Penguatan indeks utama saat Investormenunggu data inflasi & pemangkasan suku bunga The Fed AS dan keputusan kebijakan Federal Reserve berikutnya minggu depan. Penguatan juga didorong dari adanya aksi beli setelah investor pada pasar saham lalu melakukan aksi jual ketika ata pekerjaan Agustus yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat diikuti data manufaktur yang lemah pada hari Selasa. Data penting akan dirilis pada pekan ini yakni, indeks harga konsumen (IHK), yang akan dirilis Rabu pagi. Data inflasi diharapkan dapat membantu menginformasikan apakah Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin. Sebelas sektor industri utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan barang konsumsi diskresioner memimpin kenaikan, naik 1,63% diikuti oleh industri, yang naik 1,56%. Kenaikan terkecil adalah layanan komunikasi, yang naik 0,04%. Harga saham Apple ditutup naik hanya 0,04% setelah sebelumnya turun hampir 2% saat meluncurkan iPhone 16 yang didukung kecerdasan buatan. saham Boeing naik 3,4% setelah pembuat pesawat dan serikat pekerja terbesarnya mencapai kesepakatan sementara yang mencakup lebih dari 32.000 pekerja, mencegah kemungkinan pemogokan. Disisi lain, debat pertama antara kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan kandidat Partai Republik Donald Trump menjelang pemilihan umum 5 November akan berlangsung Selasa malam atau Rabu pagi waktu Indonesia.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,47% didukung melemahnya nilai tukar Yen dan reboundnya indeks di bursa Wall Street tadi malam.

IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan bergerak sideways dengan berpotensi menguat. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 7656/7608 - 7749/7796. Cermati: BRPT, UNTR, TKIM, CPIN, JSMR



TPMA: Menyampaikan bahwa telah mendirikan perusahaan patungan (JV) bersama-sama dengan PT Samudra Investama Maju (SIM) pada tanggal 6 September 2024. TPMA bersama SIM mendirikan perusahaan patungan bernama PT Trans Ocean Permata (TOP) dengan kepemilikan saham sebesar 51% dan SIM sebesar 49% serta tidak adanya hubungan afiliasi antara TPMA dan SIM.

GOLF: Menyampaikan bahwa telah mengantongi pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 165 miliar pada semester I-2024. Hal itu tingginya penjualan rumah mewah di cluster I ‘The Links Golf Villa’, Pecatu Indah Resort, Jimbaran, Bali. Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang kenaikan yang terjadi di segmen golf, yaitu dari Rp45,9 miliar menjadi Rp46,4 miliar. Adapun, penyumbang terbesar dari segmen ini adalah lapangan golf milik NKG yang ada di Bali dengan kenaikan jumlah round mencapai 7% year on year (yoy) menjadi 30.825 pegolf pada enam bulan pertama 2024.

KLBF: Akan focus untuk memperkuat pasar di kawasan Asia Tenggara melalui penambahan produk baru yang selaras dengan kebutuhan pasar. Perseroan mengambil langkah memperkuat penetrasi obat-obat onkologi di Asia Tenggara serta membentuk kemitraan strategis dengan Alliance Pharma, perusahaan asal Thailand.  Adapun kontribusi ekspor perseroan berada di kisaran 5%-6% dari total penjualan yang dicatatkan oleh perseroan.

SMAR: Memacu bisnis biodiesel seiring dengan mandate bauran B35 di Indonesia. Perseroan meningkatkan kapasitasnya pabrik biodiesel dengan tingkat utilisasi sebesar 87% untuk mendukung penerapan mandate biodiesel B35 di Indonesia. Kapasitas total 2 pabrik biodiesel perseroan mencapai 1,05 juta ton per tahun.

GMFI: Berencana menggelar penambahan modal dengan HMETD (rights issue). Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 11.736.512.323 lembar saham seri B dengan nilai nominal sebesar Rp. 25 per lembar saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 41,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

PNBN: Bakal menawarkan obligasi senilai Rp. 3,91 triliun yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV dengan proyeksi perolehan dana sebesar Rp. 15 triliun. Dana yang diperoleh, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dalam pengembangan usaha terutama pemberian kredit.

TRIN: Mencatatkan marketing revenue sebesar Rp. 1,11 triliun hingga akhir Agustus 2024, melonjak 114% dibandingkan periode yang sama tahun yang sebesar Rp. 546,9 miliar. Perolehan tersebut telah mencapai 91% dari target tahun 2024 yang sebesar Rp. 1,2 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh kesuksesan proyek perumahan landed house Sequoia Hills di Sentul-Bogor.

 

Morning Meeting

Morning Note 21 April 202521 Apr 2025 09:29

IHSG di perdagangan pekan kemarin ditutup naik 38.22 poin atau menguat 0,60% setelah bergerak menguat di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.384,29-6.438,27. Sebanyak 344 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 27 Maret 202527 Mar 2025 14:45

IHSG di perdagangan kemarin naik 236,74 poin atau menguat 3,80% setelah bergerak dalam range 6.235,54-6.489,15. Sebanyak 554 saham ditutup menguat, 123 saham ditutup melemah dan 281 [ ... ]

Read more...
Morning Note 26 Februari 202526 Feb 2025 15:10

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 162.51 poin atau melemah signifikan –2.41% setelah bergerak melemah disepanjang perdagangan dalam range 6.576,97-6.772,65. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • LAPS SJK
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF